BERITA POPULER
Lima Berita Populer Batam, Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Hingga Predator Anak Beraksi di Batam
TribunBatam.id merangkum lima Berita Populer Batam di awal tahun 2021. Apa saja? Simak Selengkapnya.
BATAM. TRIBUNBATAM.id - Berikut lima Berita Populer Batam, Jumat (1/1/2021).
Sejumlah peristiwa terjadi di Batam, Provinsi Kepri pada awal Tahun Baru 2021.
TribunBatam.id merangkum lima Berita Populer Batam.
Berita tersebut mulai dari Perantau Mulai Tinggalkan Batam hingga Predator Anak Beraksi di Batam.
Langung saja, berikut rangkuman Berita Populer Batam untuk Anda.
1. Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Pilih Balik Habis: 'Batam Tak Seperti Dulu Lagi'
Kota Batam, Provinsi Kepri. Julukan kota industri ini punya magnet tersendiri bagi orang untuk mengadu nasib.
Ada yang sukses, tapi banyak juga yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup.
Beragam jargon pun disematkan untuk kota ini.
Momen akhir tahun 2020, jadi penentu sejumlah perantau untuk memutuskan pilihan hidup.
Pilihannya hanya dua, bertahan hidup di Batam, atau kembali ke kampung halaman.
Apalagi sejak kondisi ekonomi Batam yang tertatih dihantam pandemi Covid-19.
Rosita misalnya. Akhir tahun 2020 merupakan perpisahannya dengan Batam setelah 4 tahun lamanya merantau.
Ia memutuskan untuk pulang kampung ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan kapal Pelni dari Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (30/12).
Wanita 23 tahun itu membawa dua anaknya.
Sang Suami tidak ikut pulang kampung bersamanya.
Mereka berdua memutuskan untuk sementara berpisah jarak dan waktu.
Rosita memilih berada di Flores bersama anak-anaknya. Sementara Sang Suami untuk sementara ini masih menetap di Batam.
Selama menikah, pasangan suami istri ini dikaruniai tiga orang anak.
Anak pertama mereka dititipkan di kampung. Sementara anak kedua dan ketiga bersama mereka di Batam.
Suami Rosita awalnya bekerja di salah satu perusahaan di Batam.
Sekitar delapan bulan yang lalu cobaan menghantam keluarga kecil ini.
Suaminya terpaksa diberhentikan dari tempatnya bekerja akibat pandemi Covid-19 sekitar 8 bulan yang lalu.
Kini ia belum mendapat pekerjaan tetap. "Saya sudah 4 tahun di Batam, sekarang mau pulang kampung dulu," sebutnya kepada TribunBatam.id.
Dengan kondisi suami yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, jadi saya memutuskan untuk pulang kampung.
Kebetulan baru ada rezeki inilah baru mau pulang kampung.
Ia berharap agar suaminya segera mendapat pekerjaan tetap, dan kembali berkumpul bersama.
2. Razia di Malam Tahun Baru, Pengendara Motor di Simpang Gelael Batam Panik Dihentikan Polisi
Pengendara sepeda motor yang melintas di Simpang Gelael Batam Centre tampak panik, Kamis (31/12) sekira pukul 23.15 WIB.
Itu setelah polisi meminta mereka untuk berhenti. Beberapa dari mereka ada yang tidak mengenakan helm.
Muhammad Nasuha salah satunya. Remaja 16 tahun itu hanya pasrah saat polisi yang meengenakan rompi hijau menindaknya.
Kepada TribunBatam.id, ia mengendarai sepeda motornya dari arah Simpang Kuda ke Perumahan Eden Park untuk mengantar temannya.
Saat berada di lampu merah, ia diminta menepi oleh polisi yang sedang bertugas.
Saat itu Nasuha membawa motor bersama adik perempuannya Husna Hasanah yang masih berumur 14 tahun.
Ia juga terlihat mengenakan helm. "Kebetulan pas di lampu merah, diminta berhenti sama Pak Polisi itu," ucapnya.
Pantauan TRIBUNBATAM.id di lapangan, sekira pukul 23.15 WIB, Kamis (31/12/2020) sampai pukul 01.05 WIB, Jumat (1/1/2021), tampak puluhan pengendara sepeda motor roda dua diamankan oleh pihak kepolisian yang mengenakan rompi hijau.
Masih di lokasi yang sama, pengendara sepeda motor lainnya Muhammad Fikri diminta menepi oleh anggota polisi ketika lampu merah.
Sementara itu, ada puluhan pengendara yang tidak mengenakan helm ditahan beserta kendaraannya di taman trotoar samping Lampu Merah persis depan Pos Polisi Simpang Gelael.
Sekira pukul 00.40 WIB, Jumat (1/1/2021), tampak juga ada belasan sepeda motor yang diamankan di atas truk, mereka ditahan di Simpang Jam.
Seorang perempuan yang mengenakan jilbab berwarna biru yang ikut naik ke atas truk mengatakan, bahwa mereka ditahan di Simpang Jam.
"Sama seperti yang di sini. Gara-gara ga pakai helm tadi. Tadi pas lampu merah, terus saya ditahan sama pak polisi, katanya gara-gara tak pakai helm," ujarnya.
Cara Warga Batam Rayakan Tahun Baru saat Pandemi
Pemerintah Kota Batam saat perayaan tahun baru 2021 tidak mengadakan pesta kembang api yang biasa dikemas dalam acara Kenduri Akhir Tahun.
Biasanya, warga Batam berduyun-duyun ke Dataran Engku Puteri untuk menyaksikan pesta kembang api yang digelar secara spektakuler.
Lalu, bagaimana cara warga Batam merayakan tahun baru kali ini?
Risnawati (30), warga Tanjungbuntung mengatakan, ia dan beberapa rekannya sengaja ke pasar sore hanya untuk membeli daging dan jagung.
"Karena dilarang tidak boleh keluar rumah dan melakukan kerumunan, ya kami sekeluarga memilih bakar-bakar di rumah saja," ujarnya, sambil menanyakan harga jagung kepada penjual jagung.
Tidak hanya Risnawati, puluhan ibu-ibu lainnya juga terpantau memadati Pasar Bengkong Laut sore itu.
Pada umumnya mereka membeli jagung dan beberapa kebutuhan lainnya.
Berbeda dengan Risnawati, Desi (32) mengaku ia hendak membeli ikan dan sayuran sebagai bekal.
Karena nanti malam ia akan pergi menginap ke rumah saudara di Tanjungpiayu.
"Biasanya tiap tahun kami ngumpul di rumah sembari karaoke di kompleks. Karena dilarang, terpaksa kami sekeluarga memilih pergi ke Piayu," katanya.
Kebetulan suaminya libur kerja tiga hari.
"Jadi masih ada waktu banyak untuk menikmati liburan di Tanjungpiayu," ujarnya.
3. 2.784 Karyawan Swasta di Batam Terinfeksi Covid-19, Simak Update Kasus Terbaru hingga 31 Desember
Hingga 31 Desember 2020, tercatat sudah 2784 orang karyawan swasta di Batam yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.
Dengan angka itu, sekaligus membuat profesi karyawan swasta menjadi kalangan terbanyak yang kena corona.
Setelah karyawan swasta, ada ibu rumah tangga sebanyak 475 kasus, dan wiraswasta 365 kasu
Di Batam sendiri, berdasarkan catatan Tim Satgas Covid-19 total kasus covid-19 sudah mencapai 4983 kasus.
Pada 31 Desember 2020, jumlah kasus mengalami penambahan sebanyak 15 kasus.
Saat ini, kasus Covid-19 yang masih dalam perawatan mencapai angka 416 pasien.
Sedangkan pasien sembuh sebanyak 4437 dan meninggal 130 kasus. Para pasien ini dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RSKI Covid-19 Galang yang menampung 187 pasien.
Selain itu, ada pula pasien yang diisolasi mandiri sebanyak 59 pasien, dirawat di RS Awal Bros 72 pasien, RS Bhayangkara 6 pasien, RS Budi Kemuliaan 8 pasien, RS Camatha Sahidya 3 pasien, RS Harapan Bunda 2 pasien, RS Keluarga Husada 1 pasien, RS Graha Hermine 3 pasien, RS Soedarsono D 2 pasien, RSUD Embung Fatimah 5 pasien, RS Elisabeth Batam Kota 18 pasien, RS Elisabeth Lubuk Baja 15 pasien, RS Mutiara Aini 2 pasien, dan RSBP Batam 33 pasien.
Memasuki penghujung tahun 2020 ini, tren penambahan kasus Covid-19 bergerak di angka 104 kasus dan tergolong melandai dibanding minggu sebelumnya.
Dengan adanya penemuan kasus baru, zona merah di Batam pun kembali bertambah, menjadi tujuh wilayah.
Kecamatan Batu Ampar 27 kasus dalam perawatan, Kecamatan Sekupang 95 kasus, Kecamatan Batu Aji 33 kasus, Kecamatan Sagulung 31 kasus, Kecamatan Lubuk Baja 45 kasus, Kecamatan Nongsa 21 kasus dan Kecamatan Batam Kota 123 kasus.
Kini, satu kecamatan di wilayah hinterland masih berzona kuning, yakni Kecamatan Belakang Padang sebanyak 4 kasus, namun Kecamatan Sei Beduk mulai oranye dengan 17 kasus, dan Kecamatan Bengkong 20 kasus. Sedangkan, Kecamatan Galang dan Kecamatan Bulang masih berzona hijau tanpa kasus Covid-19.
4. Covid-19 di Batam Makin Seram, Satpol PP Jaga 10 Lokasi saat Malam Tahun Baru, Cegah Kerumunan Massa
Kasus covid-19 di Batam menjadi atensi bagi personel Satpol PP, khususnya saat perayaan malam Tahun Baru 2021.
Masuk dalam tim Satgas Covid-19, mereka menjaga 10 lokasi yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerumunan massa.
Kasus covid-19 di Batam hingga akhir tahun 2020 tercatat 4.983 kasus.
Dari angka itu, sebanyak 4.437 pasien sembuh corona. kasus.
Guna mencegah terjadinya kerumunan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Batam, Salim mengatakan, sebanyak 10 titik keramaian menjadi perhatiannya.
Titik tersebut meliputi kawasan sekitar Harbour Bay Batam, Kampung Bule Batam, daerah Sei Panas, kawasan sekitar Vihara Batam, Batam Centre, dan titik keramaian lainnya, termasuk kawasan wisata kuliner.
"Kurang lebih ada 10 titik. Petugas kami juga menyisir sejumlah titik keramain di setiap kecamatan," ujarnya kepada TribunBatam.id, Jumat (1/1/2021).
Salim menambahkan, patroli mencegah terjadinya kerumunan massa ini hanya sebatas memberikan imbauan kepada warga.
Menurut Salim, hal ini wajar adanya. Sebab, Penanganan Covid masih menjadi salah satu hal paling serius.
Mengingat, sudah 4.983 orang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Batam.
Dimana, sebanyak 4.437 orang di antaranya berhasil sembuh dan 416 orang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan.
Sementara itu, total pasien Covid-19 meninggal sebanyak 130 orang.
Sementara itu, pantauan Tribun Batam di malam perayaan tahun baru, beberapa warga di titik keramaian langsung membubarkan diri saat tim Satgas Covid-19 Batam melakukan patroli.
Hal ini terlihat di salah satu pusat keramaian di kawasan Batam Centre. Dimana, warga di sekitar gelanggang permainan langsung membubarkan diri ketika tim Satgas Covid-19 datang.
"Memang tugas mereka untuk patroli," ujar salah seorang warga saat itu.
Namun, usai tim Satgas Covid-19 Batam pergi, beberapa warga berniat untuk kembali di gelanggang permainan itu.
"Sudah, kita lanjut saja," teriak salah seorang warga. Namun, beberapa di antara mereka hanya diam saja di depan gelanggang permainan tersebut.
5. Predator Anak Beraksi di Batam, Muncul di Dua Lokasi, Alami Gangguan Jiwa?
Predator Anak Beraksi di Batam, tepatnya di Kecamatan Sekupang.
Tak tanggung-tanggung, Unit Reskrim Polsek Sekupang meringkus dua tersangka dalam satu hari.
Dua tersangka berinisial HS (36) dan AR (36) beraksi di dua lokasi berbeda.
Pelaku HS (36) tahun ditangkap setelah ia melancarkan aksinya kepada seorang anak di bawah umur RA (13) tahun.
Aksi bejat itu terjadi di kawasan di dekat Pos Tiban Danau, Sekupang, Selasa (29/12) pagi.
Ia dibekuk di Simpang Tiban, Kaveling KSB, Sekupang, Batam di hari yang sama.
Sementara tersangka AR punya ceritanya sendiri.
Ia mengajak korbannya yang masih TK jalan-jalan ke arah Marina.
Di lokasi itu, ia berbuat tak pantas kepada bocah laki-laki itu.
"Sudah kami tangkap, berdasarkan laporan korban dan pengaduan pihak keluarga.
Kami meminta keluarga untuk tetap memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya. Hari ini kita menangani dua kasus predator anak," ucap Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian kepada TribunBatam.id.
Orang tua korban, IS mengatakan, kasus tersebut baru diketahui setelah anak TK, mengaku disodomi pelaku.
Kejadian bermula saat korban menemani temannya potong rambut, Kamis (23/12/2020) lalu.
Tiba-tiba didatangi pelaku. Saat itu pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan membeli KFC.
"Pengakuan anak saya, dia diajak jalan-jalan beli KFC. Namun malah dibawa ke arah Marina.
Di sana anak saya dilecehkan sama pelaku," ujar IS, berurai air mata di RSUD Embung Fatimah, Selasa (29/12/2020).
Ia mengaku, jika anak pertamanya itu tidak mau mengaku kalau telah disodomi AR.
Sang ibu tentu tidak lantas percaya begitu saja. Apalagi melihat leher anaknya itu merah-merah.
Ketakutan itu semakin menjadi-jadi ketika anaknya itu mengatakan sakit di bagian lubang anusnya.
"Awalnya anak saya ngaku digigit semut. Pas dia ngaku sakit saya langsung bawa periksa dan hasilnya ada luka lecet di bagian anusnya.
Setelah kami paksa tanya baru dia ngaku sudah digituin pelaku," ungkap IS.
Mendapati anaknya telah dicabuli AR, IS bersama suaminya segera mendatangi rumah pelaku.
Kebetulan rumahnya tak jauh dari rumah pelaku.
Saat ditemui, AR tak kunjung pulang setelah mengantar korban.
Keluarga korban pun menunggu hingga malam. AR yang baru pulang langsung diamankan pihak RT RW untuk dibawa ke kantor polisi.
"Awalnya dibawa ke Polsek Sagulung, Namun karena lokasi kejadian di Marina, lalu diarahkan pelaku dibawa ke Polsek Sekupang," tambah ibu dua anak itu lagi.
Dua hari di Polsek Sekupang, orang tua AR, MN menyebut jika anaknya mengidap gangguan jiwa.
Hal ini MN buktikan dengan sejumlah dokumen rujukan pengobatan di sejumlah rumah sakit.
Polisi dan orang tua korban tentu tak bisa percaya begitu saja.
Akhirnya, Selasa (29/12/2020) polisi bersama aparat kelurahan, RT dan RW serta keluarga korban membawa pelaku ke RSUD Embung Fatimah untuk pemeriksaan kejiwaan.
"Kata ibunya gila, tapi kok bisa orang gila ngajak anak-anak jalan dan bebas berkeliaran begitu saja.
Jangan karena mau menghindari hukuman dia ngaku gila, makanya kita ingin tahu bagaimana sebenarnya.
Dia sudah merusak anak saya," ucapnya. (TribunBatam.id/Muhammad Ilham/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi/Ronnye Lodo Laleng/Ichwan Nur Fadillah/Beres Lumbantobing)
Baca berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1910rski-covid-19-galang.jpg)