Mengenal Siti Rahmani Rauf, Penggagas Kalimat Populer 'Ini Budi, Ini Ibu Budi'
Kalimat populer 'Ini Budi, Ini Ibu Budi' dibuat oleh Siti Rahmani Rauf. Siapa dia? Berikut profil singkatnya TribunBatam.id rangkum untuk Anda.
TRIBUNBATAM.id - "Ini Budi, Ini Ibu Budi," Kalian mungkin sudah tidak asing dengan kalimat itu bukan?
Kalimat itu biasa ditemukan pada buku pelajaran Sekolah Dasar, tepatnya di bangku sekolah kelas satu.
Kalimat yang begitu sederhana, tapi begitu lekat di kepala.
Kalian penasaran siapa penggagas kalimat tersebut.
Ya, kalimat nan mahsyur itu rupanya dibuat oleh Siti Rahmani Rauf.
Perempuan kelahiran Sumatra 15 Juni 1919 itu, merupakan sosok dibalik kalimat populer ini.
Siti yang dilahirkan di Sumatra Barat menjadi guru di daerah itu mulai tahun 1938 sampai 1953.
Tahun 1954, Siti Rahmani Rauf memutuskan untuk pindah ke Jakarta bersama suami dan anak-anaknya.
Lantas bagaimana hingga kalimat populer ini bisa sampai ada di buku pelajaran siswa?
Putri Siti Rahmani Rauf, Karmeni Rauf mengungkapkan, jika itu berdasarkan permintaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Saat buku selesai dicetak, Siti Rahmani Rauf pun lantas ditanya ingin meminta bayaran berapa.
Jawabannya sungguh mengejutkan. Siti tak mau dibayar dengan uang karena hanya ingin berangkat haji.
Baca juga: Pria Lulusan SD jadi Dokter Gadungan, Kelabui Sejumlah Wanita, Ada yang Diajak Ngamar
Baca juga: OJK Kepri Beri Bansos ke 2 Sekolah di Batam, Bantu Ringankan Pelajar Tak Mampu di Masa Covid
Ia memang cinta dengan dunia pendidikan dan mengutamakan agama dibanding materi.
Siti dan anaknya masih berharap buku itu dipakai kembali untuk mengajar membaca anak-anak SD.
"Sayang lho, saya saksinya kalau buku ini benar-benar membantu. Anak kelas satu itu yang penting bisa baca dulu.
Sekarang belum-belum diajarkan ilmu pengetahuan yang berat," kata Karmeni kepada Tribun Network.
Siti Rahmani Rauf telah berpulang pada 10 Mei 2016 lalu.
Ia meninggal dunia pada usia 97 tahun akibat sakit yang dideritanya.
Ia wafat di kediamannya yang berlokasi di Jalan Jati Petamburan I Nomor 8, RT 02/01 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pukul 21.20 WIB.
Sosok Siti Rahmani Rauf atau akrab disapa bunda Siti itu memang sangat berjasa bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Walau tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas, alat peraganya dalam pelajaran membaca yakni, 'Ibu Budi' dalam buku paket pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SD pada era tahun 80 hingga 90-an itu masih dikenang hingga kini.
"Semua siswa angkatan 80an sampai 90an pasti kenal siapa 'Ibu Budi', karena di tahun itu membaca masih dianggap sulit dan belum populer, khususnya bagi masyarakat daerah.
Karena itu diterapkan metode baca 'Ibu Budi', supaya lebih mudah mengeja kata," ungkap Karmeni Rauf, anak dari Siti Rahmani Rauf di kediamannya.
Semasa hidup, Siti Rahmani Rauf lebih banyak berbaring di tempat tidur.
Ia pun sudah tak dapat berbicara panjang lebar.
Sehari-hari, perempuan yang sangat berjasa di dunia pendidikan itu ditemani oleh putrinya yang bernama Karmeni Rauf.
Meskipun usianya sudah renta, tetapi semangat Siti tak pernah luntur. Di usianya sekarang, ia masih sering membaca novel-novel Belanda.
Biasanya, Siti bangun di tengah malam untuk membaca, lalu tidur di siang harinya.
Menurut penuturan Karmeni, ibunya sering kali mengigau ingin mengajar di malam hari.
"Ayo siapin baju, Ibu mau ngajar. Ayo anak-anak kerjain PR, kerjain tugas, jangan bandel ya," ujar Karmeni Rauf menirukan ucapan ibunya.
Walau kini sosok 'Ibu Budi' telah tiada, dirinya menyampaikan bila seluruh karya Sang Bunda akan terus dikenang.
Sebab, sesuai dengan kalimat yang disampaikan ibunda, bila harta yang paling berharga itu adalah pendidikan, bukan emas ataupun permata.
Terima Kasih atas "Ini Ibu Budi' mu Ibu Siti Rahmani Rauf.(TribunBatam.id) (TribunJateng.com) (Banjarmasin Post)
Sebagian artikel ini bersumber dari TribunJateng.com dan BanjarmasinPost.co.id
Baca berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pembuat-buku-ini-budi_20160504_152324.jpg)