Penerima Vaksin Covid-19 di Kepri, Tenaga Kesehatan Batam Paling Banyak
Sebanyak 13 ribu vaksin Sinovac untuk Covid-19 tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 13 ribu vaksin Sinovac untuk Covid-19 tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri, Selasa (5/1/2020).
Kedatangan vaksin Sinovac di Kepri disambut oleh Gubernur Kepri Isdianto.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri mengatakan, vaksin Covid-19 itu dikirim dari Jakarta menggunakan penerbangan pesawat Lion Air.
"Untuk tahap awal 13.000 vaksin yang akan datang. Nantinya akan dibagikan kepada petugas kesehatan (Nakes) sebanyak 12.666 yang ada di Provinsi Kepri," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kepada Tribunbatam.id.
Bisri menambahkan, total jumlah vaksin Sinovac yang akan diterima Kepri dari pusat sekitar 1.480.000 yang nantinya diperuntukkan sampai 15 bulan ke depan.
"Setelah mendapatkan petunjuk teknis dari Kemenkes, baru vaksin bisa dibagikan ke masyarakat. Perkiraan saya mungkin dilakukan di bulan April," jelasnya.
Bisri menyebutkan, hingga saat ini masih ada beberapa tahapan proses yang akan dilakukan.
Nantinya vaksin Covid-19 ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Kepri setelah ada arahan dari pemerintah pusat.
Bagaimana teknis distribusi vaksin Covid-19 kepada masyarakat?
Bisri bilang, nantinya calon penerima vaksin Covid-19 akan dikirimkan pesan singkat (SMS) ke nomor teleponnya dari pemerintah untuk ikut vaksinasi.
"Jadi melalui NIK kita yang terdata dan terdaftar di pusat, selanjutnya calon penerima yang akan divaksin, akan dikirim SMS terlebih dahulu. Saya sudah dapat SMS-nya tanggal 31 Desember kemarin," ujarnya.
Kapan Vaksin Covid-19 Didistribusikan di Kepri?
Gubernur Kepri Isdianto belum bisa memastikan kapan vaksin Covid-19 yang telah tiba di Kepri akan didistribusikan kepada masyarakat.
Ia bilang, saat ini vaksin Covid-19 merek Sinovac itu masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.
"Ya kita juga menunggu izin BPOM keluar dulu, baru didistribusikan," ucapnya saat melihat langsung kedatangan vaksin Covid-19 di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Selasa (5/1/2021).
Isdianto menyebutkan, setelah izin BPOM keluar, penerima vaksin Covid-19 pertama akan diberikan kepada tenaga medis, TNI-POLRI serta pihak-pihak di garda depan pencegahan Covid-19.
"Termasuk saya juga sangat siap menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama," ucapnya.
Isdianto mengatakan, tahap awal Provinsi Kepri hanya menerima 13 ribu vaksin. Namun, untuk tahap berikutnya Kepri menerima 1,4 juta vaksin.
"Saat ini Pemerintah Provinsi Kepri juga sedang menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan untuk tata cara penggunaan vaksin ke masyarakat," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kadinkes Kepri, M Bisri menyampaikan, jumlah tenaga kesehatan di Kepri ada sebanyak 15.356 orang.
Dari jumlah itu yang telah mengisi data penerima vaksin Covid-19 berjumlah 12.095 orang.
Bila dirincikan berikut tenaga kesehatan yang telah mendaftar sebagai penerima vaksin Covid-19:
1. Batam ada sebanyak 4.272 orang
2. Tanjungpinang 2.624 orang
3. Karimun sebanyak 1.120 orang
4. Bintan berjumlah 1.444 orang
5. Lingga 843 orang
6. Natuna 919 orang
7. Anambas berjumlah 873 orang kesehatan
Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rusdani mengatakan, walaupun vaksin Covid-19 telah datang, IDI tetap menunggu hingga izin dari BPOM keluar.
"Kita tetap mengikuti arahan pusat sampai ke daerah, kami tidak vaksin sampai izin dari BPOM keluar dulu," ujarnya.
Pernyataan ini ditegaskannya, bukan menolak kedatangan atau kehadiran vaksin. Hanya saja para dokter tetap menunggu terlebih dahulu keluarnya izin BPOM.
"Jadi kami IDI tidak pernah menolak vaksin tersebut, malah ini harapan kami juga. Namun harus ada izin BPOM dahulu," ujarnya.
Aparat Siaga di Bandara
Diberitakan, puluhan aparat gabungan TNI-POLRI masih menunggu kedatangan vaksin Covid-19 di area Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepri, Selasa (5/1/2021).
Hingga pukul 10.25 Wib, 13 ribu vaksin Covid-19 merek Sinovac yang diangkut pesawat Lion Air belum mendarat di Tanjungpinang.
Puluhan aparat gabungan ini nantinya akan mengawal proses pemindahan vaksin Covid-19 dari turun pesawat hingga menuju ke tempat penyimpanan.
Setelah vaksin Covid-19 tiba, vaksin tersebut segera disimpan di Instalasi Farmasi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib dan RSUD Kota Tanjungpinang.
Pantauan Tribunbatam.id di lokasi, terlihat Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana, dan Kadinkes Kepri saat ini, M Bisri telah tiba di Cargo Bandara RHF Tanjungpinang.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Tanjungpinang, Bakal Disambut Gubernur Kepri, Puluhan Aparat Gelar Apel
Baca juga: Gubernur Kepri Siap Disuntik Pertama, Berikut Kelompok Tak Boleh Divaksin Covid-19
Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik kedatangan 13 ribu vaksin Covid-19 di Tanjungpinang.
Ketua IDI Kepri, Rusdani mengatakan, walaupun vaksin Covid-19 telah datang, IDI tetap menunggu hingga izin vaksin dari BPOM keluar.
"Kita tetap mengikuti arahan pusat sampai ke daerah. Kami tidak vaksin sampai izin dari BPOM keluar dulu," ujarnya.
Pernyataan ini ditegaskannya, bukan menolak kedatangan atau kehadiran vaksin. Hanya saja para dokter tetap menunggu terlebih dahulu keluarnya izin BPOM.
"Jadi kami IDI tidak pernah menolak vaksin tersebut, malah ini harapan kami juga. Namun harus ada izin BPOM dahulu," ujarnya.
Ditanyakan, bagaimana saran dari IDI Kepri mengenai keraguan dan ketakutan masyarakat saat vaksin akan diberikan?
"Dari kami tentu bila izin BPOM telah keluar, akan ada statement dan sosialisasi dari IDI kepada masyarakat," jawabnya.
(tribunbatam.id/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0501gubernur-kepri-saksikan-vaksin-covid-19.jpg)