Breaking News:

BCA Ungkap Alasan Blokir Rekening Donasi Laskar FPI

BCA menjelaskan alasan memblokir rekening donasi laskar FPI. Diwajibkan untuk menaati ketentuan hukum yang berlaku di Tanah Air.

Tribunnews/Herudin
BCA menjelaskan alasan memblokir rekening donasi laskar FPI 

TRIBUNBATAM.id - PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) memblokir rekening donasi laskar FPI.

Langkah BCA blokir rekening donasi laskar FPI sempat viral di media sosial.

 Dalam keterangan resminya, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dalam menjalankan kegaitan operasional perbankan, pihaknya

"Mengacu pada permohonan dari otoritas yang berwenang, BCA telah melakukan penghentian sementara transaksi atas rekening nasabah yang bersangkutan di BCA," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/1).

Itu artinya, seluruh kebijakan dan tindakan yang diambil oleh BCA sejatinya sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Baca juga: Hasil Investigasi Komnas HAM, Ada Pelanggaran HAM oleh Aparat saat Tewasnya Laskar FPI

Termasuk pengabulan permohonan dari otoritas yang berwenang. 

Pasalnya, Hera menambahkan kalau BCA sebagai lembaga perbankan memang diwajibkan untuk menaati ketentuan hukum yang berlaku di Tanah Air.

Serta menjalankan instruksi yang diberikan oleh otoritas yang berwenang. 

Sebagai informasi saja, rekening Bank BCA itu merupakan inisiatif dari salah seorang pegiat sosial bernama Irfan Gani yang menjadi pengumpul dana bantuan bagi enam anggota laskar FPI.

Baca juga: Kurs Dollar Rupiah Hari Ini di BCA Jumat 8 Januari 2021, Panduan untuk Tukar Valas

Menurut penelusuran Kontan.co.id, total dana yang berhasil dihimpun setidaknya mencapai Rp 1,7 miliar yang diberikan oleh warganet dan masyarakat umum. 

Seluruh dana itu, sejatinya sudah dikirimkan kepada keluarga korban penembakan tersebut. Irfan mengklaim pemblokiran tersebut terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Dia pun mengaku sudah meminta konfirmasi dari pihak BCA terkait hal tersebut pada Selasa (5/1) namun tidak mendapat respons. (kontan)

baca berita terbaru lainnya di google news

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved