Rabu, 20 Mei 2026

BATAM TERKINI

875.911 Warga Batam Bakal Divaksinasi Covid-19

Dari kriteria penerima vaksin, jumlah warga Batam yang akan divaksinasi mencapai 875.911 orang dan akan dimulai pekan depan.

Tayang:
IST
Dari kriteria penerima vaksin, jumlah warga Batam yang akan divaksinasi mencapai 875.911 orang dan akan dimulai pekan depan. ILustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Batam akan digelar pekan depan. Dari kriteria penerima vaksin, jumlah sasaran mencapai 875.911 orang. 

Dengan target setiap hari jumlah sasaran yang divaksinasi per Hari di seluruh pos berjumlah 5.175 orang.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

"Jadi jumlah sasaran secara keseluruhan dibagi dengan pos vaksinasi, sehingga lama pelaksanaan vaksinasi ini sekitar 170 hari," tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam ini.

Rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini melibatkan 115 fasilitas Kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah di Batam sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Dari 115 faskes tersebut terdiri dari 21 Puskesmas, 1 Klinik KKP, 77 Klinik dan 16 Rumah Sakit. 

"Total 115 faskes sebagai pos vaksinasi Covid-19," ujar Didi, Sabtu (8/1/2021). 

Ia menambahkan, jumlah vaksinator mencapai 1.045 orang.

Terdiri dari dokter, bidan dan perawat. 

Untuk waktu pelaksanaan pelayanan vaksinasi tersebut, dilaksanakan 5 Hari dalam seminggu. Nantinya, setiap hari dilakukan dalam tiga sesi. 

"Setiap sesi tersebut melayani 15 orang per hari," katanya. 

Daftar yang Tak Boleh Divaksin

Saat ini, pemerintah telah bersiap untuk melakukan vaksinasi covid-19 tahap pertama.

Namun, tahukan Anda jika ternyata tak semua orang bisa divaksin Covid-19?

Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan sebelum menjalani vaksinasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Didi mengatakan, ada beberapa persyaratan sebagai penerima vaksin Covid-19 yang harus dipenuhi.

Tentunya yang sesuai rekomendasi perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI) mengenai pemberian vaksinasi Covid-19 (Sinovac/Inactiveed).

Beberapa syarat itu antara lain, orang dewasa sehat usia 18 - 59 tahun, peserta menerima penjelasan dan menandatangi Surat persetujuan setelah penjelasan.

"Semua peserta menyetujui mengikuti aturan dan jadwal imunisasi," ujar Didi, Jumat (8/1/2020).

Sementara, kriteria yang tidak boleh diberikan vaksin Covid-19 yaitu pernah terkonfirmasi dan terdiagnosis Covid-19, mengalami penyakit ringan, sedang serta berat, terutama penyakit infeksi dan/atau demam (suhu di atas 37,5 derajat). 

Peserta wanita yang hamil, menyusui, atau berencana hamil selama periode imunisasi, memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin, riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol atau kelainan darah yang menjadi kontradiksi infeksi intramuscular. 

"Adanya kelainan penyakit kronis yang menurut petugas medis visa mengganggu imunasi," tutur pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini.

Kemudian subjek yang memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun, memiliki riwayat penyakit epilepsi/ayan atau penyakit gangguan saraf, dan mendapat imunisasi apapun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam 1 bulan ke depan. 

"Terakhir berencana pindah dari wilayah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai," sebutnya. 

Terkait jumlah sasaran dan pelaksanaan vaksinasi, dibuat kategori dari jumlah seluruh penduduk Kota batam 1.421.960 orang. Dengan jumlah estimasi sasaran penduduk usia 18-59 tahun 875.911 orang, jumlah sasaran nakes 2716 orang, lalu jumlah vaksinator 1045 orang yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. 

"Dan jumlah kader/tenaga lainnya yang membantu ada 780 orang," ucapnya.

Jadwal Vaksinasi Corona di Batam

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Arif Fadillah mengaku akan mengeluarkan surat edaran Gubernur terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikannya saat menerima kedatangan vaksin Covid-19 di Kargo Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang, Kamis, (7/1/2021).

Arif kembali mengatakan, Gubernur Kepri, Isdianto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta Tenaga Kesehatan akan menerima Vaksinasi Covid-19, tanggal 14 Januari 2021

"Proses izin BPOM sedang berjalan, kemungkinan akan kita dapatkan sebelum tanggal 13 Januari ini. Berdasarkan zoom meeting kita kemarin diperkirakan tanggal 13 Presiden dan jajaran Menteri akan divaksinasi terlebih dahulu," ujarnya.

Vaksinasi kepada Bupati, Wali Kota dan Forkopimda di wilayah Provinsi Kepri, akan dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2021 mendatang.

Baca juga: RSKI Covid-19 Galang Tunggu Vaksin Virus Corona, Tampung 2 Pasien Positif Baru

Pendistribusian vaksin covid-19 untuk wilayah Kepri nantinya akan dimulai dari area yang terdekat yaitu Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kota Batam.

"Untuk Karimun dan Lingga akan diantar menggunakan kapal khusus yang nantinya dikawal oleh pihak aparat TNI/Polri dan Satpol PP. Kemudian, Anambas dan Natuna yang paling jauh akan kita titipkan melalui pesawat udara," katanya.

Vaksin Sudah Tiga di Kepri

Vaksin Covid-19 gelombang ke 2, akhirnya tiba di Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang, Kepri, Kamis (7/1/2021), sekira pukul 12.30 WIB.

Meski proses pengangkutan saat itu diguyur hujan lebat, namun pihak aparat TNI/Polri tampak ketat melakukan pengawalan. Dari vaksin Covid-19 tiba hingga menuju tempat penyimpanannya.

Pantauan Tribunbatam.id, tampak Sekretaris Daerah Kepri, TS Arif Fadillah dan Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri menyaksikan proses pengangkatan vaksin Covid-19 ke dalam 1 unit mobil box mini.

Selanjutnya, vaksin Covid-19 itu akan dibawa ke gudang penyimpanan vaksin, Jalan Kesehatan, belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang.

"Vaksin yang datang gelombang ke 2 ini ada sebanyak 12.250, sehingga total yang diterima Kepri menjadi 25.250 vaksin," sebut Sekda Kepri, Arif Fadillah kepada Tribunbatam.id.

Baca juga: Vaksin Covid-19, Kadinkes Batam Tunggu Instruksi Pusat, Tenaga Kesehatan Prioritas

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Picu 3 Reaksi, Ini Kata Menkes Budi Gunadi

Mengenai petunjuk teknis, Arif mengaku telah diterbitkan oleh pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Arif memberi tahu, saat ini telah dilakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 210 orang.

"Itu masih bersifat sementara, nantinya akan bertambah lagi petugas nakes menjadi 630 orang," ucapnya.

Ia menambahkan, jumlah tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksinasi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau ada sebanyak 15.000 orang.

"Saat ini kita hanya sedang menunggu jadwal penyuntikan vaksin saja dari pusat," tutupnya.

Kepri Dapat Jatah 1.480.000 Vaksin Covid-19

Sebelumnya diberitakan, 13 ribu Vaksin Covid-19 merek Sinovac dijadwalkan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Kepri, hari ini, Selasa (5/1/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri mengatakan, vaksin Covid-19 itu dikirim dari Jakarta menggunakan penerbangan pesawat Lion Air.

"Untuk tahap awal 13.000 vaksin yang akan datang. Nantinya akan dibagikan kepada petugas kesehatan (Nakes) sebanyak 12.666 yang ada di Provinsi Kepri," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kepada Tribunbatam.id.

Bisri menambahkan, total jumlah Vaksin Sinovac yang akan diterima Provinsi Kepri dari pusat sekitar 1.480.000 yang nantinya diperuntukkan sampai 15 bulan ke depan.

"Setelah mendapatkan petunjuk teknis dari Kemenkes, baru vaksin bisa dibagikan ke masyarakat. Perkiraan saya mungkin dilakukan di bulan April," jelasnya.

Bisri menyebutkan, hingga saat ini masih ada beberapa tahapan proses yang akan dilakukan. Nantinya vaksin Covid-19 ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Kepri setelah ada arahan dari pemerintah pusat.

Bagaimana teknis distribusi vaksin Covid-19 kepada masyarakat?

Bisri bilang, nantinya calon penerima vaksin Covid-19 akan dikirimkan pesan singkat (SMS) ke nomor teleponnya dari Pemerintah untuk ikut vaksinasi.

"Jadi melalui NIK kita yang terdata dan terdaftar di pusat, selanjutnya calon penerima yang akan divaksin, akan dikirim SMS terlebih dahulu. Saya sudah dapat SMS-nya tanggal 31 Desember kemarin," ujarnya.

Aparat Siaga di Bandara

Diberitakan, puluhan aparat gabungan TNI-POLRI masih menunggu kedatangan vaksin Covid-19 di area Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepri, Selasa (5/1/2021).

Hingga pukul 10.25 Wib, 13 ribu vaksin Covid-19 merek Sinovac yang diangkut pesawat Lion Air belum mendarat di Tanjungpinang.

Puluhan aparat gabungan ini nantinya akan mengawal proses pemindahan vaksin Covid-19 dari turun pesawat hingga menuju ke tempat penyimpanan.

Setelah vaksin Covid-19 tiba, vaksin tersebut segera disimpan di Instalasi Farmasi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib dan RSUD Kota Tanjungpinang.

Pantauan Tribunbatam.id di lokasi, terlihat Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana, dan Kadinkes Kepri saat ini, M Bisri telah tiba di Cargo Bandara RHF Tanjungpinang.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Tanjungpinang, Bakal Disambut Gubernur Kepri, Puluhan Aparat Gelar Apel

Baca juga: Gubernur Kepri Siap Disuntik Pertama, Berikut Kelompok Tak Boleh Divaksin Covid-19

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik kedatangan 13 ribu vaksin Covid-19 di Tanjungpinang.

Ketua IDI Kepri, Rusdani mengatakan, walaupun vaksin Covid-19 telah datang, IDI tetap menunggu hingga izin vaksin dari BPOM keluar.

"Kita tetap mengikuti arahan pusat sampai ke daerah. Kami tidak vaksin sampai izin dari BPOM keluar dulu," ujarnya.

Pernyataan ini ditegaskannya, bukan menolak kedatangan atau kehadiran vaksin. Hanya saja para dokter tetap menunggu terlebih dahulu keluarnya izin BPOM.

"Jadi kami IDI tidak pernah menolak vaksin tersebut, malah ini harapan kami juga. Namun harus ada izin BPOM dahulu," ujarnya.

Ditanyakan, bagaimana saran dari IDI Kepri mengenai keraguan dan ketakutan masyarakat saat vaksin akan diberikan?

"Dari kami tentu bila izin BPOM telah keluar, akan ada statement dan sosialisasi dari IDI kepada masyarakat," jawabnya.

Vaksin Covid-19 Hari Ini Tiba di Tanjungpinang

Diberitakan, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto dijadwalkan akan menyambut kedatangan 13 ribu vaksin Covid-19 merek Sinovac di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Selasa (5/1/2021).

Belasan ribu vaksin Covid-19 itu akan tiba di Kepri hari ini, diangkut pesawat Lion Air JT 620 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Pantauan Tribunbatam.id di lapangan, puluhan aparat TNI-POLRI terlihat melakukan apel pengamanan pengawalan vaksin yang akan tiba pagi ini di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Apel digelar di depan halaman cargo terminal building RHF Tanjungpinang.

Terlihat dua unit kendaraan dari Brimob Polda Kepri telah terparkir untuk mengawal vaksin menuju tempat penyimpanan.

Sementara Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP
Teuku Fazrial Kenedy memberikan arahan kepada personel terkait pengawalan vaksin.

Sampai berita ini ditulis, apel masih berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, setelah vaksin Covid-19 tiba, vaksin tersebut segera disimpan di Instalasi Farmasi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib dan RSUD Kota Tanjungpinang.

Gubernur Kepri Isdianto akan meminta pihak kepolisian mengawal proses pemindahan vaksin Covid-19 dari turun pesawat hingga tersimpan rapi di instalasi farmasi.

Sambil menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat terkait jadwal vaksinasi masyarakat, Isdianto memastikan vaksin tersebut baik bagi masyarakat.

"Insyaallah vaksin ini baik bagi masyarakat. Begitu tiba instruksi dari pusat untuk vaksin, saya pastikan saya yang pertama akan divaksin terlebih dahulu.

Karena, saya ingin benar-benar memastikan vaksin itu baik bagi kesehatan masyarakat. Setelah saya divaksin, baru masyarakat yang divaksin," tutur Isdianto.

Isdianto berharap, wabah COVID-19 dapat segera berakhir. Mengingat, sudah ditemukannya vaksin untuk menekan angka penularan virus asal China itu.

"Vaksin sudah ditemukan, kita harap wabah ini segera berakhir. Kasihan masyarakat, kalau COVID-19 ini tidak berakhir," pungkas Isdianto. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved