Breaking News:

BURSA KAPOLRI

Mahfud: Presiden Belum Serahkan Nama Kapolri ke DPR, Amien Rais Yakin Komjen Listyo Sigit Prabowo

Nama Calon kapolri masih menjadi misteri, sejauh ini banyak sepekulasi tebak-tebak buah manggis siapa yang akan jadi Kapolri

Editor: Eko Setiawan
KOMPAS.com
Calon Kapolri. Atas dari kiri ke kanan: Gatot Eddy Pramono dan Arief Sulistyanto. Bawah dari kiri ke kanan: Agus Andrianto, Boy Rafli Amar, dan Listyo Sigit. Inilah daftar harta kekayaan lima calon Kapolri yang diajukan kepada Jokowi. Harta kekayaan Arief Sulistyanto paling banyak 

TRIBUNBATAM.id | JAKARTA - Sejauh ini banyak yang menjadi daftar calon Kapolri yang beredar di Indonesia.

Bahkan nama sejumlah Polisi Bintang Tiga sudah disandingkan satu paket manjadi Kapolri dan Wakapolri.

Junior dan senior seolah bersaing menuju kursi Tribrata 1.

Siapakah sosok yang nantinya akan di tunjuk oleh Jokowi.

Namun banyaknya nama yang beredar sejauh ini masih menjadi spekulasi saja.

Hal itu disampaikan Menteri Kordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkoplhukam) Mahfud MD dalam akun twitternya @mohmahfudmd, dikutip Tribunnews.com, Selasa, (12/1/2021).

Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua Kompolnas mengatakan bahwa sampai saat ini presiden belum mengirimkan Surat Presiden (Surpres) berisi calon Kapolri ke DPR.

Presiden kata Mahfud, saat ini masih terus mempertimbangkan secara seksama orang yang akan memimpin korps baju cokelat tersebut.

"Belum ada yang tahu siapa calon Kapolri kita, sebab Presiden masih terus mempertimbangkan secara seksama siapa yang paling tepat untuk jabatan tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo buka suara soal nama dirinya yang masuk sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI (Kapolri), menggantikan Jenderal Idham Aziz.

Listyo mengaku tak tahu soal berembusnya isu itu.

"Karena tidak jelas sumbernya, jadi saya bilang itu hoaks saja," kata Listyo kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Mantan Kadiv Propam Polri itu mengatakan yang terpenting sekarang adalah melaksanakan tugasnya sebagai Kabareskrim

"Bekerja secara profesional, melakukan pembenahan internal agar bisa melakukan penegakan hukum secara tegas, humanis, transparan, bisa memberikan rasa aman dan memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan untuk masyarakat dan lebih dipercaya masyarakat," pungkasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved