Sabtu, 25 April 2026

Air Laut Pasang, Belasan Rumah di Singkep Pesisir Lingga Terendam Banjir Rob

Banjir rob yang terjadi sejak dini hari itu, Rabu (13/1) membuat aktivitas warga sebagai pengolah ikan teri lumpuh. Sebagian mengungsi ke tempat lain

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Air Laut Pasang, Belasan Rumah di Singkep Pesisir Lingga Terendam Banjir Rob. Foto personel Polres Lingga membantu mengevakuasi barang perabotan milik warga Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir Lingga, Rabu (13/1/2021) yang terdampak banjir 

Sementara itu, hujan deras di Lingga membuat kebun warga Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep terendam air.

Hujan di Lingga diketahui terjadi sejak Sabtu (9/1) membuat aliran air di Sungai Serayak meluap hingga ke kebun warga.

Seorang warga Desa Batu Berdaun, Taria mengatakan, sebagian warga desa merasa resah setiap musim hujan datang.

Aliran air akhirnya meluap dari jembatan Sungai Serayak.

"Dampaknya kami jadi gagal panen dan mengalami kerugian,” ungkap Taria, Senin (11/1/2021).

Menurutnya, kejadian tersebut sudah lama dialami oleh warga Desa Batu Berdaun, termasuk dirinya.

Ia bersama warga memohon kepada pemerintah untuk membuat parit atau drainase yang besar supaya air sungai tidak meluap lagi.

Warga Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Taria.
Warga Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Taria. (TribunBatam.id/Istimewa)

"Baru hujan satu hari saja air sudah meluap ke halaman rumah dan kebun-kebun warga.

Apalagi kalau sudah sempat hujan tiga atau empat hari mungkin sudah kayak laut di sini,” tuturnya.

Kepala BMKG Dabo, Sahat Mauli Pasaribu memprediksi cuaca untuk Selasa (12/1), pukul 07.00 WIB, akan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan, ia turut mengimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Lingga yang diakibatkan awal Cumulonimbus.

Waspada potensi banjir terjadi di wilayah Lingga akibat akumulasi curah hujan yang terus menerus dan daerah yang resapan airnya kurang baik, pinggiran sungai yang dangkal, serta drainase yang tidak baik," sebut Sahat.

"Perairan Lingga, arah angin Barat Laut hingga Timur Laut, kecepatan angin 04 km/jam hingga 29 km/jam. Gelombang dikisaran 1,25 hingga 4 meter dan masuk kategori sedang," jelas Sahat.

Imbas Cuaca Ekstrem di Anambas

Feri MV Putri Anggreni 05 akhirnya membatalkan keberangkatannya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved