LINGGA TERKINI
Meski Ombak Besar, Nelayan Pulau Medang Lingga Tetap Melaut: Banyak Alat Tangkap Hilang
Para nelayan di Pulau Medang Lingga terpaksa melaut meski ombak besar, demi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Meski ombak besar, nelayan Pulau Medang Lingga tetap melaut: banyak alat tangkap hilang.
Air laut pasang besar kembali terjadi di wilayah Lingga Kepri baru-baru ini.
Akibatnya sejumlah rumah warga di Lingga terendam banjir. Selain air laut pasang, hujan disertai angin kencang juga turut diwaspadai, karena bisa menyebabkan gulungan ombak yang menerjang wilayah pesisir.
Ada pun wilayah pesisir yang terdampak langsung terjangan ombak, yakni Kecamatan Katang Bidare, Singkep Pesisir, Kepulauan Posek, dan Kecamatan Senayang.
Terkait hal ini, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pulau Medang, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga melakukan patroli keliling di sekitar wilayah tangkap nelayan tradisional, Selasa (12/1/2021).
Baca juga: Nekat Melaut saat Cuaca Buruk, Empat Nelayan Anambas Hilang, Kini telah Ditemukan
Itu dilakukan untuk memastikan keselamatan nelayan. Pasalnya lautan adalah tempat mencari nafkah para nelayan.
Jika dilarang melaut, mereka tak bisa mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Ketua Pokmaswas Pulau Medang, Kamarudin mengatakan, dari pengawasan yang mereka lakukan, banyak nelayan kehilangan alat tangkap.
“Karena memang mereka terpaksa melaut, namun saat melaut ternyata bubu dan alat tangkap lainnya hilang terbawa arus,” kata Kamarudin.
Kamarudin berharap, pemerintah bisa ambil peduli dengan masyarakat Desa Pulau Medang, yang perekonomiannya hanya berasal dari hasil laut.
"Banyak bubu nelayan hilang terbawa arus. Maka dari itu, kita mendorong pemerintah bisa membantu para nelayan, khususnya di Kampung Medang, dengan bantuan alat tangkap ikan yang memadai," ucapnya.
Nekat melaut saat cuaca buruk
Di Anambas, empat nelayan Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur, akhirnya ditemukan setelah dikabarkan hilang pada Jumat (8/1/2021) lalu.
Para nelayan itu ditemukan Tim SAR dalam kondisi selamat
Empat nelayan tersebut masing-masing Widi sebagai nakhoda, dan Yanto, Putra, dan Uwen sebagai Anak Buah Kapal (ABK) diketahui melaut sejak 4 Januari 2021.
Lebih kurang seminggu mereka berada di tengah laut, ditambah lagi kondisi cuaca di Kepulauan Anambas yang cukup ekstrem, dengan cuaca dan gelombang tinggi.
Baca juga: Cuaca Buruk, Kapal Bermuatan Sembako Tenggelam di Perairan Lingga, Tujuh Orang Selamat
Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Bermuatan BBM Tenggelam di Perairan Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1301pokmaswas-lingga.jpg)