Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Minimalkan Risiko, Warga Batam Harus Sehat saat Akan Divaksin Covid-19 

Warga Batam yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 harus memastikan dirinya dalam kondisi sehat.

Tayang:
IST
Warga Batam yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 harus memastikan dirinya dalam kondisi sehat. FOTO: ILUSTRASI VAKSIN 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Batam yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 harus memastikan dirinya dalam kondisi sehat.

Hal ini agar tidak ada efek samping yang membahayakan penerima vaksin.

"Tenaga medis harus pastikan dulu kesehatan penerima vaksin. Teknisnya di Dinkes sebab sudah ada data siapa saja yang berhak menerima vaksin. Kalau ada penyakit bawaan gimana nanti, apakah masih boleh divaksin atau tidak," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.

Diakuinya untuk efek samping saat ini masih biasa, dan tidak menimbulkan kematian.

Vaksin yang akan digunakan adalah merek Sinovac. 

Vaksin akan dikirim ke Batam dari Tanjungpinang untuk Januari ini sebanyak 6.000 dosis.

"Satu orang divaksin dua kali dengan jarak 14 hari. Itu informasi dari Dinkes," tuturnya.

Baca juga: 700 Tenaga Kesehatan RS Awal Bros Bakal Dapat Vaksin Corona, Total 5.700 di Batam

Rudi menyebutkan untuk penerima vaksin pertama adalah Forkopimda, tokoh agama, dan jajaran tenaga medis, dan pejabat daerah.

Sebelum divaksin, nanti akan dipastikan kesehatan penerima terlebih dahulu.

"Saya, Pak Wakil, Pak Sekda, Ketua DPRD, Kepala Kemenag, dan Forkopimda yang hadir sosialisasi vaksin siap divaksin. Sedangkan untuk masyarakat menunggu kebijakan selanjutnya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan persiapan vaksin tinggal menunggu kedatangan vaksin dari Tanjungpinang. Untuk penerima vaksin sudah disiapkan.

"Forkopimda ikut. Kalau di lingkungan pemerintah Batam itu Pak Wali, Pak Wakil, Sekda, dan tokoh agama, termasuk tenaga medis," ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar mengatakan siap untuk divaksin pada 15 Januari nanti.

Ia mengaku dalam keadaan sehat, dan tidak memiliki penyakit bawaan, sehingga sangat siap untuk divaksin.

"Kalau pengecekan kesehatan rutin sudah. Namun nanti kalau memang diperlukan saya cek kesehatan lagi. Agar saat divaksin besok saya tidak ada masalah dengan kesehatan,” ujarnya. 

Rudi Siap Divaksin Pertama di Batam

WaliKota Batam, Muhamamd Rudi mengaku siap untuk menjalani vaksinasi untuk pertama ketika proses vaksinasi dimulai.

"Saya mau saja divaksin. Karena ini untuk kebaikan kita juga, jadi saya juga ingin jadi contoh bagi masyarakat agar mereka yang sudah didata dan prioritas untuk divaksin tidak ada penolakan," ujarnya, Selasa (12/1/2020).

Diakuinya banyak beredar isu negatif perihal vaksin Covid-19. Menanggapi hal tersebut, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berfikir negatif mengenai vaksin Covid-19 yang akan segera didistribusikan ke daerah. 

"Bapak, ibu sekalian jangan mendengar isu-isu negatif. Saya minta juga jangan ada yang menyebarkan informasi hoaks mengenai vaksin ini. Tidak mungkin pemerintah memberikan sesuatu yang merugikan masyarakat," ujar Rudi 

Perlu bantuan semua orang, untuk mengedukasi semua orang terkait vaksin ini. Rudi mengaku siap untuk divaksin pertama agar masyarakat bisa yakin dan tidak ada penolakan saat vaksinasi berjalan nantinya.

Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam bisa tumbuh 6-7 persen. Hal ini bisa terealisasi jika covid-19 berhasil diatasi. Menurut kehadiran vaksin ini diharapkan bisa menjadi solusi, sehingga perekonomian bisa segera pulih.

"Kalau vaksin tiba Januari, selanjutnya Februari bisa segera dijalankan. Mudah-mudahan April bisa selesai, sehingga semester kedua kita sudah bisa bebas Covid-19 dan kondisi kembali pulih," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Batam Dilakukan Secara Simbolis Jumat Mendatang

Sementara vaksin datang, masyrakat diminta tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sebab sampai saat ini kasus terus bertambah, tidak menutup kemungkinan kasus menyentuh angka lima ribu akhir tahun ini.

"Harus cepat diatasi ini. Kalau lama pertumbuhan ekonomi tak akan baik, dan pembangunan tak bisa dilanjutkan," terangnya.

Rudi menegaskan akan menegakkan aturan terkait penertiban pelanggar protokol kesehatan. Dalam waktu dekat ini akan kembali rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar aturan ini benar-benar bisa ditegakkan.

"Keputusan tak bisa diambil sendiri ini. Jadi saya akan rapatkan dulu, kalau memang tak bisa juga pakai cara yang selama ini kita lakukan, mungkin perlu peningkatan sanksi," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk total jatah vaksin dan jenis yang akan diterima tergantung dari pusat. Ia menegaskan untuk Batam sendiri sudah pasti kebutuhan paling banyak bila dibandingkan dengan daerah di Kepri lainnya.

"Targetnya kita mau semua yang divaksin. Namun kan ada ketentuan baik usia maupun mereka yang memilki risiko terpapar seperti tenaga medis dan tim keamanan,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam.

Diakuinya pemerintah daerah hanya menunggu dari pusat saja. Untuk pendistribusian vaksin juga harus diperhatikan, sebab vaksin harus disimpan di dalam suhu tertentu agar tidak rusak.

"Ini penting. Jadi kita harus siapkan dulu fasilitasnya. Nanti akan kami bahas bersama Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam," ujarnya.  (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved