Rabu, 6 Mei 2026

ANAMBAS TERKINI

Nekat Melaut saat Cuaca Buruk, Empat Nelayan Anambas Hilang, Kini telah Ditemukan

Sempat dikabarkan hilang, empat nelayan Anambas yang melaut sejak 4 Januari lalu akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Nekat melaut saat cuaca buruk, empat nelayan Anambas hilang, kini telah ditemukan. Tim Basarnas saat membawa pompong nelayan yang sempat dikabarkan hilang dan akhirnya ditemukan, baru-baru ini. Kondisi nelayan selamat 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Nekat melaut saat cuaca buruk, empat nelayan Anambas hilang, kini telah ditemukan.

Empat nelayan Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur, Anambas akhirnya ditemukan setelah dikabarkan hilang pada Jumat (8/1/2021) lalu.

Para nelayan itu ditemukan Tim SAR dalam kondisi selamat

Empat nelayan tersebut masing-masing Widi sebagai nakhoda, dan Yanto, Putra, dan Uwen sebagai Anak Buah Kapal (ABK) diketahui melaut sejak 4 Januari 2021.

Lebih kurang seminggu mereka berada di tengah laut, ditambah lagi kondisi cuaca di Kepulauan Anambas yang cukup ekstrem, dengan cuaca dan gelombang tinggi.

Baca juga: Cuaca Buruk, Kapal Bermuatan Sembako Tenggelam di Perairan Lingga, Tujuh Orang Selamat

Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Bermuatan BBM Tenggelam di Perairan Lingga

Akhirnya Tim SAR turun melakukan pencarian terhadap empat nelayan yang hilang kontak tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Mexianus Bekabel ketika dihubungi melalui sambungan telepon, membenarkan adanya kapal nelayan yang hilang.

"Satu pompong itu empat orang pergi melaut dan diterpa badai karena ketinggian gelombang saat ini mencapai 6 meter.

Basarnas dan Tim SAR datang ke lokasi setelah mendapat koordinat kapal nelayan itu," ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Mexianus kepada Tribun Batam, Rabu (13/1/2021).

Sementara posisi nelayan ini diketahui setelah Radio Antar Penduduk mendapatkan lokasi nelayan.

"Saat ini mereka sudah dijemput dan akan dipulangkan ke tempatnya masing-masing," kata Mexianus.

Dua Kapal Tenggelam di Lingga

Sementara itu di Lingga, kapal pompong bermuatan sembako tenggelam di Perairan Lingga, Senin (11/1/2021) sore.

Beruntung, nakhoda dan penumpang kapal yang berjumlah tujuh orang selamat dalam insiden kecelakaan laut tersebut.

Tenggelamnya kapal bermuatan sembako ini menambah daftar kapal tenggelam di Perairan Lingga akibat cuaca buruk di awal tahun 2021.

Pasalnya pada hari yang sama, berdasarkan informasi dari Satpolairud Polres Lingga, insiden kapal tenggelam juga terjadi pada kapal bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kapal mengangkut BBM ini tenggelam di perairan Tanjung Datuk, Lingga.

Sementara kapal sembako dengan kapasitas muatan sekitar 1 ton, tenggelam di Perairan Tanjung Sembilang, Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Lingga.

Kapal sembako ini awalnya hendak menuju Desa Busung Panjang, Kecamatan Kepulauan Posek, Lingga.

Namun mengalami kecelakaan laut di perairan Tanjung Sembilang.

Kasat Polairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga. Kecelakaan laut itu terjadi sekira pukul 17.00 wib.

Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Bermuatan BBM Tenggelam di Perairan Lingga

Setibanya di lokasi, nakhoda beserta enam penumpang kapal pompong telah berhasil diselamatkan warga Tanjung Sembilang.

“Korbannya ada tujuh orang, termasuk kapten kapal pompong, dan Alhamdulilah semuanya selamat.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Umum, Desa Sungai Buluh," ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Dari keterangan para korban, penyebab karamnya kapal, karena cuaca buruk dan ombak tinggi.

"Kapal pompong juga melanggar kayu pancang kelong hingga mengakibatkan lambung kapal bocor di bagian belakang," katanya.

Dari kejadian tersebut, memang tidak ada korban jiwa, namun sayangnya kapal dan muatan barang sembako tidak bisa diselamatkan.

"Untuk pencarian kapal pompong, rencana hari ini. Karena kemarin (saat kejadian-red), terkendala kondisi cuaca yang sangat buruk dan sudah malam hari," ucap Thomas.

Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Berikut nama para korban yang berhasil selamat :

1. Salianto (25), selaku nakhoda
2. Jamaludin (48)
3. Bintang (17)
4. Rabiah (65)
5. Meli (42)
6. Murni (16)
7. Wulan (20)

Kapal bermuatan BBM tenggelam di Perairan Lingga

Diberitakan, kapal bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) dikabarkan tenggelam di perairan Tanjung Datuk, Lingga, Kepri, Senin (11/1/2021) lalu.

Kepala Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lingga, AKP H Thomas Charles dikonfirmasi awak media, membenarkan insiden kecelakaan laut itu.

Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Alhamdulillah, korban selamat setelah sekitar 3 jam terdampar di pulau kosong dan diselamatkan warga Desa Pulun serta dievakuasi ke kampungnya, di Desa Mentuda pada Selasa (12/1/2021)," kata Thomas Charles via pesan WhatsApp.

Baca juga: Diduga Korban Kapal Tenggelam di Batu Ampar Batam, Polisi Singapura Temukan Mayat Mengapung di Laut

Thomas menjelaskan, saat itu kondisi cuaca sedang buruk dan gelombang laut tinggi. Sehingga pencarian kapal menjadi terkendala.

"Mengenai kapal milik korban yang bermuatan BBM, akan kita cari dan evakuasi hari ini bersama instansi terkait. Kemarin tergendala cuaca buruk dan gelombang tinggi malam hari," ucap Thomas.

Ia melanjutkan, informasi awal kapal berangkat dari Desa Sungai Buluh membawa BBM untuk masyarakat Desa Mentuda.

Sesampainya di Tanjung Datuk, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan kapal karam dan penumpang berenang menuju pulau terdekat.

Thomas mengingatkan kepada pengguna transportasi angkutan laut maupun nelayan agar berhati-hati saat berlayar. Pasalnya belakangan ini cuaca sedang tidak bersahabat.

Sementara itu, Kepala BMKG Dabo, Sahat Mauli Pasaribu memprakiraan cuaca pada Selasa (12/1/2021) pada pantauan pukul 07.00 WIB, berawan tebal yang akan berpotensi hujan.

"Arah angin barat-utara kecepatan angin 04 km/jam hingga 29 km/jam.

Berlaku untuk perairan bagian Timur Laut Lingga. Gelombang di kisaran 2,50 hingga 4 meter.

Wilayah perairan Berhala tinggi gelombang 1,25 hingga 2,50 meter dan masuk kategori sedang," jelas Sahat.

(tribunbatam.id/Rahma Tika/Febriyuanda)

*Baca Juga Berita TRIBUNBATAM.id Lainnya di Google News
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved