Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

RSKI Galang Batam Pulangkan 18 Pasien Covid-19 

Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang memulangkan 18 orang pasien covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Suasana pemulangan pasien positif Covid-19 dari gedung perawatan isolasi RSKI Covid-19 Batam. Ilustrasi. 

Salah satu warga Taman Asri, Sekupang, Batam, Neni (38) masih belum yakin dengan keamanan vaksin Sinovac.

"Saya kemungkinan besar menolak kalau divaksin, karena masih belum merasa aman," ujar Neni ketika diwawancarai pada Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Minimalkan Risiko, Warga Batam Harus Sehat saat Akan Divaksin Covid-19 

Neni juga mengakui, kendati pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah di depan mata, namun ia masih tetap waspada akan penyebaran Covid-19.

Dirinya menyatakan tidak akan melonggarkan protokol kesehatan meski sudah ada vaksin.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Elisa Bonowati (47), menyatakan siap untuk divaksin.

Wanita yang merupakan kader Posyandu Bougenville 11, Sekupang, ini bersedia divaksin apabila dirinya berhasil melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

"Saya sih mau (divaksin), tapi karena kondisi tubuh, kayaknya nanti tunggu pemeriksaan aja. Saya ada penyakit darah tinggi soalnya," jelas Elisa.

Elisa berharap pemerintah dapat mendorong uji coba vaksin secara ketat, agar teruji keamanannya.

Menurutnya, jangan sampai vaksin yang dikeluarkan diuji secara terburu-buru, sehingga justru memberikan efek samping yang mengganggu kesehatan.

Warga lainnya yang tinggal di Mekar Sari, Sekupang, Batam, Tia Syahab (21), mengaku masih belum memahami seluk beluk vaksin Covid-19.

Kendati belum cukup yakin dengan keamanan vaksin serta efek sampingnya, namun Tia berharap vaksin setidaknya dapat mengurangi angka kematian.

"Jujur saya sebenarnya takut, dan saya nggak mau divaksin. Saya lebih memilih menjaga kesehatan dan berjaga jarak," ujar Tia.

Kurangnya informasi valid seputar vaksin Covid-19 memunculkan kecemasan tersendiri bagi masyarakat.

Fitri Amelia (22) mengaku berkaca dari pengalamannya sendiri, Fitri sempat merasa was-was akan adanya program vaksinasi dari pemerintah, setelah ia membaca informasi yang simpang siur di sosial media.

Oleh karenanya, dibandingkan memproleh vaksin, Fitri lebih memilih menjaga kesehatan dan imunitas tubuhnya, serta mempersenjatai diri dengan protokol kesehatan guna mencegah paparan Covid-19.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved