Selasa, 19 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Akses Jalan Utama ke Pusat Lingga Rusak Akibat Longsor, Dinas PU Diminta Turun tangan

Kepala Desa Bukit Langkap, Lingga Darmin membenarkan adanya longsor.Ia mengimbau warga hati-hati saat melintas di akses jalan ke pusat Lingga itu

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Akses jalan utama ke pusat Lingga rusak akibat longsor, Dinas PU diminta turun tangan. Foto akses jalan di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, rusak akibat longsor 

Satu di antara daerah yang terkena banjir rob di wilayah Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

Sejumlah rumah warga di Batu Berdaun terendam banjir. Sedikitnya 31 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Batu Berdaun sejak Rabu (13/1/2021) sampai hari ini Kamis (14/1/2021).

Kepala Desa (Kades) Batu Berdaun, Zainal mengatakan, daerah warga yang terkena banjir tersebut, yakni Kampung Baru dan Kampung Boyan.

"Warga mulai mengungsi sejak kemarin (Rabu), kira-kira pukul 10.00 WIB. Semua yang terdampak 54 KK, namun yang baru mengungsi di sini 31 KK," kata Zainal kepada Tribunbatam.id, Kamis siang.

Zainal melanjutkan, ada sebagian rumah yang terendam banjir, dan ada beberapa rumah yang rusak berat akibat terjangan gelombang laut.

"Mereka berusaha membuang air parit, dan juga membuat bendungan. Namun, kita tidak bisa melawan alam, hanya bisa berupaya.

Saya telah menyampaikan kepada pihak warga, agar mengungsi dulu sampai arus laut benar-benar kembali normal," terang Zainal.

Warga Kampung Boyan dan Kampung Baru mengungsi ke Kantor Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pascarumahnya terendam banjir rob sejak Rabu (13/1/2021)
Warga Kampung Boyan dan Kampung Baru mengungsi ke Kantor Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pascarumahnya terendam banjir rob sejak Rabu (13/1/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

Zainal berharap, agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa mengupayakan pembangunan di pantai, agar kejadian ini tidak terulang kembali.

"Semoga bisa dibangun tembok pemecah gelombang, kira-kira yang dibutuhkan 6 kilometer," ucap Kades Batu Berdaun itu.

Sementara itu, ia menaksir kerugian yang dialami warga terdampak lebih kurang Rp 100 juta dari musibah itu.

Dari informasi yang dihimpum TribunBatam.id, ada beberapa bantuan baik itu dari Kabupaten, donatur, dari desa, pihak Puskesmas dan kecamatan sudah tersalurkan.

Selain itu, juga telah didirikan sebuah posko bencana dari Kemensos, tepatnya di depan pengungsian warga.

Cerita Warga

Seorang warga Kampung Boyan, Ismawati menceritakan kejadian banjir rob tersebut bermula saat Rabu dini hari kemarin.

"Sekitar pukul 03.00 WIB, air itu sudah meluap masuk dalam rumah kami. Hingga pukul 05.00 WIB, air sudah mencapai paha, saat itu situasi juga hujan," ungkap Ismawati kepada tribunbatam.id.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved