Selasa, 21 April 2026

Pendukung Donald Trump Bunuh Diri di Ruang Bawah Tanah Usai Trump Dimakzulkan

Dalam panggilan darurat ke 911, sang istri mengatakan ada "darah di mana-mana." Dia juga memberi tahu operator panggilan bahwa dia sedang mencari senj

Editor: Eko Setiawan
AFP/Brendan Smialowski
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menemui pendukungnya tidak jauh dari Gedung Putih Rabu, 6 Januari 2021 sebelum terjadi kerusuhan di Capitol Hill Gedung Kongres AS. 

TRIBUNBATAM.id |AMERIKA - Presiden Amerika Donald Trump Akhirnya di Makzulkan.

pemakzulan Trump ini berbuntut bunuh diri yang dialakukan oleh pendukungnya.

Diketahui, seorang pendukung Trump bunuh diri di ruangan bawah tanah.

Seorang pendukung Donald Trump ditemukan tewas di ruang bawah tanah rumahnya.

Baca juga: Penampakan Mobil AC Pertama di Dunia, Dulu Sempat Tak Laku Kini Populer

Baca juga: Foto-foto Jenazah Haji Permata Tiba di Batam, Disambut Warga

Dia diduga bunuh diri, beberapa hari setelah ditangkap dalam kerusuhan di Gedung Capitol Amerika Serikat.

Jasad Christopher Stanton Georgia, ditemukan oleh istrinya di rumah mereka di Alpharetta, Georgia, pada Sabtu pagi (9/1/2021) melansir Mirror.

Dalam panggilan darurat ke 911, sang istri mengatakan ada "darah di mana-mana." Dia juga memberi tahu operator panggilan bahwa dia sedang mencari senjata.

"Suamiku sudah meninggal," tambahnya, menurut laporan polisi yang dilihat oleh The Sun.

Georgia meninggal karena luka tembak, menurut kantor pemeriksa medis kepada afiliasi NBC 11Alive dan The Atlanta Journal-Constitution.

Dua senapan SKS semi-otomatis dikeluarkan dari rumah pria 53 tahun itu oleh petugas.

Georgia telah didakwa atas keterlibatannya dalam pembobolan rusuh di gedung pemerintah Washington Rabu lalu.

Pendukung Trump rusuh di Gedung Capitol
Pendukung Trump rusuh di Gedung Capitol (AFP PHOTO/JOSEPH PREZIOSO)

Dokumen pengadilan menjelaskan bagaimana Georgia tetap berada di luar setelah jam malam pukul 6 sore di Washington. Aturan itu diberlakukan oleh penegak hukum setempat sebagai reaksi atas kerusuhan tersebut.

Dia mendapat hukuman maksimum hingga 180 hari penjara dan/atau denda 1.000 dollar AS (Rp 14 juta).

Pria yang pernah mencari nafkah dengan menjual hiasan rambut ini, diketahui sempat menjadi manajer regional di perusahaan perbankan North Carolina BB&T.

“Saya tidak pernah mendengar dia berbicara buruk kepada siapa pun tentang siapa pun,” kenang tetangganya, Jace Carreras mengatakan kepada The Sun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved