Analisa Rupiah Besok Melemah, Tergerus Penguatan Dollar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa 19 Januari 2021
Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda ini ditutup di Rp 14.080 per dolar AS atau melemah tipis 0,09%.
Mata Uang Asia
Nilai tukar rupiah melemah pada awal pekan ini. Senin (18/1), kurs rupiah spot ditutup pada Rp 14.070 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah spot tersebut melemah 0,36% ketimbang posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.020 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah 0,09% ke Rp 14.080 per dolar AS.
Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia menggelar intervensi rupiah di pasar spot antarbank, baik secara langsung maupun lewat broker.
"Lonjakan kasus harian corona baru-baru ini hingga melewati lebih dari 10.000 kasus per hari dan aliran pasar obligasi yang lebih hati-hati bisa menjadi penekan sentimen jangka pendek," kata Yanxi Tan, foreign exchange strategist Malayan Banking Bhd di Singapura kepada Bloomberg.
Pelemahan kurs rupiah hari ini pun beriringan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia.
Hanya won yang melemah lebih dalam daripada rupiah. Pelemahan won hingga sore ini mencapai 0,41%.
Di kawasan Asia, hanya mata uang dolar Taiwan, yen, dan dolar Hong Kong yang menguat terhadap the greenback.
Prediksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) menguat pada perdagangan Senin (18/1/2021), inilah prediksi IHSG besok.
Pada perdagangan hari ini,IHSG menguat 0,26% atau naik 16,42 poin ke level 6.389,83.
Meski sempat menyentuh titik terendah, IHSG bangkit menguat di level tertinggi yakni 6.428,31.
Mengutip data RTI, lima dari 10 sektor menguat.
Sektor yang menguat adalah sektor barang-barang konsumsi, manufaktur, aneka industri, keuangan, dan perdagangan. Masing-masing sektor menguat 2,22%, 1,11%, 0,95%, 0,41% dan 0,33%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-menguat.jpg)