Rencana Demo KKSS di DJBC Kepri Soal Haji Permata, Polda Kepri Koordinasi dengan TNI

Meski tak mengeluarkan STTP terkait demo KKSS di DJBC Kepri soal Haji Permata, Polda Kepri tetap berkoordinasi dengan TNI terkait pengamanan demo

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Rencana demo KKSS di DJBC Kepri soal Haji Permata, Polda Kepri koordinasi dengan TNI. Foto Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rencana demo KKSS di DJBC Kepri soal Haji Permata, Polda Kepri koordinasi dengan TNI.

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Batam rencananya akan menggelar demo di DJBC Kanwil Kepri di Karimun, Rabu (20/1/2021). Itu terkait tewasnya pengusaha Batam, Haji Permata.

Dimintai tanggapannya, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart mengatakan, terkait rencana tersebut, pihaknya tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

"Kita tidak memberikan izin, karena masih dalam kondisi covid 19," ujarnya pada Senin (18/1/2021).

Meski begitu, Harry menyebut pihaknya tetap berkoordinasi dengan TNI untuk pengamanan bagi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya di muka umum.

"Karena itu aksi penyampaian aspirasi dari masyarakat, makanya kami memberikan pengamanan,” jelas Harry.

Lebih lanjut ia berharap, agar penyampaian aspirasi di muka umum itu nantinya tetap mengedepankan protokol kesehatan serta menjaga suasana keamanan dan ketertiban (kamtibmas) tetap kondusif.

"Kami mengimbau dan berharap agar penyampaian itu disampaikan dengan humanis dan kepala dingin," ujarnya.

Beredar Kabar Bahar Meninggal

Di sisi lain, beredar kabar duka, seorang anak buah Haji Permata, Bahar yang ikut satu speed boat dengan almarhum, meninggal dunia, Senin (18/1/2021) siang di sebuah Rumah Sakit di daerah Kuala Tungkal.

Dikonfirmasi Tribunbatam.id, Ketua KKSS Batam, Masrur Amin tak memberikan jawaban pasti.

"Sebentar ya," katanya singkat, melalui jaringan gawai, sekira pukul 13.33 WIB, Senin (18/01/2021).

Hingga kini, Tribunbatam.id belum mendapatkan informasi pasti, terkait meninggalnya anggota almarhum Haji Permata itu.

KKSS Batam Rapat Jelang Demo Soal Haji Permata

Sebelumnya diberitakan, Paguyuban KKSS Batam menggelar rapat jelang demo di Kanwil DJBC Khusus Kepri di Karimun terkait tewasnya Haji Permata

Rapat teknis berlangsung di Hotel Oasis, Minggu (17/01/2021) sore. 

Terlihat halaman Hotel Oasis dipenuhi kendaraan warga KKSS, baik roda empat maupun roda dua. 

Tampak para warga paguyuban KKSS mengenakan masker, dan menjaga jarak di dalam loby Hotel Oasis. 

Rapat secara umum telah selesai dilakukan sekira pukul 17.36 WIB, dan sebagian jumlah warga KKSS sudah pulang.

Namun terpantau rapat masih berlanjut dengan para tetua atau petinggi dan pengurus inti KKSS masih berlanjut sampai saat ini, pukul 18.18 WIB.

Sebelumnya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS Batam bersama keluarga berencana aksi di Kantor Bea Cukai Karimun.

Mereka tak terima Haji Permata meninggal dunia diduga tewas akibat luka tembak.

Ketua KKSS Batam, Masrur Amin mengungkapkan dari hasil autopsi di RS Bhayangkara, terdapat tiga butir peluru yang bersarang di tubuh Haji Permata.

Dua pada bagia ulu hati, sementara satu pada bagian dada.

Seperti diketahui, Haji Permata meninggal dunia pada Jumat (15/1).

Almarhum merupakan mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sekaligus pengusaha yang pemilik Hotel Oasis di Kota Batam.

Baca juga: KKSS Karimun Tak Terima Haji Permata Tewas Ditembak Petugas Bea Cukai

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS Batam, Masrur Amin di rumah duka, Sabtu (16/1) malam.
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS Batam, Masrur Amin di rumah duka, Sabtu (16/1) malam. (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Setelah mendapat autopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri, jenazah dibawa ke rumah duka di Perumahan Bella Vista Residance, sekira pukul 19.20 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di TPU Air Raja, Sei Tering, Tanjung Sengkuang, Sabtu (16/01/2021)

"Saya sebagai Ketua KKSS Batam sangat bersedih dan sangat terpukul atas meninggalnya keluarga kita Haji Permata.

Beliau dalam kesehariannya sangat dekat dengan kita semua. Untuk itu, kami akan membalas dengan cara yang sesuai dengan koridor hukum," kata Masrur Amin.

Masrur kembali menegaskan, jalan yang ditempuh untuk meninggalnya Haji Permata adalah dengan jalur yang sesuai dengan koridor hukum dan tidak anarkis.

Sebagai langkah awal untuk melakukan permintaan pertanggung jawaban atas meninggalnya Haji Permata, KKSS Batam dan pihak keluarga akan melakukan aksi di Bea Cukai Karimun,

"Kami dari Batam kalau 1000 orang kami akan berangkat, karena pengurus kami di 12 Kecamatan semuanya ada.

Satu kecamatan saya minta 100 orang. Cuma ini kembali lagi kepada namanya protokol kesehatan tentang covid-19.

Haji Permata Meninggal Dunia, Keluarga dan Kerabat menunggu kedatangan jenazah di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (15/1/2021).
Haji Permata Meninggal Dunia, Keluarga dan Kerabat menunggu kedatangan jenazah di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (15/1/2021). (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Apakah kami diizinkan atau tidak. Karena surat permohonan pemberitahuan sudah dibuat oleh sekretaris saya.

Sekretaris saya buat surat permohonan pemberitahuan untuk melakukan aksi unjuk rasa ke Bea Cukai Tanjungbalai Karimun, Senin baru saya kirim," ungkapnya. 

Kemudian ia menambahkan, Rencananya aksi itu, akan digelar pada Rabu (20/1).

"Tapi mungkin jumlahnya akan kita batasi, kita akan mempertanyakan kenapa terjadi penembakan yang sangat brutal, yang sangat melanggar HAM berat.

Kenapa jenazah Haji permata tidak diserahkan ke pihak keluarga setelah tertembak.

Itukan menjadi pertanyaan mendasar yang seharusnya mereka jawab di pres rilis mereka," sebutnya

Masrur Amin belum bisa memastikan jumlah massa yang akan aksi di kantor Bea Cukai Karimun.

Mereka rencananya akan menggelar rapat teknis terlebih dahulu dengan pengurus lainnya.

Kedatangan jenazah Haji Permata
Kedatangan jenazah Haji Permata (TRIBUNBATAM/ARGIANTO)

"Kami belum tahu, karena rapat teknis dulu Minggu (17/1/2021)sekira pukul 3 sore di Hotel Oasis.

Apakah pihak yang berwajib akan memberikan kami toleransi tentang jumlah, tapi kalau mengikuti teman-teman dari setiap Badan Pengurus Cabang setiap kecamatan menginginkan minimal setiap kecamatan 100 orang, berarti dari 12 kecamatan ada 1200.

Tapi kalau dibatasi hanya 50 orang mungkin yang diturunkan ketua-ketua dan pentolan-pentolan yang kira-kira bisa berargumentasi sesuai dengan fakta yang kami dapatkan," imbuhnya.(tribunbatam/Alamudin/Muhammad Ilham)

baca berita terbaru Tribun Batam di google news

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved