TRIBUN WIKI
Mengenang Bos Nyentrik Bob Sadino, 'Saya Orang Bodoh, Tapi Itu Kekuatan Saya'
Mengenang Bos Nyentrik Bob Sadino. Orang mungkin tidak akan menyangka jika pria ini adalah pemilik dari 5 kerajaan bisnis dengan keuntungan triliunan.
Meski demikian, Bob tidak pernah menganggap bahwa belajar adalah hal yang sia-sia.
Dia hanya memiliki cara sendiri dalam menimba ilmu.
"Kita ngomong apakah belajar itu perlu. Saya enggak pernah bilang belajar itu enggak perlu. Saya juga enggak pernah bilang belajar itu enggak usah," kata Bob.
"Saya tidak punya basis, tidak sekolah. Saya ini orang bodoh. Nah, kebodohan ini yang menjadi kekuatan saya," katanya lagi.
"Ketika ada kebutuhan untuk tahu, saya mencari sendiri yang efektif, tidak general. Saya tidak perlu belajar ilmu kedokteran untuk bisa beternak ayam," imbuhnya.
Menurut Bob, kebebasan mengembara dengan pikiran adalah kekuatan seorang entrepreneur.
Dia menyebut, syarat pertama yang dituntut dari seorang entrepreneur adalah dia punya otak yang tidak terbatas, tidak tertekan apa pun, dan tanpa tekanan apa pun di pundaknya.
Baca juga: Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru yang Sederhana, Ikhlas Digaji Rp 22 Ribu per Bulan
Baca juga: Mengenang Bung Tomo, Sang Pembakar Semangat Arek-arek Suroboyo saat Petempuran
Makan asam garam kehidupan
Opini Bob yang keras soal pendidikan barangkali berasal dari pengalaman makan asam garam kehidupan yang telah ia lakoni.
Mengutip Harian Kompas, 24 September 2012, sebelum meniti karier sebagai pengusaha, Bob sempat bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi di Belanda dan Jerman.
Akan tetapi, pada 1967 ketika berusia 34 tahun, dia memilih keluar dari perusahaan itu.
Bob pulang ke Indonesia bersama karyawati Bank Indonesia Amerika Serikat, Soelami Soejoed, untuk menikah di Tanah Air.
Setelah menikah, Bob melarang istrinya bekerja.
Dia sempat menjadi sopir "taksi gelap" dengan mobil sedan hasil bekerjanya di Eropa, tetapi mobilnya tertabrak.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bob Sadino kemudian banting setir dan sempat menjadi kuli bangunan.
Kariernya sebagai pengusaha dimulai pada awal 1970-an, ketika itu seorang kawannya menyarankan agar Bob beternak ayam.