TRIBUN WIKI
Mengenang Bos Nyentrik Bob Sadino, 'Saya Orang Bodoh, Tapi Itu Kekuatan Saya'
Mengenang Bos Nyentrik Bob Sadino. Orang mungkin tidak akan menyangka jika pria ini adalah pemilik dari 5 kerajaan bisnis dengan keuntungan triliunan.
TRIBUNBATAM.id - Mengenang Bos Nyentrik Bob Sadino, 'Saya Orang Bodoh, Tapi Itu Kekuatan Saya'.
Memakai kemeja, bercelana pendek, dan sesekali mengenakan topi koboi, dia lah Bob Sadino.
Sosoknya sangat khas.
Untuk ukuran konglomerat berduit, gayanya terbilang sangat santai.
Orang mungkin tidak akan menyangka jika pria ini adalah pemilik dari 5 kerajaan bisnis dengan keuntungan triliunan.
Sesekali, Bob pernah berseloroh.
Baginya, setelan jas necis yang biasa dipakai para eksekutif justru membuatnya merasa telanjang.
Dia hanya akan mengenakan pakaian formal saat datang ke pemakaman.
Untuk itu, Bob lebih senang memakai 'seragam kebesarannya'.
Apa lagi kalau bukan celana pendek dan kemeja yang ujung kainnya dibiarkan tidak terjahit.
Dengan penampilan favoritnya itu, Bob hampir selalu tersenyum.
Dia memamerkan kumis putihnya yang gagah sembari menghirup asap tembakau dari pipa cangklong.
Itulah Bob Sadino.
Sejak kepergiannya 6 tahun silam, mana pernah kita jumpai lagi sosok nyentrik dan sederhana seperti dia?
Baca juga: Adu Harta Kekayaan 4 Konglomerat Pemilik Stasiun TV, Siapa Paling Tajir?
Baca juga: Tajir Melintir, Inilah 2 Sosok Konglomerat Wanita Terkaya di Indonesia
Bob Sadino meninggal dunia
19 Januari 2015 lalu, Bambang Mustari Sadino bin Sadino atau yang lebih dikenal dengan Bob Sadino meninggal dunia.
Kala itu, 19 hari dirinya terbaring di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Bob harus menjalani perawatan intensif karena komplikasi saluran pernapasan yang dideritanya.
Tepat pada tanggal 19, Bob mengembuskan napas terakhirnya.
Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Jeruk Purut, tempat yang sama dengan mendiang ayahnya dimakamkan.
Bob Sadino dikenal luas karena kesuksesannya sebagai pengusaha agrobisnis.
Dia adalah pemilik PT Boga Catur Rata, PT Kem Foods, PT Kem Farm, The Mansion, dan Kem Travel.
Semua perusahaan tersebut dirintis Bob dari nol.
Karena itu, Bob juga dikenal sebagai wiraswasta sukses, manajer kawakan, dan sempat pula menjadi pemain film.
Baca juga: 8 Konglomerat Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia, BCA hingga Bank Mega
Baca juga: 4 Konglomerat Indonesia yang Miliki Bisnis Rumah Sakit Mewah, Salah Satunya Ada di Batam
Tidak mengenyam perguruan tinggi
Bob Sadino lahir di Tanjung Karang, Lampung, pada 9 Maret 1933.
Selain sebagai pengusaha sukses, Bob juga dikenal karena opininya yang "keras" terhadap pendidikan di perguruan tinggi.
Bob pernah berkisah, jika berkuliah, dia tidak akan meraih kesuksesan sebagai pengusaha.
Karena itu, saat sebagian besar orang berlomba-lomba mengejar gelar dari berbagai perguruan tinggi, Bob mengaku beruntung tidak lama tinggal di kampus.
Menurut dia, di kampus, mahasiswa ibarat pemulung.
Mereka memunguti barang-barang yang kemudian memenuhi otak.
"Maka makin belajar, otak mereka semakin penuh," ujar Bob.
Baca juga: Mengenang Sosok Syekh Ali Jaber, Pendakwah Asal Madinah, Sudah Jadi Imam Masjid Sejak Usia 13 Tahun
Baca juga: Mengenang Kisah Heroik Riyanto Banser, Tewas Demi Jaga Misa Natal dari Ledakan Bom
Memiliki cara tersendiri
Meski demikian, Bob tidak pernah menganggap bahwa belajar adalah hal yang sia-sia.
Dia hanya memiliki cara sendiri dalam menimba ilmu.
"Kita ngomong apakah belajar itu perlu. Saya enggak pernah bilang belajar itu enggak perlu. Saya juga enggak pernah bilang belajar itu enggak usah," kata Bob.
"Saya tidak punya basis, tidak sekolah. Saya ini orang bodoh. Nah, kebodohan ini yang menjadi kekuatan saya," katanya lagi.
"Ketika ada kebutuhan untuk tahu, saya mencari sendiri yang efektif, tidak general. Saya tidak perlu belajar ilmu kedokteran untuk bisa beternak ayam," imbuhnya.
Menurut Bob, kebebasan mengembara dengan pikiran adalah kekuatan seorang entrepreneur.
Dia menyebut, syarat pertama yang dituntut dari seorang entrepreneur adalah dia punya otak yang tidak terbatas, tidak tertekan apa pun, dan tanpa tekanan apa pun di pundaknya.
Baca juga: Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru yang Sederhana, Ikhlas Digaji Rp 22 Ribu per Bulan
Baca juga: Mengenang Bung Tomo, Sang Pembakar Semangat Arek-arek Suroboyo saat Petempuran
Makan asam garam kehidupan
Opini Bob yang keras soal pendidikan barangkali berasal dari pengalaman makan asam garam kehidupan yang telah ia lakoni.
Mengutip Harian Kompas, 24 September 2012, sebelum meniti karier sebagai pengusaha, Bob sempat bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi di Belanda dan Jerman.
Akan tetapi, pada 1967 ketika berusia 34 tahun, dia memilih keluar dari perusahaan itu.
Bob pulang ke Indonesia bersama karyawati Bank Indonesia Amerika Serikat, Soelami Soejoed, untuk menikah di Tanah Air.
Setelah menikah, Bob melarang istrinya bekerja.
Dia sempat menjadi sopir "taksi gelap" dengan mobil sedan hasil bekerjanya di Eropa, tetapi mobilnya tertabrak.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bob Sadino kemudian banting setir dan sempat menjadi kuli bangunan.
Kariernya sebagai pengusaha dimulai pada awal 1970-an, ketika itu seorang kawannya menyarankan agar Bob beternak ayam.
Mengikuti saran temannya, Bob kemudian beternak ayam, dan menjadi pelopor peternak ayam broiler di Indonesia, serta usaha agrobisnis lainnya.

"Saya sendiri tidak tahu apa itu pengertian entrepreneur (wirausahawan). Dikatakan saya pionir, bisa jadi. Saya pionir dalam memperkenalkan telur dan ayam (broiler) untuk bangsa ini. Dampaknya besar. Pionir dalam memperkenalkan sosis dan daging olahan," kata Bob dalam wawancara dengan Harian Kompas.
"Yang geger, soal sayuran hidroponik, kan. Sampai Presiden (Soeharto) datang. Apa hebatnya, sih, Bob Sadino? Di Eropa, daging ayam, telur ayam (broiler) itu biasa. Sosis biasa. Tanaman hidroponik sudah 4.000 tahun lalu ditemukan di Babilonia. Bob Sadino hanya memperkenalkan itu. Begitulah kira-kira.," katanya lagi.
"Jadi, jika kita bicara entrepreneur, saya bingung juga. Ke mana kita kerucutkan. Semua orang bicara entrepreneurship. Semua bicara angka yang enggak karu-karuan," imbuhnya.
Bob Sadino di mata pengusaha
Mengutip Harian Kompas, 20 Januari 2015, kiprah Bob Sadino memberikan kesan khusus bagi kalangan pengusaha.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B Sukamdani menuturkan, dirinya beberapa kali bertemu dengan Bob Sadino.
”Salah satu yang berkesan, Pak Bob terlihat menikmati betul apa yang dia lakukan. Sederhana menjalankan usaha, termasuk dalam gaya hidupnya. Tak heran kita kerap melihatnya tampil ke mana-mana dengan celana pendek,” kata Hariyadi.
Di balik sikap yang terlihat tampil apa adanya, kata Hariyadi, Bob tekun mengelola dan menjaga betul kualitas produk.
"Beliau tidak agresif. Produknya memiliki segmentasi pasar yang khusus," katanya lagi.
Hariyadi menilai Bob seorang tokoh pengusaha yang murah berbagi pengetahuan, termasuk kepada para petani yang merupakan bagian dari rantai pasok usaha.
"Beliau selalu terbuka berbagi pengalaman," kata dia.
(*)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Mengenang Pengusaha "Nyentrik" Bob Sadino dan Perjalanan Hidupnya..."
Baca berita terbaru lainnya di Google!