Sabtu, 9 Mei 2026

BATAM TERKINI

Musibah di Batam, Dua Rumah di Kecamatan Sagulung Rusak Dihantam Angin Kencang

Musibah di Batam itu terjadi di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Senin (18/1) sekira pukul 11 siang.

Tayang:
TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Musibah di Batam, Dua Rumah di Kecamatan Sagulung Rusak Dihantam Angin Kencang. Warga memperbaiki rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut yang rusak, Selasa (19/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Musibah belum juga beranjak dari Warga Batam.

Dua rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri rusak setelah dihantam angin kencang.

Dua unit rumah tersebut berada di Blok C5 nomor 1 dan 3.

Kondisinya rusak parah, dimana untuk rumah nomor 1, atapnya tanggal saat dihantam angin.

Sementara rumah lainnya rusak parah akibat tertimpa atap rumah yang terbang.

Rumah rusak akibat cuaca ekstrem ini terjadi Senin (18/1) sekira pukul 11 siang.

Warga memperbaiki rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021).
Warga memperbaiki rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Tidak ada korban jiwa dari musibah di Batam ini. Pemilik rumah diketahui mengalami luka ringan karena tertimpa bahan bangunan.

Seorang pemilik rumah Feri mengaku, ia bersama anak dan istrinya sedang berada dalam rumah saat kejadian.

Rumah lantai dua yang masih belum siap karena dalam pembangunan, rusak akibat angin kencang itu.

"Saat kejadian, kami berada di lantai bawah. Puji Tuhan semua keluarga aman," sebut Feri kepada TribunBatam.id, Selasa (19/1/2021).

Akibat musibah di Batam itu, istri dan anaknya kini mengalami trauma.

Ini karena pada saat kejadian suara atap yang terbang mirip dengan suara gemuruh. "Seperti suara rumah robohlah," katanya.

Pemilik rumah lainnya, Latura menyebut jika saat kejadian ia sedang tertidur.

Baca juga: WARNING! BMKG Batam Minta Warga Waspadai Angin Kencang Selama 3 Hari ke Depan

Baca juga: Waspada Angin Kencang! BMKG Prediksi Cuaca Anambas Diguyur Hujan hingga Malam Hari

Kondisi rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021).
Kondisi rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Sang Istri yang berada di dalam rumah, tertimpa serpihan material atap.

Dia mengatakan baja ringan menahan atap tidak sampai ke lantai.

"Kalau atapnya sampai ke lantai, istri dan anak saya pasti terjepit. Tapi karena baja ringannya masih menahan atap, sehingga istri dan ada saya tidak sampai tertimpa," sebutnya.

Pascakejadian, warga dan keluarga saling bahu membahu, memperbaiki rumah warga yang rusak diterjang angin kencang di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Atap rumah yang diterbangkan angin sudah disisihkan. Warga kini berusaha memperbaiki rumah yang rusak, agar pemilik rumah yang kondisinya rusak parah bisa menempati rumah itu.

Saat ini, Latura bersama keluarga mengungsi sementara ke rumah saudara karena rumahnya sudah tidak bisa ditempati.

Kondisi setengah atap rumahnya rusak parah. Atap yang masih tersisa hanya dibagian ruang tamu, tapi kondisinya juga sudah rusak.

Sementara keluraga Feri, korban selamat lainnya masih bisa menempati rumah mereka.

"Ini semua harus diperbaiki, takut juga kita nanti malah awal kerusakan lainnya.

Numpang dululah, mudah mudah bisa secepatnya selesai," kata Latura.

Kondisi rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021).
Kondisi rumah di Kaveling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri yang rusak dihantam angin kencang, Selasa (19/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Ia mengatakan, jika rumah tersebut baru ia bangun sekitar satu tahun lalu. Itu pun masih belum lunas.

Dia juga mengatakan untuk saat ini perbaikan rumahnya masih bantuan dari tetangga.

Sementara mengenai kejadian tersebut, Camat Sagulung Reza Khadafy sudah mendatangi lokasi kejadian.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Sosial Kota Batam.

Dia juga mengatakan Dinsos akan meninjau kondisi rumah yang dihantam angin kencang di Kecamatan Sagulung.

"Semua data-data dan foto-foto kerusakan sudah kami laporkan ke Dinsos Batam," kata Reza.

Angin Kencang Landa Kepri

Sejak memasuki tahun 2021, cuaca di wilayah Provinsi Kepri, khususnya Batam, tidak menentu. Mulai dari hujan, banjir, longsor dan beberapa hari terakhir angin kencang melanda wilayah Kepri.

Cuaca yang tidak menentu tersebut, dikhawatirkan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya bagi para nelayan yang kesehariannya di laut.

Foto Kegiatan halal bi halal Polsek Batuaji.
Foto Kegiatan halal bi halal Polsek Batuaji. (TRIBUNBATAM.id/Ian Pertanian)

Kapolsek Batuaji Batam Kompol Jun Chaidir, mengimbau kepada warga yang ada di wilayah hukum Polsek Batuaji agar selalu waspada, khususnya yang tinggal di daerah pesisir.

"Kebetulan di wilayah Polsek Batuaji ada beberapa pulau, seperti Pulau Buluh, Pulau Bulan dan pulau-pulau lainnya di Kecamatan Bulang," kata Jun, Senin (18/1/2021).

Ia mengatakan saat ini angin kencang terjadi di Batam.

"Kami imbau warga pulau agar selalu waspada, dan selalu menggunakan life jeket saat menyeberang," kata Jun.

Sementara untuk warga Batuaji yang tinggal di wilayah daratan, Jun Chaidir mengimbau agar selalu waspada dan tidak berlindung di bawah pohon saat panas terik maupun saat hujan datang.

"Kita juga mengimbau warga perumahan ataupun pemukiman lainnya agar melakukan peranggasan jika ada pohon besar di sekitar pekarangan," kata Jun Chaidir.

Untuk wilayah hukum Polsek Batuaji ada beberapa pemukiman yang di lokasinya terdapat pohon besar seperti daerah MKGR, RSS, dan sekitar Aviari.

PENGAMANAN TOLAK OMNIBUS LAW - Mobil Brimob Polda Kepri di Polsek Batuaji, Rabu (7/10/2020). Kehadiran mereka terkait mogok kerja menolak Omnibus Law.
PENGAMANAN TOLAK OMNIBUS LAW - Mobil Brimob Polda Kepri di Polsek Batuaji, Rabu (7/10/2020). Kehadiran mereka terkait mogok kerja menolak Omnibus Law. (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

"Kami imbau warga melakukan gotong-royong, untuk memangkas pohon yang kondisinya sudah rindang," kata Jun Chaidir.

Angin Kencang Rusak Rumah di Tanjung Riau

Musibah di Batam sebelumnya menimpa rumah warga di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Belum usai warga korban banjir di Batam serta longsor di Tanjung Sengkuang dan Bengkong, kini musibah akibat cuaca ekstrem dialami warga Tanjung Riau.

Meski tak memakan korban jiwa, namun setidaknya tiga unit rumah di Kampung Bukit RT 02 RW 06 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri itu rusak.

Dua di antaranya rusak berat, sementara satu di antaranya rusak ringan.

Kejadian itu terjadi Selasa (12/1/2021) sekira pukul 09.30 WIB.

Kondisi rumah warga di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam yang rusak diterjang angin kencang Selasa (12/01/2021).
Kondisi rumah warga di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam yang rusak diterjang angin kencang Selasa (12/01/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Dari informasi yang berhasil dihimpun TribunBatam.id, rumah yang mengalami rusak berat merupakan milik Siti Maryam dan Mulyadi.

Sementara rumah dengan kondisi rusak ringan milik Lukmanul Hakim.

Siti Maryam mengatakan, ia mendengar suara atap yang copot dibawa angin kencang.

Seketika ia bergegas lari keluar rumah khawatir tertimpa atap.

Begitu berada di luar rumah, ia melihat seluruh tetangganya sudah berteriak-teriak di depan rumah masing-masing.

"Bahkan warga sempat mengabadikan foto angin puting beliung tersebut," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Mulyadi menambahkan, kejadian itu hanya hitungan detik, namun kerusakannya cukup parah.

Sementara Lurah Tanjung Riau, Sofyan membenarkan peristiwa tersebut.

Musibah di Batam Belum Berakhir, 3 Rumah di Tanjung Riau Rusak Diterjang Angin Kencang. Foto kondisi rumah di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Selasa (12/01/2021).
Musibah di Batam Belum Berakhir, 3 Rumah di Tanjung Riau Rusak Diterjang Angin Kencang. Foto kondisi rumah di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Selasa (12/01/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Ia juga menyatakan langkah pertama kita membuat laporan ke dinas terkait.

Selain itu, kami akan mengerahkan warga untukk bergotong royong yang dibantu tim dari aparatur Pemko serta TNI Polri untuk membersihkan puing puing yg berserakan tersebut.

"Kami langsung bergerak untuk gotong royong membersihkan puing-puing yang diterjang angin puting beliung tersebut.

Aksi ini juga dibantu oleh tim dari Pemko Batam, TNI dan Polri," ujarnya.

Untuk menanggulangi peristiwa ini, pihaknya mengusulkan bantuan lainnya seperti pemberian sembako dan lainnya dari dinas-dinas terkait.

"Kami akan usulkan bantuan lainnya seperti pemberian sembako dan lainnya dari dinas-dinas terkait," kata dia.

Tidak hanya di Batam, angin kencang juga merusak rumah warga di Kecamata Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Rumah Saiman Timotius (42) warga Suka Mulya RT 01 RW 01 Desa Tanjung Batu Kecil, Kecamatan Buru rusak setelah dihantam angin puting beliung.

"Benar salah satu rumah warga Kecamatan Buru rusak akibat terpaan angin puting beliung, namun syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Kapolsek Buru Iptu Bakri pada TRIBUNBATAM.id, Senin (11/1/2021).

Kondisi rumah warga di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam yang rusak diterjang angin kencang Selasa (12/01/2021).
Kondisi rumah warga di Kampung Bukit, RT 02/RW 06 kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam yang rusak diterjang angin kencang Selasa (12/01/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

"Cuaca buruk angin kencang atau puting beliung yang melanda mengakibatkan atap rumah Saiman mengalami kerusakan," ucap Bakri.

Kapolsek Buru berserta jajarannya sedang meninjau langsung rumah Saiman yang terdampak cuaca buruk tersebut.

Pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait dan perangkat Desa Suka Mulya untuk membantu menyelamatkan barang milik Saiman.

"Ini sebagai bentuk persiapan dan kesiapan kepolisian terkait antisipasi penanganan bencana alam dampak La Nina berupa Hidrometeorologi khususnya wilayah Kecamatan Buru," katanya.

Pasca ditinjau oleh Kapolsek Buru Iptu Bakri, Saiman mendapatkan kiriman bantuan sosial dari Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan berupa atap dan sembako.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Sekretaris Desa Tanjung Batu Kecil Safarudin dan Tagana Kecamatan Buru berupa atap dan sembako.

"Bantuan dari Kapolres Karimun ini, sebagai bentuk kepedulian dan rasa simpati dari Polri terhadap korban bencana alam pada wilayah Polsek Buru," kata Bakri.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Muhammad Ilham)

Baca juga berita Tribun Batam di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved