Kamis, 7 Mei 2026

Joe Biden Pilih William Burns Jadi Direktur CIA, Kuasai Bahasa Arab dan Rusia

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memilih William Burns menjadi Direktur CIA. Ia menguasai bahasa Arab dan Rusia.

Tayang:
(Twitter.com/WIDAcademy)
Pejabat diplomat Amerika Serikat, William Burns. 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Amerika Serikat Joe Biden memilih William Burns menjadi Direktur CIA.

Joe Biden menilai William Burns merupakan sosok tepat yang menjabat Direktur CIA.

Sebelumnya Direktur CIA (Badan Intelijen Pusat) Gina Haspel mundur sehari sebelum pelantikan Presiden AS.

Gina Haspel merupakan Direktur CIA yang ditunjuk Donald Trump.

Joe Biden membuat terobosan di dalam tubuh badan intelijen itu.

Untuk pertama kalinya Direktur CIA akan dipimpin oleh diplomat. 

Baca juga: Penyebab Rupiah Terkulai Terhadap Dolar AS Pekan Ini, Imbas Kebijakan Ekonomi Joe Biden

Presiden Joe Biden memuji Burns sebagai diplomat teladan.

Bahkan ia berani memastikan penunjukan William Burns akan membuat warga Amerika tidur nyenyak.

Burns akan menjadi pemimpin pertama dalam sejarah CIA yang karirnya dihabiskan di departemen luar negeri AS.

Mantan duta besar untuk Rusia dan Yordania, Burns memimpin delegasi AS dalam pembicaraan rahasia pada 2013 dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Dia telah bertugas di bawah pemerintahan partai Republik dan Demokrat. Sehingga diharapkan bisa mendapatkan dukungan dari keduanya. 

Pada tahun 2014 ia pensiun dari dinas luar negeri untuk menjalankan Carnegie Endowment of International Peace.

Burns adalah sosok yang dihormati di kalangan diplomatik.

Ia dikenal karena kecerdasannya, pengalamannya yang mendalam dalam urusan luar negeri, dan bakat analitisnya.

"Dia berbagi keyakinan mendalam saya bahwa intelijen harus apolitis dan bahwa profesional intelijen yang berdedikasi yang melayani bangsa kita pantas mendapatkan rasa terima kasih dan rasa hormat kita," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Biden memiliki hubungan kerja yang baik dengan Burns terkait masalah kebijakan luar negeri.

Sejak pemerintahan Obama dan ketika Biden menjadi ketua komite hubungan luar negeri Senat.

Mengutip dari Reuters, Burns merupakan mantan duta besar untuk Moskow dari 2005-2008.

Ia menguasai bahasa Arab dan Rusia.

Ia terlibat dalam pembicaraan rahasia yang membuka jalan menuju kesepakatan nuklir Iran 2015 di bawah mantan Presiden Barack Obama.

Sebelum resmi menjabat, Burns harus mendapat persetujuan oleh Senat AS.(*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved