Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Maksimalkan Retribusi Parkir, Dishub Karimun Bakal Kerja sama dengan Pihak Ketiga

Target retribusi parkir di Karimun tahun 2020 jauh dari target.Untuk kejar target retribusi parkir,Dishub bakal kerja sama dengan pihak ketiga

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Maksimalkan retribusi parkir, Dishub Karimun bakal kerja sama dengan pihak ketiga. Foto ilustrasi parkir 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun akan membenahi persoalan parkir pada 2021. Tujuannya agar target retribusi parkir sebesar Rp 200 juta tahun ini tercapai.

Kepala Bidang Transportasi Darat Dishub Karimun, Heru mengatakan, pada 2020 lalu, pihaknya belum bisa memaksimalkan penerimaan dari retribusi parkir sebagai pendapatan asli daerah ( PAD).

"Tahun 2020, retribusi parkir memang jauh dari target yang dicapai. Karena pada saat itu terbentur masalah aturan dan payung hukum untuk melakukan pungutan retribusi," ucapnya, baru-baru ini.

Menurut Heru, dengan adanya peraturan daerah dan peraturan Bupati Karimun sebagai petunjuk teknis sudah siap, akan mempermudah pihaknya membenahi persoalan parkir di Karimun.

Heru optimistis, setelah parkir dibenahi, target penerimaan dari retribusi parkir bisa lebih maksimal dan mencapai target.

Baca juga: Lelang Parkir Bandara Hang Nadim Batam Sepi Peminat, Terpaksa Diulang

Baca juga: Jenderal TNI Dihardik Petugas Gara-gara Parkir Mobilnya di Tempat VIP, Mayjen Benny Diam Saja

Ia menjelaskan, rencananya Dishub akan melibatkan pihak ketiga dalam menangani masalah parkir.

Pengelolaan parkir itu lanjutnya, tidak bisa dilakukan individu atau perseorangan. Tetapi harus memiliki badan hukum dan mengacu kepada peraturan daerah dan peraturan Bupati yang ada.

"Sesuai peraturan Bupati, setiap pengelola parkir yang berbadan hukum harus memiliki deposit bagi jaminan setoran retribusi sebanyak minimal untuk setoran selama dua bulan," tambahnya.

Ia melanjutkan, besaran retribusi parkir yang dikenakan kepada pengelola parkir tidak sama. Tergantung lokasi dan kesepakatan yang telah dibuat antara pengelola parkir dan Dishub.

Untuk urusan setoran, Dishub tidak lagi berpedoman pada berapa banyak karcis parkir yang habis terpakai. Tetapi berdasarkan kontrak perjanjian kerja sama antara Dishub dan pengelola parkir.

Selanjutnya Dishub akan menyetor ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah.

Seperti diketahui, retribusi parkir di Karimun jauh dari targetnya sebesar Rp 170 juta. Dari informasi, penerimaan retribusi parkir tahun 2020 tidak sampai Rp 10 juta.

(Tribunbatam.id/YeniHartati)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved