Minggu, 19 April 2026

BATAM TERKINI

Romo Paschal : Pelaku Kejahatan pada Perempuan Harus Dihukum! Akan Kami Kawal

Rohaniawan Katolik sekaligus Koordinator KKP-PMP Kepri Romo Paschal meminta pelaku kejahatan terhadap perempuan dihukum. Dia berjanji akan mengawalnya

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Rohaniawan Katolik sekaligus Koordinator KKP-PMP Kepri Romo Paschal meminta pelaku kejahatan terhadap perempuan dihukum. Dia berjanji akan mengawalnya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rohaniawan Katolik sekaligus, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus, meminta Y, pelaku pemerkosaan terhadap siswi salah satu SMP di Nongsa, dihukum. 

"Kami percaya konsisten Polri terhadap mereka yang jahat kepada kaum perempuan. Pelaku pemerkosaan atau apa itu namanya kejahatan pada perempuan harus dihukum. Tidak boleh dibiarkan," kata Romo Paschal yang kerap mengawal korban kekerasan seksual di Kepulauan Riau, Sabtu (23/1). 

Romo juga berjanji, akan memonitoring kasus ini hingga sampai ke persidangan.

Ia mengatakan, memaafkan pelaku sebagai manusia hal yang wajar.

Tetapi, hukum positif kata dia harus ditegakkan.

"Harus ditegakkan. Kita tidak membenci siapa saja. Tetapi perlakuan yang melanggar hukum apa lagi kekerasan seksual kepada perempuan, kami lawan," tegas Romo Paschal

Romo Paschal pun, akan melakukan kontak terhadap jaringan organisasi anti kekerasan dan anti kejahatan seksual kepada anak dan perempuan di Kepri.

Berhubung, ia sedang di Jakarta masih ada urusan sementara waktu.

"Kita akan kawal. Kami percaya, Polsek Nongsa amat profesional menangani kasus ini," kata Romo lagi.

Keluarga Pelaku Ajak Damai

Setelah pelaku Yudi ditahan di balik jeruji besi Polsek Nongsa, keluarga pelaku ini terus berusaha mendatangi keluarga korban.

"Mereka minta supaya damai pak. Kami bilang, kamu enak saja ya. Bagaimana perasaan kalian kalau keluarga kalian digituin? Sakit kan. Kami mau proses hukum lebih lanjut," tegas salah satu keluarga korban, Sabtu (23/1/2021).

Keluarga korban ini mengaku, sangat terusik dengan keluarga pelaku. Karena, mereka bak diteror terus.

"Karena datang dan dihubungi terus. Kami sudah tegaskan, kami ingin proses hukum. Tidak ada damai dan tidak pula dinilai kehormatan adik kami dengan uang," kata keluarga korban ini lagi.

Korban meminta agar kasus itu dibawa ke sidang pengadilan agar ada efek jera bagi pelaku maupun pelaku lain.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved