Rabu, 15 April 2026

Singapura Sudah Mulai Vaksinasi Covid-19 terhadap Pegawai Bandara Changi

lebih dari seribu pegawai penerbangan telah divaksin di pusat vaksinasi bandara dalam uji coba operasional pekan lalu. Kemudian, pusat tersebut akan..

Alfa Pratama / Grid.ID
Bandara Changi, Singapura 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Singapura sudah memulai vaksinasi Covid-19 skala besar terhadap pegawai Bandara Changi sejak Senin, (18/1/2021). 

Mengutip The Straits Times, lebih dari seribu pegawai penerbangan telah divaksin di pusat vaksinasi bandara dalam uji coba operasional pekan lalu. Kemudian pusat tersebut akan menyuntik 7 ribu orang pekan ini. 

Raffles Medical Group mengaku hanya membutuhkan waktu lima hari untuk menjalankan seluruh operasional vaksinasi

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan prioritas akan diberikan kepada 20 ribu pegawai garis depan yang mungkin melakukan kontak dengan pelancong dari negara-negara berisiko tinggi. 

"Ini termasuk pilot, awak kabin, petugas kebersihan bandara dan pesawat, pemeriksa keamanan, agen layanan penumpang, penangan bagasi, dan penangan kargo," bunyi pernyataan CAAS kepada media.

CAAS mencatat mereka yang telah menyelesaikan vaksinasi penuh tidak perlu menjalani tes Covid-19 secara teratur. 

Dokter senior di Raffles Medical Group, Tan Joo Peng, menuturkan ada ruang lingkup untuk lebih jauh meningkatkan kapasitas vaksinasi

"Ini adalah upaya gabungan antara kami dan mitra Grup Bandara Changi untuk mengatur ini dalam waktu yang cukup singkat," kata Tan. 

"Kami memiliki 27 stasiun vaksinasi, jadi berdasarkan norma perencanaan konservatif 12 pasien per jam dan 14 jam operasi per hari, saya cukup yakin kami dapat melakukan 4 ribu vaksinasi. (Kami memiliki) kemampuan untuk meningkatkannya lebih jauh jika negara membutuhkannya," ucap dia. 

Tujuannya, kata Tan, adalah untuk menjaga total waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan vaksinasi di bawah satu jam, termasuk 30 menit waktu observasi untuk memastikan tidak ada efek samping. 

Secara khusus, kulkas medis yang dapat menyimpan lebih dari 10 ribu dosis juga dibawa karena vaksin Pfizer-BioNTech harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius. 

"Penyimpanan (yang tepat) untuk vaksin sangat penting. Kami tidak ingin ada pemborosan," kata Tan lebih lanjut.

Diperlukan waktu 30 menit untuk menyiapkan vaksin karena harus menunggu hingga mencapai suhu ruangan.

Di satu waktu, ada 70 dokter, perawat, dan petugas kesehatan di pusat tersebut untuk memberikan pengobatan dan menangani keadaan darurat. 

Lebih lanjut, Tan mengatakan sejauh ini belum ada reaksi merugikan dari vaksin tersebut. Hanya ada keluhan umum berupa sakit di dekat area suntikan dan sakit kepala ringan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved