Senin, 20 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Bayi di Batam Positif Corona, Berstatus Suspek, Kini Dirawat di RS Elisabeth Batam Kota

Bayi di Batam positif corona merupakan satu di antara 5 kasus corona di Batam, Jumat (22/1).

kompas.com
Bayi di Batam Positif Corona, Berstatus Suspek, Kini Dirawat di RS Elisabeth Batam Kota. Foto ilustrasi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bayi di Batam positif Corona. Bayi berusia 10 bulan berinisial EPS ini menjadi pasien positif virus corona di Batam nomor 5.471.

Ia beralamat di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri ini, kini mendapat perawatan di RS Elisabeth Batam Kota sebagai suspek.

Bayi tersebut merupakan satu dari lima kasus corona di Batam baru pada Jumat (22/1).

Kelima kasus tersebut terdiri dari dua orang laki-laki dan tiga orang perempuan warga Kota Batam.

Dua di antara kasus baru Covid-19 tersebut merupakan pasien tanpa gejala, sementara tiga lainnya bergejala ringan, sedang hingga berat.

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi pun tak bosannya meminta masyarakat agar tak mengabaikan protokol kesehatan.

Vaksinasi Corona di RSUD Embung Fatimah, Rabu (20/1/2021).
Vaksinasi Corona di RSUD Embung Fatimah, Rabu (20/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

"Kami imbau kembali agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas," tegas Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Minggu (24/1/2021).

Adapun rincian kasus baru tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pasien 5.468, Tn. DCEM (31), seorang laki-laki karyawan swasta yang tinggal di kawasan Tiban Indah, Sekupang.

Yang bersangkutan melakukan pemeriksaan SWAB/PCR test mandiri tanpa adanya keluhan. Kini pasien dirawat di RSKI Covid-19 Galang sebagai Asimptomatik.

2. Pasien 5.469, Nn. AAP (23), seorang perempuan wiraswasta yang tinggal di Batu Besar, Nongsa.

Yang bersangkutan melakukan pemeriksaan SWAB/PCR test mandiri tanpa adanya keluhan. Kini pasien dirawat di RSKI Covid-19 Galang sebagai Asimptomatik.

Baca juga: Corona di Tanjungpinang Sudah 1.198 Kasus, Tambah 3 Pasien Baru, Rahma Getol Serukan Prokes

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 Positif Corona, Doni Monardo Akui Tak Rasakan Gejala Apapun

Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Dokter Afdhalum Hakim Sp.Jb disuntik vaksin
Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Dokter Afdhalum Hakim Sp.Jb disuntik vaksin (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

3. Pasien 5.470, Ny. EEMS (39), seorang perempuan karyawan swasta yang tinggal di kawasan Batam Kota.

Yang bersangkutan mengalami keluhan demam, dan kini dirawat di RS Awal Bros sebagai Suspek.

4. Pasien 5471, An. EPS (10 bulan), seorang bayi laki-laki yang tinggal di kawasan Batu Besar, Nongsa.

Yang bersangkutan mengalami keluhan batuk dan kini dirawat di RS Elisabeth Batam Kota sebagai Suspek.

5. Pasien 5472, Ny. LJ (59), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Tiban Baru, Sekupang.

Yang bersangkutan mengalami keluhan sesak napas berat, demam, batuk, dan lemas. Kini pasien dirawat di RS Awal Bros sebagai Suspek.

Ibu Hamil di Batam Positif Corona

Seorang ibu hamil di Batam positif corona. Wanita berumur 24 tahun ini menjadi pasien positif Corona di Batam nomor 5.378.

Ia sempat menjalani perawatan di RS Awal Bros setelah mengeluhkan kondisi kehamilannya.

Janinnya tak terasa bergerak lagi, waktu kehamilannya juga belum cukup untuk melahirkan.

Vaksinasi Corona di Batam Atensi Kadinkes Didi Kusmarjadi. Foto Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi saat meninjau kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terkait program vaksinasi Covid-19.
Vaksinasi Corona di Batam Atensi Kadinkes Didi Kusmarjadi. Foto Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi saat meninjau kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terkait program vaksinasi Covid-19. (TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Saat ultrasonografi atau USG, janin yang dikandugnya memiliki kelainan kongenitas berat.

Dengan kondisinya seperti ini, pasien harus menjalani perawatan hingga sembuh.

Pasien ibu hamil di Batam positif corona ini menjadi satu di antara 21 penambahan kasus corona di Batam, Selasa (19/1).

Penambahan kasus baru corona ini berdasarkan hasil uji swab BTKL-PP Batam.

Dengan penambahan kasus ini, jumlah covid-19 di Batam hingga 19 Januari 2021 menjadi 5.398 kasus.

Sebagian besar dari kasus baru tersebut tergolong ke dalam Suspek, yakni 19 kasus, dan dua lainnya positif covid-19 tanpa gejala atau asimptomatik.

Di antara beberapa kasus baru bergejala tersebut terdapat pula pasien lansia rentang usia 52 - 75 tahun sebanyak lima pasien.

Vaksinasi Corona di RSUD Embung Fatimah, Rabu (20/1/2021).
Vaksinasi Corona di RSUD Embung Fatimah, Rabu (20/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Sementara itu, salah satu pasien merupakan ibu hamil.

Pasien 5.378, adalah seorang ibu hamil berusia 24 tahun yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Pasien kini dirujuk ke RS Awal Bros dengan keluhan pada kehamilannya.

Kemudian pasien 5390, seorang perempuan karyawan swasta berusia 48 tahun. Pasien tengah dirawat di RSSD dengan berbagai keluhan.

Adapun keluhan pasien tersebut berupa gejala batuk hilang timbul, sesak napas, lemas, nyeri tenggorokan, nyeri ulu hati, BAB encer, halusinasi pendengaran, dan memiliki riwayat kontak dengan anggota keluarga yang terkonfirmasi.

Selanjutnya ada pula pasien lansia yang merupakan kasus baru tertua, yakni pasien 5392. Pasien tersebut adalah seorang laki-laki wiraswasta yang berusia 75 tahun.

"Yang bersangkutan mengalami keluhan demam, batuk, dan pilek, dan kini dirawat di RSBP Batam," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjadi orang pertama mendapat vaksin corona di Dataran Engku Putri, Jumat (15/1/2021).
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjadi orang pertama mendapat vaksin corona di Dataran Engku Putri, Jumat (15/1/2021). (TRIBUNBATAM/ROMA)

Temuan ini memberi kesimpulan bahwa masih ada kemungkinan munculnya kasus-kasus baru dari kluster yang sudah ada, atau temuan baru di Kota Batam.

Didi pun mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran Pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Selalu jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah, makan makanan bergizi, serta berolahraga," ujarnya.

Vaksinasi Corona di Batam

Vaksinasi Corona di Batam tahap pertama telah dilakukan terhadap 20 orang pertama di Kota Batam, Jumat (15/1/2021).

Beberapa di antara daftar peserta tersebut ialah kepala daerah, jajaran FKPD, serta tokoh agama dan tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam atau Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan, sejumlah nama penerima vaksin pertama ini telah terdaftar ke dalam sistem.

Menindaklanjuti rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi soal rapid test antigen. Ia tidak melarang RS dan klinik di Kota Batam yang ingin membuka layanan rapid antigen.
Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi soal rapid test antigen. Ia tidak melarang RS dan klinik di Kota Batam yang ingin membuka layanan rapid antigen. (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Selanjutnya, vaksinasi akan segera dilaksanakan terhadap para tenaga kesehatan di Kota Batam.

Upaya vaksinasi juga dicanangkan akan diberikan kepada masyarakat umum.

Tercatat kurang lebih 875.911 Warga Batam yang tergolong sebagai sasaran vaksinasi sesuai dengan kriteria usianya.

Tidak seperti tenaga kesehatan, Didi menambahkan, masyarakat umum tidak perlu mendaftar.

Nantinya, masyarakat akan menerima SMS dari PeduliLindungi yang menginformasikan bahwa yang bersangkutan akan menerima vaksin Covid-19.

jadwal vaksinasi sudah tersedia, maka calon penerima vaksin akan memperoleh SMS dari 1199 berisi tautan link yang memuat kartu vaksinasi elektronik (e-card) serta jadwal vaksinasi.

Kartu tersebut kemudian dapat dicetak dan dibawa pada saat jadwal vaksinasi.

"Di dalam e-card ini akan tercantum kapan dan dimana akan divaksin," jelas Didi.

Didi Kusmarjadi mengimbau masyarakat agar tidak takut divaksin.

Pasalnya, tingkat efikasi vaksin Sinovac saat ini telah mencapai 66 persen, yakni melebihi standar WHO.

Adapun efek samping yang umum dirasakan setelah vaksinasi adalah nyeri bekas suntikan dan badan meriang.

"Sebelum divaksin, masyarakat juga akan melalui screening kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan kriteria inklusi," tambah Didi Kusmarjadi.(*/TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved