Dinas PU Karimun Segera Bayar Tunda Proyek

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun telah menyelesaikan 24 kilometer pembangunan jalan diwilayah Karimun pada sepanjang t

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Agus Tri Harsanto
HUMAS PEMKAB KARIMUN
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim didampingi Kadis PU dan Tata Ruang Karimun Muhammad Zulfan 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun telah menyelesaikan 24 kilometer pembangunan jalan diwilayah Karimun pada sepanjang tahun 2020.

Pembangunan jalan yang dibangun merupakan sebagian program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) Karimun pada tahun 2020.

"Puluhan kilometer jalan aspal itu merupakan salah satu proyek infrastruktur dalam rangka pembangunan dan peningkatan jalan. Dari 12 Kecamatan di Kabupaten Karimun, Kecamatan Buru merupakan proyek terpanjang dengan panjang 5 kilometer," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karimun Muhammad Zulfan.

Selain pembangunan jalan, Muhammad Zulfan menyebutkan pada tahun 2020, pihaknya juga telah menyelesaikan proyek infrastruktur lain.

Infrastruktur lain yang dimaksud adalah pembangunan gedung PGRI Kabupaten Karimun, peningkatan sarana dan prasarana di Kecamatan Kundur, serta peningkatan sarana dan prasarana stadion badang perkasa.

"Kita juga membangun sejumlah sarana dan prasarana masjid dan musholla, drainase, normalisasi parit dan sungai," tambahnya.

"Sementara gedung PGRI Yeng telah diresmikan oleh bapak Bupati Karimun Aunur Rafiq pada 14 Desember 2020 lalu, pembangunan gedung tersebut menggunakan APBD 2020 senilai Rp 1,1 Miliar," ucapnya.

Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2020, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalami refocusing (memfokuskan kembali-red) anggaran akibat pandemi Covid-19.

Dimana anggaran semula di APBD murni tahun 2020 sebesar Rp 223.928 Miliar menjadi Rp 146.898 Miliar di APBD perubahan tahun 2020, terjadi refocusing anggaran sebesar Rp 77 Miliar.

"Alhamdulillah, walau ada terjadi refocusing anggaran beberapa proyek infrastruktur dapat kami laksanakan," ucapnya.

Terjadinya refocusing anggaran menyebabkan sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur menjadi tidak maksimal.

Baca juga: Perda RTRW Karimun Disahkan, Kawasan Industri Bergeser ke Pulau

Bahkan, kondisi tersebut berdampak terjadinya penundaan bayar terhadap sejumlah proyek.

Pihaknya memastikan agar segera membayarkan sejumlah proyek yang mengalami tunda bayar tersebut pada triwulan pertama pada tahun 2021 

"Secara administrasi sudah disiapkan, hanya saya nantinya akan lebih dulu diaudit oleh auditor," pungkasnya. (Tribunbatam.id/YeniHartati)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved