Kapal Turki Dibajak di Perairan Afrika Barat, Presiden Turki Minta Petugas Keamanan Bebaskan Sandera
Kapal sedang berlayar dari Lagos ke Cape Town ketika diserang di barat laut Sao Tome dan Principe, Sabtu (23/1/2021) waktu setempat.
TRIBUNBATAM.id |CAPE TOWN – Bajak laut kembali beraksai diperairfan Afrika Barat, diketahui perairan tersebut termasuk perairan paling berbahaya untuk saat ini.
Kapal yang dibajak tersebut adalah kapal berbendera Turki.
Satu orang tewas dalam aksi pembajakan tersebut, sementara 15 orang lainya di sandera dan dalam kondisi parah.
Mereka sempat disiksa setelah berhasil ditemukan oleh para pelaku pembajakan.
Baca juga: Selain Ikatan Cinta, Berikut Daftar Sinetron Angkat Cerita Benci Lalu Cinta, Ada Samudra Cinta
Baca juga: 1.592 Nakes Batam Divaksin Covid-19, Belum Ada Keluhan Efek Samping
Kawanan bajak laut menyergap kapal kargo Turki berbendera Liberia di lepas pantai Afrika Barat.
Seorang awak kapal tewas, 15 orang lain asal Turki disandera.
Kapal sedang berlayar dari Lagos ke Cape Town ketika diserang di barat laut Sao Tome dan Principe, Sabtu (23/1/2021) waktu setempat.
Militer Turki Minggu (24/1/2021) mengirimkan pasukan militer guna membebaskan sandera dan mengamankan kapal yang sudah ditinggal kabur perompaknya.
Direktorat Maritim Turki mengatakan para awak kapal awalnya mengunci diri mereka di area yang aman. Tapi para perompak memaksa masuk setelah enam jam.
Dalam perjuangan tersebut, salah satu awak kapal MV Mozart tewas. Media Turki mengidentifikasi korban yang teknisi bernama Farman Ismayilov dari Azerbaijan.
Ia satu-satunya awak non-Turki. Setelah membawa sebagian besar awak, para perompak meninggalkan kapal di Teluk Guinea, menyisakan tiga pelaut di dalamnya.
Mengutip Anadolu, Aljazeera mengabarkan kapal kargo kini berlayar menuju Pelabuhan-Gentil Gabon, titik terdekat dari lokasi perompakan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dua kali dengan perwira senior yang tersisa di kapal, Furkan Yaren.
Erdogan mengeluarkan perintah kepada militer agar menyelamatkan kru yang diculik dan disandera kawanan bajak laut yang belum diketahui identitasnya.
Yaren, dikutip pemerintah Turki mengatakan, para perompak memukuli anggota awak, dan meninggalkannya dalam posisi kaki terluka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perompak-meninggalkan-kapal-dagang-mv-faina_20161023_130901.jpg)