2 Ledakan Besar Guncang Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi Diserang Pesawat Tak Berawak
Insiden yang membuat waswas masyarakat Saudi terjadi beberapa hari setelah Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS menggantikan Donald Trump
TRIBUNBATAM.id - Insiden yang membuat waswas masyarakat Saudi terjadi beberapa hari setelah Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS menggantikan Donald Trump.
Dilaporkan media setempat, 2 ledakan keras terdengar dan mengguncang Kota Riyadh, Selasa (26/1/2021).
Serangan yang disebut dilakukan oleh pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman sudah terjadi sejak 2015.
Ledakan itu berjarak tiga hari setelah kerajaan mencegat proyektil yang ditembakkan di atas ibu kota Saudi.
Tidak ada reaksi langsung dari Arab Saudi, yang telah berulang kali diserang rudal atau pesawat tak berawak.
Baca juga: Influencer Unggah Foto Telanjang, Dicap Cari Sensasi, Tenggak Anggur Merah Netizen Arab Saudi Marah
Baca juga: Pertanda Apa, Fenomena Langka Salju Turun dan Selimuti Gurun Sahara & Arab Saudi
Baca juga: Arab Saudi Memulai Program Vaksinasi Covid-19 Secara Massal
"Ledakan itu mengguncang jendela di ibu kota Saudi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (17.00 WIB)," kata saksi mata, melansir Al Jazeera pada Selasa (26/1/2021).
Beberapa warga di media sosial melaporkan mendengar dua ledakan.
TV Al Arabiya milik Arab Saudi mengutip laporan lokal tentang ledakan dan video yang beredar di media sosial terkait sebuah rudal yang dicegat di Riyadh.
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Kota Riyadh Selang Tiga Hari Setelah Proyektil Dicegat
Baca juga: Ledakan Keras Guncang Riyadh, Arab Saudi
Baca juga: Sebelum Mobil Terbakar di Batam, Saksi Dengar Suara Ledakan, Ada Asap, Tiba-tiba Meledak
Televisi pemerintah melaporkan pada Sabtu (23/1/2021), koalisi yang dipimpin Arab Saudi,
yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan Houthi mengatakan,
pihaknya mengadang dan menghancurkan "target udara musuh" menuju Riyadh.
Pernyataan singkat itu tidak mengidentifikasi sumber target.
Sementara Houthi mengatakan bahwa mereka tidak terlibat.
Bandara Internasional Raja Khaled Riyadh menyatakan,
ada sejumlah penundaan penerbangan setelah insiden pada Sabtu (23/1/2021).
Baca juga: Benarkah 300 TKI Diduga Disekap di Riyadh, Ini Jawaban Kementerian Luar Negeri!
Baca juga: DUBES AS Tuduh Rudal yang Ditembakkan ke Riyadh Milik Iran. Upaya Adu Domba di Timur Tengah?
Baca juga: Kisah Nenek Jumanti Terima Gaji Rp 266 Juta di KBRI Riyadh Setelah Sempat Hilang Selama 28 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kota-riyadh-di-arab-saudi.jpg)