Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Tensi Darah Tinggi hingga 2 Kali Gagal Vaksin Covid-19, Rudi : Takdir Namanya

Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kembali gagal menjalani vaksinasi covid-19 akibat tensi darah masih tinggi. 

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Walikota Batam, Muhammad Rudi menghadiri vaksinasi covid-19 tahap II, Jumat (29/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kembali gagal menjalani vaksinasi covid-19 akibat tensi darah masih tinggi. 

Dia mengaku selama ini sudah berusaha menjaga pola hidup sehat namun tensinya masih belum bisa stabil juga.

Hanya saja, diakuinya beberapa hari terakhir menjelang vaksinasi covid-19, dirinya sangat sibuk dengan berbagai kegiatan dan tugas sebagai kepala daerah.

Kamis (28/1/2021) lalu misalnya, dirinya baru saja pulang dari rapat Tata Ruang dari Jakarta, Kementerian ATR.

"Untuk mensinkronkan kita berharap 2 minggu ke depan, Perda itu sudah keluar. Karena untuk membangun Kota Batam dasarnya tata ruang itu yang utama. Orang mau investasi pasti tanya," katanya.

Sesampainya di Batam ia langsung rapat penggunaan anggaran BP Batam. Sehingga waktu istirahat juga berkurang.

"Tadi malam pun tidurnya lambat. Bukan sengaja loh ya. Rapatnya hampir jam setengah 12 malam. Sampai di rumah jam 1 an. Subuh bangun lagi, berarti 3 jam saja tidurnya. Tapi saya sehat-sehat saja," tuturnya sembari tersenyum.

Ia menambahkan, walaupun kegiatan rutin padat, dirinya juga menjalankan pola hidup yang sehat. Seperti olahraga teratur dan makan makanan yang bergizi.

"Saya kira namanya kita manusia hanya berusaha yang memutuskan sesuai dengan keyakinan kita, kalau saya ya Allah SWT," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Jumat (29/1/2021).

Diakuinya 14 hari yang lalu pun dirinya belum bisa divaksin Covid-19. Penyebabnya sama, yakni tensi tinggi.

"Kita tunggu lagi seminggu lagi. Mana tau habis MK dia netral dan normal kembali. Padahal di dalam tadi bagus. Ada 3 dokter yang cek. Sama hasilnya tetap 130. Setelah seremonial acara dicek lagi 141. Pakai alat digital malah 150. Kenapa ya? Takdir namanya," kata Rudi.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Batam, Muhammad Rudi menghadiri vaksinasi covid-19 tahap II, Jumat (29/1/2021).

Pada kesempatan ini, Rudi kembali melakukan pemeriksaan kesehatan, yakni pengukuran tensi.

Setelah gagal divaksin pada percobaan pertama, di panggung Dataran Engku Putri, Rudi kembali mencoba menjalani pelaksanaan vaksinasi di tahap kedua ini.

Akan tetapi, ia kembali gugur di tahap pemeriksaan kesehatan.

Rudi sempat menjalani tiga kali pengecekan tensi dengan dua alat berbeda, namun ukuran tensinya masih terhitung tinggi, yakni sekitar 150/97 mmHg dan 147/90 mmHg.

"Belum, masih tinggi, kami belum bisa memberikan vaksin karena tensinya harus di bawah 140 dan stabil," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardjadi.

Didi mengatakan, apabila tensi masih terhitung tinggi, maka proses vaksinasi yang bersangkutan harus ditunda terlebih dahulu.

Guna menjaga kestabilan tensi, Didi menyarankan untuk menjalani istirahat cukup dan makan makanan bergizi. 

310 Tenaga Kesehatan Juga tak Bisa Divaksin 

Hingga kini, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang sudah terdata ada sebanyak 6.687 orang.

Proses pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes pun telah dimulai sejak Sabtu (16/1/2021) lalu.

Hampir dua minggu berselang, total nakes yang telah divaksin saat ini berjumlah 2.598 nakes.

Jumlah ini terhitung sebesar 40 persen dari total nakes di Kota Batam.

"Hampir 40 persen nakes kita sudah divaksin, sekitar 39 persen lah," ujar Didi.

Kendala keterlambatan vaksinasi kepada para nakes ini disebabkan karena sistem yang penuh di sejumlah rumah sakit di Batam.

Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi di masing-masing rumah sakit dan puskesmas pun berjalan cukup lambat.

Didi juga menambahkan, dari jumlah nakes yang terdata itu, sebanyak 310 orang dinyatakan tidak dapat diberikan vaksin.

Alasannya, sebagian besar jumlah nakes yang tidak dapat menerima vaksin adalah penyintas Covid-19, atau yang memiliki penyakit menetap seperti autoimun.

"Selain itu ada juga 235 nakes yang masih ditunda pemberian vaksinnya, karena pada saat pemeriksaan mungkin ada gejala batuk, demam, dan lain-lain. Ini tetap akan kami berikan vaksin tapi masih ditunda," jelas Didi.

Menurut Didi, dari pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bagi nakes, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus gejala alergi berat akibat vaksinasi.

Baca juga: HARI INI, Jumat (29/1) Vaksinasi Covid-19 Tahap II Dilaksanakan di Kantor Walikota Batam

Gejala umum yang terpantau, paling banyak adalah badan meriang dan nyeri di area suntikan.

"Alhamdulillah, sejauh ini belum ada gejala pasca vaksinasi yang fatal," tambah Didi. 

Didi menargetkan, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bagi nakes akan selesai pada 31 Januari 2021.

Sementara itu, vaksinasi kedua sesuai jadwal dari pemerintah pusat dilaksanakan pada pertengahan Februari 2021. 

"Jadi, paling molor tanggal 7 Februari 2021 kita sudah vaksinasi seluruh nakes," ujar Didi.

Hari Ini Vaksin Tahap II

Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua akan segera dilaksanakan di aula lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, Jumat (29/1/2021) siang.

Vaksinasi ini akan kembali diikuti oleh sekitar 20 peserta dari kepala daerah, forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), serta tokoh masyarakat Kota Batam.

Sebelumnya, 20 orang tersebut telah dicanangkan akan menjalani vaksinasi tahap pertama, pada 15 Januari lalu.

Dari hasil pemeriksaan, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya tidak bisa melanjutkan vaksinasi karena alasan kesehatan.

Saat ini, sebagian peserta vaksin telah hadir di aula tempat acara. Sama seperti sebelumnya, telah disediakan empat meja sesuai dengan prosedur pelaksanaan vaksinasi.

Di meja pertama, peserta akan mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, setelahnya dilanjutkan dengan meja screening pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: 1.592 Nakes Batam Divaksin Covid-19, Belum Ada Keluhan Efek Samping

Apabila pemeriksaan telah selesai, dan peserta dinyatakan lolos screening, maka dapat melanjutkan ke meja vaksinasi untuk memperoleh vaksin.

Terakhir, peserta akan melalui pengecekan gejala vaksinasi di meja observasi.

"Peserta yang hadir vaksinasi kedua ini sama seperti sebelumnya, kurang lebih 20 orang. Semuanya akan melalui prosedur yang sama, ada pemeriksaan kesehatan juga. Apabila ditemukan gejala seperti batuk pilek, atau tensi tinggi, bisa kita tunda dulu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, ditemui di lokasi yang sama. 

Kapolda Sudah Divaksin Kedua

Kapolda Kepri Irjen pol Aris Budiman bersama pejabat level tingkat provinsi Kepri kembali divaksin covid-19 tahap dua di gedung daerah Tanjungpinang.

Belasan pejabat Forkopimda yang telah menerima vaksin tahap pertama pada Kamis (28/1/2021) akan kembali menerima dosis kedua vaksin tahap pertama ini.

Aris usai menerima vaksin dosis kedua mengatakan dirinya semenjak mendapatkan dosis pertama hingga hari ini dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan.

"Pada hari ini kondisi saya dalam keadaan sehat dan bugar," ujar Aris.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepri T.S. Arif Fadillah mengapresiasi TNI-Polri yang membantu pemerintah untuk pengamanan vaksinasi .

Arif mengatakan proses Vaksinasi akan dilaksanakan bertahan kedepannya.

"Tahap I akan dilaksanakan Januari 2021 - April 2021 yang terdiri dari sebanyak 14.121 orang Tenaga Kesehatan," Ujarnya.

Lanjut tahap kedua akan dilaksanakan bagi petugas pelayanan publik sebanyak 148.580 orang seperti TNI-POLRI, Aparat Hukum, dan Petugas Pelayanan Publik lainnya yang secara langsung memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Bapelkes Latih 315 Vaksinator

Sebanyak 315 orang vaksinator gelombang kedua Provinsi Kepri telah dilatih di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam.

Artinya, hingga gelombang kedua ini sudah ada 1.069 vaksinator di Kepri yang dilatih Bapelkes.

Kepala Bapelkes Batam, Asep Zaenal Mustofa saat dihubungi, Kamis (28/1/2021) mengatakan bahwa Pelatihan pada gelombang kedua telah selesai dan diikuti oleh 1.185 orang vaksinator. 

Mereka terdiri dari Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 315 orang vaksinator, yang merupakan gelombang II dan sekaligus gelombang terakhir.

Sementara itu dari Aceh 360 orang, Sumut 201 orang dan Riau 325 orang.

Asep mengemukakan bahwa tahun 2020 Bapelkes Batam telah menyelenggarakan pelatihan vaksinator pada sebagian wilayah provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau dengan total 2.739 orang peserta.

Sampai tanggal 23 Januari 2020 telah melatih 8.903 orang, dan Bapelkes Batam ditargetkan melatih sebanyak 9.772 orang, namun karena ada perintah dari Kemenkes juga untuk melatih vaksinator Klinik, dimungkinkan akan melebihi target yang ditetapkan.

Baca juga: PASIEN Baru Tambah 7 Orang, Total 624 Warga Batam Masih Dirawat Karena Covid-19

Asep berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, Vaksinator mampu melakukan tata laksana vaksinasi Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 

Kompetensi yang diharapkan melakukan mikroplanning dan rantai dingin vaksin, melaksanakan imunisasi, melakukan pencatatan dan pelaporan imunisasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan imunisasi dan melakukan surveilans KIPI dan komunikasi risiko.

Karena setiap peserta setelah mengikuti pelatihan ini sudah dianggap Kompeten, maka hal utama yang perlu dikuasai adalah melaksanakan vaksinasi dengan baik, melakukan dengan cepat penangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan menyampaikan Laporan KIPI dengan cepat melalui aplikasi yang diajarkan oleh Komisi Nasional KIPI.

“Sehingga jika ada KIPI Serius langsung terlaporkan ke pusat, dan terhimpun serta tercatat di Komnas KIPI, jika diperlukan akan dilakukan penanganan langsung secara berjenjang baik oleh Komda KIPI Provinsi maupun Komisi Nasional KIPI”, ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami/Alamudin/Beres Lumbantobing)

*Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved