Minggu, 26 April 2026

Pengamat Minta AHY Tindaklanjuti Isu Berkembang, Kalau Salah Minta Maaf dan Minta SBY Turun Gunung

Polemik di tubuh Partai Demokrat kian memanas setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim kalau Presiden Jokowi sudah

Editor: Eko Setiawan
INSTAGRAM @agusyudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNBATAM.id | JAKARTA - Polemik di tubuh Partai Demokrat kian memanas setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim kalau Presiden Jokowi sudah meresteru pengambilan secara paksa partai berlambang Mercy tersebut.

Namun pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mempunyai penilaian sendiri.

Ia meminta kepada AHY untuk menyebutkan nama-nama lima orang tersebut.

Sebab menurutnya, AHY sudah terlanjur membuka isu itu.

Bahkan Jika isu itu salah, AHY diharapkan untuk meminta maaf.

Selain itu, Emrus juga mengatakan, sejauh ini Kader di Partai Demokrat sudah tidak erat lagi.

Ideologi untuk menjadi perekat diantara merka sudah tidak ada.

Ia mengusulkan agar SBY kembali turun gunung untuk memimpin kembali Partai Demokrat

Baca juga: Moeldoko Dituding Rebut Paksa Partai Demokrat: Jangan Bawa Pak Jokowi, Itu Urusan Saya Pribadi

Baca juga: Andi Arief Langsung Tunjuk Moeldoko Orang yang Akan Rebut Partai Demokrat, Sudah Disetujui Jokowi

Hal ini merujuk pada pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Emrus, soliditas di Partai Demokrat juga tidak kuat.

"Menunjukan kepemimpinan di Partai Demokrat lemah, soliditas di internal partai tidak menggembirakan, ideologi tidak kuat untuk menjadi perekat di antara mereka," ujar Emrus kepada Tribunnews, Senin (1/2/2021).

Emrus berpandangan sebaiknya AHY berani untuk menyebutkan nama-nama tokoh yang berupaya untuk mengambil alih Partai Demokrat.

Karena AHY dinilai sudah terlanjur membuat pernyataan di ruang publik.

Padahal, menurut Emrus, Partai Demokrat bisa menyelesaikan persoalan itu secara internal partai.

Sehingga bisa menyusun langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan dan soliditas internal partai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved