Minggu, 7 Juni 2026

Duduk Perkara Tudingan Ambil Alih Paksa Partai Demokrat Oleh AHY Terhadap Moeldoko

Menyikapi tudingan tersebut, Moeldoko meminta setiap masalah atau peristiwa jangan dikaitkan dengan istana.

Tayang:
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Duduk Perkara Tudingan Ambil Alih Paksa Partai Demokrat. Foto: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Berikut Duduk Perkara Tudingan Ambil Alih Paksa Partai Demokrat Oleh AHY Terhadap Moeldoko.

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengeluarkan pernyataan mengejutkan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Dalam pernyataannya, AHY menyebut ada pihak yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Meski dalam pernyataannya, AHY tidak menyebut namanya secara pasti.

Menurut AHY soal tudingannya, informasi tersebut ia dapatkan setelah ada laporan dari pimpinan dan kader Demokrat, baik tingkat pusat maupun cabang.

"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY.

AHY menyatakan, menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkan, gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.

Meski tidak disebutkan namanya secara pasti, nama Moeldoko mencuat menjadi orang yang dituding terkait ambil alih paksa Partai Demokrat.

Tanggapan Moeldoko

Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko (Tribun News)

Kepala Staf Presiden Jenderal Purnawirawan Moeldoko memberikan penjelasan kenapa dirinya dikait-kaitkan dengan persoalan internal Partai Demokrat.

Namanya menyeruak dianggap sebagai orang yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat meskipun Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menyebut namanya secara pasti.

AHY hanya menyebut ada orang di lingkaran istana yang terlibat dalam gerakan pengambilalihan Partai Demokrat secara paksa.

Menyikapi tudingan tersebut, Moeldoko meminta setiap masalah atau peristiwa jangan dikaitkan dengan istana.

Karena menurut Moeldoko, Presiden Jokowi sama sekali tidak tahu dengan masalah tersebut.

"Jangan sedikit-sedikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi jangan sedikit-sedikit Istana, dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini, karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, eggak tahu apa-apa dalam hal ini," kata Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Giliran Polisiti NasDem Ingatkan AHY, Harus Bisa Selesaikan Masalah Internal Tanpa Bawa Pihak Lain

Baca juga: Moeldoko Dituding Rebut Paksa Partai Demokrat: Jangan Bawa Pak Jokowi, Itu Urusan Saya Pribadi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved