KEBAKARAN DI LINGGA
Kebakaran di Lingga, Api Hanguskan Rumah Warga Selayar saat Ditinggal Pergi
Kebakaran di Lingga menimpa rumah pasangan suami istri Bagong dan Mariani di Kecamatan Selayar. Rumah yang ditinggal kosong itu, terbakar dini hari.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Nasib malang dialami pasangan suami istri Juhari laias Bagong dan Mariani.
Rumah mereka di Kampung Tanjung Dua, Desa Selayar, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri itu terbakar.
Peristiwa kebakaran di Lingga itu terjadi pada Senin (1/2) sekira pukul 04.30 WIB.
Api menghanguskan setengah rumah mereka.
Kepada sejumlah awak media, Bagong menceritakan apa yang dialami keluarganya itu.
Saat kejadian, ia bersama istri tidak berada di rumah. Keduanya tidur di rumah saudara yang berlokasi di belakang rumah mereka.
Istri pria 45 tahun ini terkejut ketika melihat bagian belakang rumah sudah dilalap api yang kian membesar.
"Istri yang pertama lihat, dia terbangun dari tidur. Tahu-tahu lihat belakang rumah sudah terbakar," ucapnya.
Mariani sempat mencoba masuk ke dalam rumah untuk menyelamtkan barang berharga miliknya.
Sayang, upaya itu gagal hingga ia memutuskan untuk keluar rumah karena kerangka atap pada bagian dapur sudah nyaris roboh.
Dalam kondisi panik, Mariani pun berteriak. Harapannya, ada warga sekitar yang mendengar serta membantunya.
Kebakaran tersebut menghanguskan setengah bagian rumah rumah milik Juhari alias Bagong (45), yang terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Bagong menceritakan, saat ia dan istrinya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, keduanya tidur di rumah saudaranya yang berada di belakang rumah.
"Saat istri saya Mariani, bangun dari tidurnya, sekitar pukul 04.30 WIB, dia terkejut saat melihat rumah kami bagian belakang api sudah membesar.
Baca juga: Cerita Tragis Kebakaran di Lingga, Cucu Tewas Setelah Terobos Api Selamatkan Sang Nenek
Baca juga: Korban Kebakaran di Lingga Terima Bantuan dari Satgas Penangggulangan Bencana Polda Kepri
Dalam kondisi panik, istri saya Mariani berteriak sambil meminta tolong warga," jelasnya kepada awak media.
Bagong mengungkapkan, istrinya sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang miliknya.
Warga sekitar kemudian berdatangan menuju lokasi rumah yang terbakar itu.
Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Berkat bantuan warga, api akhirnya dapat dipadamkan.
Bagian depan rumah Bagong dan Mariani pun selamat dari amukan jago merah.
"Semua peralatan masak dan barang-barang di dapur habis terbakar," ucapnya.
Untuk saat ini, pihak korban belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut, karena rumah ditinggal dalam keadaan kosong.
Meski tak memakan korban jiwa, namun terdapat kerugian materil dari kebakaran di Lingga itu.
Bagong dan Mariani belum bisa memastikan kerugian dari musibah yang mereka alami.
Camat Selayar, Muhammad Saman pun bergerak untuk memberikan bantuan kepada warganya yang terkena musibah.
Bersama Himpunan Melayu Raya Lingga didampingi Kepala Desa selayar, pihaknya menyerahkan bantuan sembako kepada korban pada Senin (1/2) siang.
Muhammad Saman yang baru saja pulang dari kegiatan vaksinasi di Puskesmas Penuba, prihatin atas kejadian yang menimpa pasangan suami istri itu.
Ia mengimbau kepada warga Kecamatan Selayar untuk berhati-hati ketika sedang meninggalkan rumah.
"Pada saat meninggalkan rumah, periksa semua perlengkapan di dapur, kompor ,tabung gas dan dapur kayu," imbau Saman.
Kisah Tragis Kebakaran di Lingga
Musibah kebakaran di Lingga, sebelumnya terjadi di sebuah rumah di Gang Punak, Jalan Engku Aman Kelang, Sawah Indah, Kelurahan Daik, Lingga, Selasa (26/1/2021).
Kejadian ini meninggalkan banyak cerita.
Diketahui, akibat insiden kebakaran itu, dua orang dilaporkan tewas.
Sofiah (96) atau biasa disapa Are meninggal di lokasi. Sedangkan Mustada Arifin (36) alias Heri atau Ari, cucunya meninggal di rumah sakit.
Melkior (21), sepupu mendiang Ari bercerita, pada hari kejadian, tiba-tiba saja Ari yang tinggal di Desa Musai datang ke rumah neneknya di Daik, Selasa pagi.
"Kami para keluarga juga belum tahu, apa sebab Bang Ari itu mengunjungi Nenek Are di Sawin (Sawah Indah). Dia mendadak datang dari Musai ke Daik. Biasanya jarang-jarang dia menemui nenek," kata Melkior yang sering disapa Kiki kepada TribunBatam.id, Kamis (28/1/2021) siang.
Ia menyebut jarak tempuh ke rumah Nenek Are sekira 6 KM, dengan 15 menit waktu yang dibutuhkan.
Kiki lalu menerangkan, dari cerita sepupunya, setibanya Ari di Daik, ia melihat kepulan asap di rumah neneknya.
"Dia tiba di lokasi tidak membawa bawaan apa-apa. Hanya baju dan celana yang dipakai. Dia langsung masuk ke rumah yang sudah dipenuhi dengan api yang sudah terlalu besar," terang Kiki.
Saat itu, Ari sempat menggendong neneknya dan berusaha keluar dari kobaran api. Namun karena api sudah membakar seluruh tubuhnya, Ari melompati keluar dari jendela.
"Jadi saat itu dia langsung melepas nenek, loncat jendela, karena sudah 90 persen terbakar," ujar Kiki.
Kiki menyebutkan, sebenarnya rumah yang terbakar itu ditempati enam orang, termasuk Nenek Are.
Namun saat kejadian, dan seperti hari biasanya, lima orang lainnya melakukan aktivitas di luar rumah.
"Yang di rumah nenek, anak dari nenek, yakni Mok Jom dan tiga anaknya Haidir, Ilham, dan Dinda. Satu orang lagi menantu nenek, Bang Encik," ujarnya.
Ia melanjutkan, pascakebakaran itu, Ari meninggalkan kedua orangtuanya, istri, dua anak, dan tiga adiknya. Mendiang Ari sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh.
Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan satu rumah dan menewaskan dua orang di Sawah Indah itu.
"Itu memang kewenangan pihak berwajib, saya tidak mau melangkahi. Tapi mungkin kalau saya dan keluarga menduga-duga akibat korsleting listrik," ujarnya.
Kini, Kiki hanya berharap agar keluarga yang ditingalkan tetap tabah atas musibah yang terjadi.
"Memang sudah ajalnya di sana, memang kehendak Allah seperti itu, kami terima," ujarnya.
Terobos Api
Sebelumnya diberitakan, niat seorang cucu untuk menyelamatkan neneknya di Kelurahan Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri berujung tragis.
Seorang pria bernama Heri tewas di RSUD Encik Mariyam, Kecamatan Daik.
Ia mengalami luka bakar hingga 90 persen setelah berusaha menerobos api yang membakar rumah dii Gang Punak, Jalan Engku Aman Kelang, Sawah Indah, Selasa (26/1/2021) siang.
Heri ketika itu mengetahui jika neneknya yang diketahui bernama Are berada dalam rumah yang terbakar itu.
Sayang, api keburu membesar begitu ia mencoba menyelamatkan orang tua yang begitu ia sayangi itu.
"Heri tadinya mencoba untuk menyelamatkan neneknya, tetapi api keburu membesar.
Luka bakar di tubuhnya lebih dari 90 persen," ungkap Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga, Tengku Syamsul Hilal kepada sejumlah awak media, Selasa (26/1/2021).
Ia mengungkap jika api berhasil dipadamkan. Lokasi rumah yang hangus dilahap si jago merah juga telah diberi garis polisi.
Tengku Syamsul juga mengatakan, jalannya proses pemadaman api saat itu berlangsung sekitar 2 jam dengan melibatkan 20 orang personel pemadam kebakaran.
“Proses pemadaman tadi dilakukan sekitar 2 jam, dari jam 09.00 WIB sampai sekitar jam 11.00 WIB.
Setidaknya 4 tangki air yang digunakan untuk memadamkan api.
Personel yang turun sebanyak 20 orang terdiri dari 2 orang kasi dan 18 orang personel,” ucapnya.
Selain korban meninggal dunia, Tengku Syamsul memperkirakan dari kejadian kebakaran tersebut menelan kerugian hingga ratusan juta Rupiah.
Kebakaran juga menghanguskan 2 unit sepeda motor yang berada di rumah yang berdindingkan papan, serta menghanguskan barang berharga lainnya.
Dari informasi yang TribunBatam.id himpun, untuk kedua korban yang meninggal dunia telah dikebumikan pada sore tadi di tempat pemakaman umum terdekat.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kebakaran-di-lingga-serang-warga-selayar.jpg)