TANJUNGPINANG TERKINI
Kebakaran di Tanjungpinang, Galaxy PUB & KTV Nyaris Ludes Dilahap Api
Kebakaran di Tanjungpinang terjadi di Galaxy Pub & KTV di jalan Rawasari, Kilometer 5, Senin (1/2) siang.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tempat hiburan di Tanjungpinang, Galaxy Pub dan KTV nyaris ludes dilahap api.
Tempat hiburan yang berlokasi di jalan Rawasari, Kilometer 5 Tanjungpinang itu, Senin (1/2) itu, diketahui pemilik tempat hiburan, Lili itu setelah dihubungi warga yang melihat asap membumbung tinggi.
Ia yang berada di rumah langsung turun untuk memastikan kondisi begitu mendapat kabar tersebut.
Lili menjelaskan, pihaknya, sebelumnya telah memastikan kondisi bangunan PUB dan KTV sesaat akan tutup.
"Kejadiannya sekira pukul 1 siang. Sebelumnya pernah terjadi juga.
Dugaan sementara adanya aliran listrik yang konslet dan dengan cepat menjalar plafon bangunan," terangnya.
Akibat kejadian tersebut, membuat usahanya ditutup sementara.
Lili pun mengaku belum dapat merincikan besaran kerugian materil yang dialaminya.
Kebakaran yang terjadi diketahui hanya melahap plafon dan atap area kasir bangunan.
"Yang awalnya kita buka setiap hari akhirnya harus ditutup dulu buat sementara, hingga selesai perbaikan yang rusak,
Kerugian pun belum dapat kami perhitungkan, tapi Puji Tuhan tidak semuanya habis dilahap api," sebutnya.
Polsek Tanjungpinang Timur telah memasang garis polisi yang juga didampingi oleh pemilik tempat hiburan.
Baca juga: Kisah Ari Korban Tewas Kebakaran di Lingga saat Selamatkan Nenek, Tiba-Tiba Datang ke Daik
Baca juga: Cerita Tragis Kebakaran di Lingga, Cucu Tewas Setelah Terobos Api Selamatkan Sang Nenek
"Beruntung kobaran api dengan cepat dipadamkan sehingga hanya melahap plafon dan atap bangunan.
Bermula dari kepulan asap tebal dan kobaran apinya menjalar di area plafon sampai ke atap meski tidak besar," kata Suranto, salah satu warga yang tengah membersihkan serpihan atap dan plafon kepada TribunBatam.id.
Kebakaran di Lingga
Tidak hanya di Tanjungpinang, kebakaran sebelumnya terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.
Nasib malang dialami pasangan suami istri Juhari laias Bagong dan Mariani.
Rumah mereka di Kampung Tanjung Dua, Desa Selayar, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri itu terbakar.
Peristiwa kebakaran di Lingga itu terjadi pada Senin (1/2) sekira pukul 04.30 WIB.
Api menghanguskan setengah rumah mereka.
Kepada sejumlah awak media, Bagong menceritakan apa yang dialami keluarganya itu.
Saat kejadian, ia bersama istri tidak berada di rumah. Keduanya tidur di rumah saudara yang berlokasi di belakang rumah mereka.
Istri pria 45 tahun ini terkejut ketika melihat bagian belakang rumah sudah dilalap api yang kian membesar.
"Istri yang pertama lihat, dia terbangun dari tidur. Tahu-tahu lihat belakang rumah sudah terbakar," ucapnya.
Mariani sempat mencoba masuk ke dalam rumah untuk menyelamtkan barang berharga miliknya.
Sayang, upaya itu gagal hingga ia memutuskan untuk keluar rumah karena kerangka atap pada bagian dapur sudah nyaris roboh.
Dalam kondisi panik, Mariani pun berteriak. Harapannya, ada warga sekitar yang mendengar serta membantunya.
Kebakaran tersebut menghanguskan setengah bagian rumah rumah milik Juhari alias Bagong (45), yang terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Bagong menceritakan, saat ia dan istrinya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, keduanya tidur di rumah saudaranya yang berada di belakang rumah.
"Saat istri saya Mariani, bangun dari tidurnya, sekitar pukul 04.30 WIB, dia terkejut saat melihat rumah kami bagian belakang api sudah membesar.
Dalam kondisi panik, istri saya Mariani berteriak sambil meminta tolong warga," jelasnya kepada awak media.
Bagong mengungkapkan, istrinya sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang miliknya.
Warga sekitar kemudian berdatangan menuju lokasi rumah yang terbakar itu.
Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Berkat bantuan warga, api akhirnya dapat dipadamkan.
Bagian depan rumah Bagong dan Mariani pun selamat dari amukan jago merah.
"Semua peralatan masak dan barang-barang di dapur habis terbakar," ucapnya.
Untuk saat ini, pihak korban belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut, karena rumah ditinggal dalam keadaan kosong.
Meski tak memakan korban jiwa, namun terdapat kerugian materil dari kebakaran di Lingga itu.
Bagong dan Mariani belum bisa memastikan kerugian dari musibah yang mereka alami.
Camat Selayar, Muhammad Saman pun bergerak untuk memberikan bantuan kepada warganya yang terkena musibah.
Bersama Himpunan Melayu Raya Lingga didampingi Kepala Desa selayar, pihaknya menyerahkan bantuan sembako kepada korban pada Senin (1/2) siang.
Muhammad Saman yang baru saja pulang dari kegiatan vaksinasi di Puskesmas Penuba, prihatin atas kejadian yang menimpa pasangan suami istri itu.
Ia mengimbau kepada warga Kecamatan Selayar untuk berhati-hati ketika sedang meninggalkan rumah.
"Pada saat meninggalkan rumah, periksa semua perlengkapan di dapur, kompor ,tabung gas dan dapur kayu," imbau Saman.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kebakaran-di-galaxy-pub-ktv-tanjungpinang.jpg)