BINTAN TERKINI
Kisruh Tudingan Kudeta Partai Demokrat, Apri Sujadi: Kami Tetap Solid Dukung AHY
Kisruh tudingan kudeta Partai Demokrat buat pengurus Partai Demokrat Kepri bereaksi. Mereka masih solid mendukung AHY.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Pengurus Partai Demokrat di Kepri menegaskan tetap solid di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Ketua DPD Demokrat Kepri, Apri Sujadi mengungkapkan, 34 pengurus DPD se-Indonesia bersama lebih dari 500 pengurus DPC tetap solid yang dipertegas dengan surat pernyataan sebagai bentuk loyalitas kepemimpinan yang sah.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap terkait adanya upaya mengkudeta dirinya dari Partai Demokrat.
Upaya ini disebut AHY merupakan bagian untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik bagi kelompok tertentu.
Menurut AHY, ajakan dan komunikasi itu dilakukan dengan paksa melalui telepon maupun pertemuan langsung.
"Kami pastikan Demokrat Kepri tetap konsisten dan solid mendukung AHY.
Kami akan melawan apapun yang ingin memecah belah Partai Demokrat," tegasnya, Selasa (2/2/2021).
Apri Sujadi mengatakan, langkah DPD Demokrat Kepri dimana pihaknya telah membuat surat pernyataan loyal terhadap kepemimpinan AHY guna menanggapi isu liar kudeta Demokrat.
"Semua elemen Demokrat dari DPD sampai DPC sudah membuat surat pernyataan semua," ucapnya.
Kirim Surat ke Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (1/2/2021) pagi.
Tujuan AHY menyurati Jokowi ialah untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi terkait informasi adanya gerakan politik inkonstutional yang bermaksud untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.
Berdasar informasi yang didapat, AHY menyebut ada keterlibatan sejumlah nama di lingkup pemerintahan Kabinet indonesia Maju.
Baca juga: Bak Teori Konspirasi, Moeldoko Dituding Mau Kudeta Partai Demokrat, Siapa Sebenarnya Dia?
Baca juga: Makar di PARTAI DEMOKRAT: Dalang Mantan Kader dan Pejabat Negara! AHY Langsung Surati Jokowi
"Tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," ungkap AHY dalam konferensi pers di Taman Politik DPP Demokrat, Senin, dikutip dari kanal YouTube AHY.
Dalam paparan AHY, informasi adanya gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Demokrat didapatkannya dari laporan pimpinan dan kader Demokrat baik pusat maupun cabang.
"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY.
Terdiri dari 5 Orang
Lebih lanjut AHY menyatakan, menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkan, gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Jokowi.
AHY menyebut, gerakan tersebut terdiri dari kader secara fungsional, mantan kader dan non-kader.
Gabungan dari pelaku gerakan itu ada 5 (lima) orang.
Terdiri dari satu kader Demokrat aktif dan satu kader yang sudah enam tahun tidak aktif.
Kemudian, satu mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi.
Selain itu, satu mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun lalu.
Sedangkan yang non-kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.
AHY menyebut, tokoh yang akan mengambil alih itu, akan menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik.
"Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketum Partai Demokrat tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.
Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum Partai Demokrat, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," katanya.
Dan para pelaku, kata Agus, merasa yakin pasti sukses karena didukung para pejabat tinggi lain.
"Para pelaku merasa yakin gerakan ini pasti sukses, karena mereka meng-klaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya," ujarnya.
"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ucap AHY.
Jawaban Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko disebut ingin kudeta kepemimpinan Partai Demokrat.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Senin (1/2/2021) siang.
Atas tudingan tersebut, Moeldoko pun buka suara.
Mantan Panglima TNI itu kemudian menceritakan awal mula ia dituding sebagai salah seorang yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.
Menurut Moeldoko, tudingan kepada dirinya mungkin berawal dari sejumlah foto yang menunjukkan kebersamaannya dengan sejumlah orang.
Moeldoko tidak menyebut secara jelas identitas orang-orang tersebut. Hanya saja, orang-orang itu datang kepadanya dan menceritakan persoalan di Partai Demokrat.
"Mungkin dasarnya foto-foto. Ya orang ada dari Indonesia timur, ada dari mana-mana kan datang ke sini mungkin pengen foto sama saya.
Ya saya terima saja. Apa susahnya," ujar Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021) malam.
"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian. Beberapa kali banyak tamu berdatangan dan saya orang yang terbuka.
Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memiliki batas dengan siapa pun.
Apalagi, di rumah ini mau datang terbuka 24 jam," papar dia.
Moeldoko mengatakan, ada sejumlah orang datang secara bergelombang.
Moeldoko menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.
"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti.
Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.
"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.
Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu. Dia pun mengaku prihatin atas situasi yang dihadapi mereka.
"Saya sih sebetulnya prihatin ya dengan situasi itu. Sebab saya juga bagian yang mencintai Demokrat," ujar dia.
Setelah pertemuan itu, Moeldoko menyebut muncul berbagai isu tentang Partai Demokrat.
Menurut Moeldoko, kesediaannya dalam menerima tamu dan berfoto bersama menunjukkan bahwa dirinya yang seorang jenderal tidak punya batas dengan siapa pun.
"Ya Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan itu ya silakan saja. Saya tidak keberatan," ucap dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjawab teka-teki siapa sosok yang disebut dalam konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Senin (1/2/2021) siang.
Pada Senin malam, Herzaky akhirnya angkat bicara terkait nama dari sosok tersebut.
Nama yang dimaksud ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat menurut dia adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
"Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan.
Mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin malam.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisruh-tudingan-kudeta-partai-demokrat.jpg)