NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM
Tips Jalankan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi Covid-19 Dari Pemilik King Sate Batam
Pemilik King Sate Batam, Jimmy Fernando menilai ada sistem yang harus diubah di masa pandemi covid. Di antaranya soal penyediaan alat makan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Meski vaksin covid-19 sudah mulai didistribusikan kepada masyarakat Indonesia, bukan berarti kita dapat mengabaikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
Di antaranya ketika berada di luar rumah seperti tempat makan. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib untuk diterapkan bagi pihak pengelola restoran maupun pengunjung di masa kebiasaan baru ini.
Pihak pemerintah pun (Satpol PP) gencar melakukan pengawasan protokol kesehatan di tengah masyarakat terutama di tempat keramaian.
"Saat ini ditemukan banyak sekali anak muda di tempat ngopi yang sedang nongkrong. Kita rencananya di minggu ini akan melakukan pengawasan ke sana. Kami akan atur jaraknya.
Karena mereka yang sedang nongkrong mungkin saja ada yang membuka maskernya lalu berbicara dan bisa tertular," ujar Hamidah, perwakilan dari Satpol PP Batam dalam program News Webilog Tribun Batam 'Hati-hari saat Makan Bersama', Senin (1/2/2021).
Baca juga: King Sate Batam Luncurkan Menu Digital hingga Buka Layanan Drive-Thru
Baca juga: Strategi Tetap Sehat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kata Pakar Epidemologi di Batam
Ia menegaskan bagi siapa saja yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi, baik itu pelaku usaha ataupun pengunjung.
Kendati demikian, pemilik usaha pun harus memiliki strategi jitu dalam memasarkan produknya di masa pembatasan sosial ini. Bila tidak cerdas mengelola maka usahanya terancam berhenti beroperasi karena sepi pengunjung.
Seperti halnya yang dilakukan pemilik usaha kuliner King Sate Batam, Jimmy Fernando. Berbeda dari pemilik usaha lainnya yang menutup operasional usahanya, Jimmy justru berani mendirikan bisnisnya di tengah pandemi.
Keberaniannya tidak asal. Sebab ia memiliki segudang inovasi agar usahanya tetap ramai meski di tengah pandemi.
Ia menghadirkan warung sate pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Drive Thru untuk mengurangi kontak antar pengunjung dan pegawai.
"Di masa new normal ini kita tidak bisa hanya wait and see. Artinya kita sebagai pelaku usaha harus berani. Kalau saya sendiri lokasinya juga outdoor, sehingga risiko penularannya lebih rendah dari pada dalam ruangan. Areanya juga cukup luas yaitu 500 m2.
Jadi tinggal fokus pada protokol kesehatan dan juga sistem operasional," kata Jimmy dalam program yang sama.
Selain itu, Jimmy mengaku ada sistem yang harus diubah seperti penyediaan alat makan disediakan saat pengunjung datang. Artinya alat tersebut tidak disediakan di atas meja ketika tidak ada pengunjung.
Hal tersebut diambil agar mengurangi paparan virus dari para pengunjung yang datang berganti.
"Tak hanya protokol untuk pengunjung, menurut saya protokol kesehatan internal baik staf dan pelaku usaha juga penting. Saya rasa sanitasi yang bagus pasti dapat menekan risiko terpaparnya virus di lingkungan tempat kuliner," tambahnya.
Menurutnya, pelaku usaha dituntut untuk selalu berpikir kreatif mencari sumber pendapatan lain pada bisnisnya. Tak hanya itu, dalam era new normal ini pemasaran produk dinilai lebih efisien dilakukan secara online baik itu promo dan update menu.
"Era pandemi ini, market kuliner tetap ada. Karena semua orang pasti makan. Hanya saja terjadi perpindahan market karena tentunya masih ada orang yang enggan makan di tempat, sekarang cenderung bungkus.
Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan cara melakukan penjualan secara online seperti melalui aplikasi pemesanan makanan online yang bisa diantarkan langsung ke rumah konsumen," ujarnya.
Selain strategi pemasaran dan penjualan, para pelaku usaha juga harus cerdas dalam mengelola biaya operasional.
"Menunya harus dipilih mana yang paling laku. Hal itu membuat kita lebih fokus mencari laba dengan jumlah staf yang mungkin saat ini berkurang. Kegiatan promosi juga harus lebih giat dilakukan karena saat ini merupakan saatnya menjemput bola.
Sisi positif nya kita jadi punya ilmu baru dalam masa kebiasaan baru ini," ujar pemilik usaha bersertifikat CHSE Kemenparekraf ini.
(TRIBUNBATAM.id/REBEKHA ASHARI DIANA PUTRI)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google