Sabtu, 30 Mei 2026

PANTUN MELAYU

Alasan UNESCO Jadikan Pantun Sebagai Warisan Dunia

Tribunbatam.id, mengutip salah satu contoh pantun melayu dari buku kumpulan pantun melayu karya mantan Walikota Batam 2006-2016 Ahmad Dahlan.

Tayang:
TRIBUN BATAM / LEO HALAWA
Seorang karyawati di Batam, Provinsi Kepri sedang memperlihatkan buku kumpulan pantun karya Ahmad Dahlan 

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atau Kemenlu ( kemlu.go.id) pada pertengahan Desember 2020 lalu, merilis bahwa Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO ( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan 'Pantun' sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Nominasi Pantun yang diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui oleh UNESCO, setelah sebelumnya Pencak Silat diinskripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tanggal 12 Desember 2019.

Kumpulan Pantun Melayu Berisikan Nasihat hingga Jenaka, Jadi Warisan Budaya Dunia

UNESCO menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial, namun juga kaya akan nilai-nilai budaya dan agama yang mejadi panduan moral. Pesan yang disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antarmanusia.

Bagi Indonesia, keberhasilan penetapan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda tidak lepas dari keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maupun berbagai komunitas terkait Pantun seperti Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Selanjutnya, Lembaga Adat Melayu, Komunitas Joget Dangdung Morro, Komunitas Joget Dangdung Sungai Enam, Komunitas Gazal Pulau Penyengat, Sanggar Teater Warisan Mak Yong Kampung Kijang Keke, serta sejumlah individu dan pemantun Indonesia.

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra menyampaikan bahwa sebagai nominasi Indonesia pertama yang diajukan bersama dengan negara lain, inskripsi Pantun memiliki arti penting bagi Indonesia dan Malaysia, yang merefleksikan kedekatan dua negara serumpun yang berbagi identitas, budaya, dan tradisi Melayu.

Kumpulan Puisi dan Pantun untuk Guru sebagai Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2020

Pantun merupakan tradisi lisan komunitas Melayu yang telah hidup lebih dari 500 tahun. Pantun digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran melalui syair yang berima.

Umumnya pantun digunakan dalam nyanyian dan tulisan di upacara adat dan pernikanan. Saat ini, tidak hanya sebagai identitas Melayu, Pantun juga telah menjadi media pendukung dalam pemberdayaan ekonomi kreatif.

Ke depan, Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelindungan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda melalui pelibatan aktif komunitas lokal di kedua negara.

Pantun juga dilestarikan dengan diajarkan secara formal di sekolah dan melalui kegiatan kesenian.

Kumpulan Pantun Ucapan HUT Kemerdekaan RI, Cocok Dibagikan ke Facebbok hingga WhatsApp

Tribunbatam.id, mengutip salah satu contoh pantun melayu dari buku kumpulan pantun melayu karya mantan Walikota Batam 2006-2016 Ahmad Dahlan. Buku yang diterbitkan penerbit Koekoesan 2011karya Ahmad Dahlan memuat ribuan pantun yang pernah diucapkan pada saat momen acara:

  • Pantun Ahmad Dahlan pada acara peresmian hotel pasific Senin 24 Desember 2007 ( Halaman 12)

Sungguh terang cahaya rembulan

sinarnya mencarak sampai ke taman

pasific palace segera diresmikan

seperti di tengah lautan

Anak dara menanam selasih

selasih diminum sambil berjalan

celana putih sepatu hitam

semoga terus dalam keberuntungan

Kumpulan Kata Mutiara, Pantun & Ucapan Selamat Sambut Puasa Ramadhan 2020, Cocok Buat WA, FB dan IG

  • Pantun Ahmad Dahlan pada acara Masuk ke rumah amanah Rabu 1 Maret 2006 ( halaman 18)

Apa guna pergi ke sawah 

Pergi untuk menanam padi 

Acara sudah dilantikpun sudah

Dukunglah kami membangun negeri 

Apa guna kayu meranti 

Dibeli untuk membuat rumah

Dukungan rakyat sangat dinanti

Supaya kami tetap amanah 

Apa guna kain pelekat

Untuk dipakai orang Melayu

Agar kerja beroleh berkat

Marilah kita bersatu padu

Bila hendak memancing ikan

Janganlah lupa membawa umpan

Bila kita seiring sejalan 

Semua kerja menjadi ringan 
 

  • Pantun Ahmad Dahlan pada acara Pembukaan MTQ Tingkat Kota Batam 2006, Kamis 27 April 2006 ( halaman 19)

Bila cendawan tumbuh di halaman

Mari dilumat jadikan obat

Bila Al-Qur’an dijadikan pedoman

Hidup selamat dunia akhirat

Mendayung sampan di pagi hari

Didayung mari menyusur kali

Makna al-Qur’an kita hayati

Menggugah diri ingat Ilahi

Dengan takzim memohon doa

Doa dikabulkan janganlah sombong

Amalkan al Qur’an sepanjang usia

Dalam masyarakat tolong-menolong

Ke kebun sayur selepas subuh

Ambillah nenas bawa ke pekan

Habluminallah terus diperkukuh

Habluminannas mari tingkatkan (*)

Dan masih ribuan bait pantun karya Ahmad Dahlan lain. Tunggu pada sesi berikutnya.

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved