Kamis, 4 Juni 2026

BINTAN TERKINI

Kapal Angkut 20 Ton Pisang dari Tenggelam di Tambelan, Diselamatkan Nelayan Setempat

Kapal pengangkut 20 ton pisang yang tenggelam di Tambelan, berangkat dari Sambas, Kalimantan Barat.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Kapal Angkut 20 Ton Pisang dari Tenggelam di Tambelan, Diselamatkan Nelayan Setempat. Foto kapal yang tenggelam di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kapal Motor atau KM Chusnul yang mengangkut 20 ton pisang tenggelam di sekitar perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Insiden di laut Selasa (2/2) malam itu, terjadi setelah kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tebas, Sambas, Kalimantan Barat dihantam gelombang tinggi.

Ada empat awak kapal dalam kapal nahas itu yang berangkat dari Sambas, Senin (1/2).

Selain Sibur (54) yang menjadi nakhoda kapal, terdapat tiga kru kapal lain bernama Hermanto (40), Herman Fauzan (53) dan Gusti Antong Madal (51).

Mereka diselamatkan oleh seorang nelayan Tambelan, Iwan Topan satu hari setelahnya atau Rabu (3/2/2021).

Kini, mereka masih menumpang tinggal di rumah Iwan Topan.

Kapal yang tenggelam di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Kapal yang tenggelam di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Sebelum mengalami insiden di sekitar perairan Tambelan, as kapal diketahui putus dalam perjalanannya.

Nakhoda pun memutuskan untuk berlabuh di perairan Sungai Pasir Pemangkat, Kalimantan Barat.

Setelah diperbaiki, KM Chusnul memutuskan untuk melanjutkan berlayar menuju Tambelan dan Telaga Punggur, Batam.

Saat memasuki perairan timur laut di Pulau Tambelan, Selasa (2/1/2021) malam, kapal mereka dihantam ombak besar.

Akibat hantaman itu membuat kapal kemasukan air dan mulai tenggelam.

"Saat kejadian itu Nakhoda kapal sudah memerintahkan awak kapal menghidupkan mesin penyedot air untuk menyedot air laut yang masuk ke kapal.

Nyaris Mati di Laut, Korban Kapal Tenggelam di Karimun Ucapkan Terima Kasih ke PT Timah

Gegara Cuaca Buruk, Dua Kapal Tenggelam di Perairan Lingga dalam Satu Hari, Ini Muatannya

Kapal yang tenggelam di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Kapal yang tenggelam di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Namun,upaya itu sia-sia dan akhirnya kapal pun tenggelam," ungkap Kapolres Bintan melalui Kapolsek Bintan Ipda Missyamsu Alson, Kamis (4/2/2021).

Semua kru kapal bertahan di atas dek ketika kapal tenggelam.

Keesokan harinya, seorang nelayan Tambelan bernama Iwan Topan melintas tidak jauh dari lokasi kejadian saat mencari ikan, Rabu (3/2/2021) pagi.

Di sana, ia melihat sejumlah orang meminta tolong di atas dek kapal yang terombang-ambing di laut.

"Saat itu juga nelayan itu langsung menyelamatkan semua awak kapal ke kapalnya dalam kondisi selamat kembali ke Tambelan dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat setempat,"ungkapnya.

Alson juga menambahkan, empat kru kapal yang tenggelam sampai ke Tambelan siang.

Suasana saat polisi dan warga mengevakuasi sebuah jangkar kapal KM Harapan Jaya I di Tambelan untuk diamankan sebagai barang bukti, beberapa waktu lalu
Suasana saat polisi dan warga mengevakuasi sebuah jangkar kapal KM Harapan Jaya I di Tambelan untuk diamankan sebagai barang bukti, beberapa waktu lalu (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Disana Iwan Topan langsung menyerahkan semua kru kapal ke Babinsa Tambelan, Bhabinkamtibmas, anggota Pos AL, lntelkam Polsek Tambelan dan Syahbandar.

"Saat ini, semua awak kapal masih berada di Tambelan dan menginap sementara di rumah Iwan Topan," sebutnya.

Insiden di Pelabuhan Bulang Linggi

Pelayanan penumpang speedboat di Pelabuhan Bulang Linggi sementara dipindah ke Pelabuhan Kota Segara Tanjunguban, Bintan.

Hal itu dilakukan pasca ambruknya tangga pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, Jumat (29/1/2021) sekira pukul 15.30 WIB.

Lima calon penumpang tercebur ke laut saat insiden itu.

Sebelum dipindah, sementara tangga di sebelah ruang tunggu Pelabuhan Bulang Linggi yang masih utuh dan masih bisa digunakan.

Penumpang pun yang akan menaiki dan turun dari kapal speedboat di pantau oleh pihak pelabuhan.

Satu persatu penumpang yang naik turun dipantau dan diarahkan supaya tidak ramai-ramai saat turun dan naik tangga.

Pelayanan penumpang speedboat di Pelabuhan Bulang Linggi sementara dipindah ke Pelabuhan Kota Segara Tanjunguban, Bintan. 
Pelayanan penumpang speedboat di Pelabuhan Bulang Linggi sementara dipindah ke Pelabuhan Kota Segara Tanjunguban, Bintan.  (TRIBUNBATAM/ALFANDI)

"Jadi saat ini penumpang yang naik turun kita pantau dan arahkan untuk menaiki anak tangga secara bergantian.

Setidaknya maksimal dua orang. Jangan ramai seperti kemarin 5-6 orang.supaya kejadian kemarin terulang lagi," Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Rahmat, Minggu (31/1/2021).

Rahmat juga menuturkan, terkait masalah tangga pelabuhan yang roboh kemarin pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Bintan.

"Jadi Senin besok kita akan diundang rapat,ada wacana untuk sementara pelayanan akan dipindahkan ke pelabuhan bongkar muat Kota Segara, Tanjunguban dan menunggu arahan dari Dishub," tuturnya.

Sementara itu Kadishub Bintan,Insan Amin mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa penumpang akibat ambruknya tangga di pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.

Warga dibantu petugas menolong calon penumpang yang terjatuh ke laut akibat tangga Pelabuhan Bulang Linggi, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri ambruk, Jumat (29/1/2021).
Warga dibantu petugas menolong calon penumpang yang terjatuh ke laut akibat tangga Pelabuhan Bulang Linggi, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri ambruk, Jumat (29/1/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Pasalnya, akibat kejadian kemarin, ada lima korban, dan 4 korban sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit.

Sedangkan seorang korban yang merupakan warga bengkong yang mengalami luka parah dirujuk ke rumah sakit di Batam.

"Terkait kecelakaan itu, biaya korban sudah ditangani Jasaraharja,"tuturnya.

Insan juga tidak memungkiri bahwa pelabuhan Bulang Linggi sudah sangat lama.

Oleh karena itu untuk mengutamakan keselamatan dalam pelayanan, pihaknya meminta penumpang yang naik dan turun melalui jembatan yang ada satu per satu.

"Naik turun penumpang di harapkan satu persatu.Kalau ada speed dari Punggur kita harapka antri dulu di laut, karena keselamatan menjadi hal yang utama,"ungkapnya.

Insan juga menambahkan, terkait rencana memindahkan sementara pelayanan dari pelabuhan Bulang Linggi ke Pelabuhan bongkar muat Kota Segara di Tanjunguban sudah disampaikan ke Dishub Provinsi Kepri.

Tangga Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Ambruk, 5 Calon Penumpang Batam Jadi Korban. Foto calon penumpang yang terjatuh ke laut akibat tangga Pelabuhan Bulang Linggi ambruk, Jumat (29/1/2021).
Tangga Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Ambruk, 5 Calon Penumpang Batam Jadi Korban. Foto calon penumpang yang terjatuh ke laut akibat tangga Pelabuhan Bulang Linggi ambruk, Jumat (29/1/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

"Saya sudah berkomunikasi dengan teman-teman Dishub Provinsi Kepri terkait pemindahan sementara dan mereka mempersilakan.

Tetapi itu dia di pelabuhan bongkar muat Kota Segara tidak ada ruang tunggu dan fasilitas lainnya.

Kasihan penumpang kepanasan kalau menunggu speed dan nanti akan kita carikan solusinya," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved