Minggu, 10 Mei 2026

Kasus Aktif Corona di Bawah Indonesia, Ternyata Begini Cara Penanganan Covid-19 di India

Mengetahui cara penanganan Covid-19 di Indonesia, dengan kasus aktifnya di bawah Indonesia. Dimana populasi India 1,3 miliar.

Tayang:
AFP
Mengetahui penangangan Covid-19 di India. 

TRIBUNBATAM.id,INDIA - Penanganan Covid-19 di India jadi perbincangan warganet.

Hal ini karena melihat India mampu menekan kasus aktif Covid-19 di negaranya dengan jumlah populasi lebih dari 1,3 miliar.

Cara penanangan Covid-19 di Aceh bikin warganet penasaran.

Dikutip Kompas.com dari Covid Performance Index, Senin (1/2/2021). India berada diurutan 86, tepat satu tingkat di bawah Indonesia.

Lalu data dari Worldometers, Kamis (4/2/2021) pukul 13.05 WIB, kasus Covid-19 India 10.791.123 dengan 155.926 kasus merupakan kasus aktif.

Angka kasus Covid-19 aktif di India lebih rendah daripada Indonesia yang hingga Kamis siang ini tercatat 175.236 kasus aktif. Adapun, jumlah total kasus di Indonesia berjumlah 1.111.671 kasus.

Varian Baru Covid-19 Masuk Korea Selatan, Aturan Social Distancing Dirombak

Bagaimana penanganan Covid-19 di India?

Puncak tertinggi

Dilansir dari Aljazeera, 28 Agustus 2020, sejak awal Agustus, India telah melaporkan penyebaran Covid-19 tertinggi di dunia dalam satu hari yaitu antara 60.000 hingga 70.000 kasus.

Virus ini menyebar sangat cepat di daerah perdesaan. Sementara, kondisi lockdown saat itu telah dilonggarkan dan bisnis dibuka kembali di sebagian besar wilayah.

The Guardian, Kamis (28/1/2021), menuliskan, dari data dan grafik terlihat kurva kasus penyebaran Covid-19 di India memang cenderung menurun menjelang akhir tahun 2020.

Akan tetapi, The Guardian memberi catatan bahwa negara yang lebih luas cenderung memiliki jumlah kasus dan kematian yang lebih tinggi.

Ada banyak faktor yang berperan dalam pembentukan kurva ini, seperti profil demografis negara, populasi, serta tingkat kasus harian per 1 juta orang di setiap negara.

Tingkat testing

Untuk meningkatkan kapasitas testing (pengujian) Covid-19, Pemerintah India beralih ke metode yang lebih murah dan lebih cepat, yaitu tes rapid antigen.

Akan tetapi, BBC melaporkan, tes ini kurang dapat diandalkan, dengan tingkat akurasi dalam beberapa kasus hanya 50 persen.

Tim independen India, yaitu ICMR dan All Indian Institute of Medical Sciences (AIIMS), melakukan evaluasi. Mereka menemukan bahwa akurasi sebenarnya berkisar antara 50 persen dan 84 persen.

Dari evaluasi tersebut, ICMR mengeluarkan panduan, yaitu bagi yang memiliki hasil negatif dari tes antigen, perlu tes ulang dengan tes PCR jika menunjukkan gejala.

Jumlah laboratorium

Di wilayah Maharashtra, India, pertama kali memulai tes antigen di Mumbai pada Juli 2020.

Ada laporan bahwa 65 persen dari mereka yang memiliki gejala Covid-19 dites negatif dalam tes antigen, tetapi kemudian menjadi positif saat dites PCR.

BBC menyebutkan, saat ini hanya ada 61 laboratorium pemerintah dan swasta yang memadai untuk melakukan tes PCR, dibandingkan dengan lebih dari seribu fasilitas pemerintah untuk tes antigen.

Covid-19 in Indonesia: February 4, Add 11.434 New Cases, The Highest in DKI Jakarta, 3.632

Jumlah laboratorium ini juga dibandingkan dengan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Adapun, Kementerian Kesehatan Indonesia menyebutkan, terdapat 343 laboratorium yang tersebar di 34 provinsi.

Dari jumlah keseluruhan, di 8 provinsi prioritas terdapat 223 laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan Covid-19 (65 persen dari jumlah semua laboratorium).

Jumlahnya memang lebih banyak dari India. Namun, hingga saat ini ,pemerintah dinilai belum berkomitmen melakukan tes massal.

Vaksinasi

Pada 25 Januari 2021, India mendistribusi 2 juta dosis suntikan vaksin ke penjuru negaranya.

Bloomberg melaporkan, pada Selasa (26/1/2021), hanya sekitar 56 persen orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin di India.

Program vaksin domestik India menjalankan salah satu dari dua suntikan yaitu vaksin AstraZeneca Plc, diproduksi oleh Serum Institute of India Ltd.; atau suntikan Covaxin yang dikembangkan oleh Bharat Biotech International Ltd., sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Hyderabad.

Persetujuan Pemerintah India atas Bharat Biotech,mendapat kritik dari para ilmuwan karena kurangnya data yang lengkap. (*)

Artikel ini telah terbit di Kompas.com dengan judul Melihat Penanganan Covid-19 di India...

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved