Varian Baru Covid-19 Masuk Korea Selatan, Aturan Social Distancing Dirombak
Kamis, (4/2/2021), Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun mengumumkan perombakan aturan social distancing dalam upaya menghentikan penularan...
TRIBUNBATAM.id, SEOUL - Kamis, (4/2/2021), Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun mengumumkan perombakan aturan social distancing dalam upaya menghentikan penularan lokal varian baru Covid-19.
Aturan baru ini diharapkan bisa mendapatkan dukungan publik secara luas.
Sistem jaga jarak di Korea Selatan sudah masuk level lima. Publik mulai bereaksi atas beberapa larangan yang diberlakukan termasuk jam malam yang meremukkan beberapa sektor bisnis.
Diantara larangan yang diterbitkan adalah tidak boleh makan di restoran setelah pukul 9 malam.
"Daripada memperkenalkan aturan sepihak, sebaiknya kita membuat aturan pencegahan penyebaran wabah bersama masyarakat," kata Chung.
Secara terpisah, otoritas kesehatan memperingatkan kemungkinan adanya gelombang keempat infeksi virus corona yang disebabkan varian baru Covid-19 dari Inggris dan Afrika Selatan yang lebih mudah menular.
Sementara itu, di Korea Selatan sudah ada 39 kasus varian baru Covid-19 yang terdeteksi.
Korea Selatan termasuk salah satu negara yang sukses mengatasi wabah Covid-19, tanpa pemberlakuan lockdown yang ketat. Saat ini aturan tambahan social distancing dan aturan lain yang lebih kaku dikritik warga.
Ratusan pemilik restoran dan kafe dipenjuru Korea Selatan mengeluhkan dampak larangan tersebut terhadap bisnis mereka.
Pemilik tempat olahraga atau gym juga mengeluhkan dengan sejumlah aturan seperti social distancing.
• Demo Hong Kong Masuk Nominasi untuk Raih Nobel Perdamaian
Korea Selatan adalah salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah wirausaha tertinggi di dunia atau sekitar 25 persen dari pasar lapangan pekerjaan. Kondisi ini membuat rentan terhadap penurunan ekonomi.
Sebelumnya pada Minggu, (31/1/2021), otoritas memperpanjang dua pekan kewajiban jaga jarak untuk jaga-jaga menyusul libur Tahun Baru China atau imlek.
Biasanya, saat libur Imlek ada puluhan juta warga Korea melakukan perjalanan. Libur Imlek di Korea Selatan akan dimulai pada 11 Februari 2021 mendatang.
Badan Pencegahan dan Pengendalian Korea Selatan melaporkan pada Rabu, (3/2/2021), ada 7 pasien Covid-19 yang meninggal dan 451 kasus baru positif Covid-19.
Dengan begitu, total kini sudah mencapai 79.762 kasus infeksi virus corona di Korea Selatan dan 1.448 pasien Covid-19 meninggal. (*)
Simak berita Tribunbatam.id lainnya di Google News
• Info Cuaca Kepri Besok, BMKG Ingatkan Potensi Hujan pada Siang, Malam dan Dini Hari
• Arti Mimpi Buang Air Kecil Menurut Primbon Jawa, Mitosnya Bakal Dapat Pekerjaan Baru
• Resep Susu Kurma Almond, Minuman Sehat Keluarga, Bisa Jadi Ide Jualan
• Cara Simpan Dark Chocolate yang Benar, Bisa Awet sampai 1 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/covid-19-korea-selatan-melaporkan-kasus-virus-corona-terendah.jpg)