Breaking News:

Demo Hong Kong Masuk Nominasi untuk Raih Nobel Perdamaian

Pengajuan tersebut dilakukan dalam sepucuk surat kepada Komite Nobel yang diserahkan saat batas waktu 1 Februari dan dirilis pada Rabu, (3/2/2021). 

Editor: Lia Sisvita Dinatri
scmp
Aparat China Beroperasi di Hong Kong, Ribuan Demonstran Teriakkan Hong Kong Merdeka. Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa, Minggu (24/5/2020) 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) menominasikan demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong untuk meraih Nobel Perdamaian. 

Mereka menyebut para demonstran sebagai inspirasi dunia karena melawan tindakan keras China

Pengajuan tersebut dilakukan dalam sepucuk surat kepada Komite Nobel yang diserahkan saat batas waktu 1 Februari dan dirilis pada Rabu, (3/2/2021). 

Sembilan anggota parlemen dari semua partai memperkirakan ada lebih dari 2 juta orang yang turun ke jalan, dalam demo Hong Kong pada 16 Juni 2019. 

Hong Kong sendiri berpopulasi yakni sebanyak 7,5 juta orang. Surat tersebut mengatakan, demo itu merupakan salah satu bentuk protes massal terbesar dalam sejarah. 

Pengajuan demo Hong Kong sebagai nominasi peraih Nobel Perdamaian dipimpin oleh Senator Republik Marco Rubio, dan anggota DPR dari Partai Demokrat Jim McGovern. 

"Nobel akan mengapresiasi keberanian dan tekad mereka yang telah menginspirasi dunia," tulis penggalan surat itu yang dikutip kantor berita AFP.

"Kami berharap Komite Nobel akan terus memerhatikan mereka yang berjuang untuk perdamaian dan HAM di China, dan kami yakin gerakan pro-demokrasi di Hong Kong layak mendapatkan pengakuan tahun ini."

Malaysia Perpanjang Aturan Lockdown Disemua Negara Bagian, Kecuali Sarawak

Beijing tahun lalu menerapkan uu keamanan nasional, yang menindak keras perlawanan terhadap China setelah terjadi demo ricuh di Hong Kong. 

Salah satu yang ditangkap adalah Joshua Wong (24), salah satu pendukung demokrasi paling terkenal di Hong Kong. Ia dituduh melakukan subversi. 

Anggota parlemen AS menyarankan agar Nobel diberikan ke semua orang yang telah mendorong HAM dan demokrasi di Hong Kong sejak 1997. 

Para anggota parlemen terpilih di seluruh dunia, beserta pemerintah, akademisi, dan hakim internasional, berhak mengajukan calon penerima Nobel Perdamaian, tetapi pengajuan belum tentu akan dipilih. (*) 

Simak berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Covid-19 in Indonesia: February 4, Add 11.434 New Cases, The Highest in DKI Jakarta, 3.632

11 Langkah Meminimalisir dan Mengolah Sampah Rumah Tangga

Ramai Insentif Dipotong 50 Persen, Kemenkeu: Kami Tegaskan Insentif Nakes Tetap Sama

Termasuk Asam Lambung, Ini Akibatnya Jika Tidur Tanpa Bantal

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved