Kamis, 7 Mei 2026

Bayaran Abu Janda jadi Buzzer Jokowi Fantastis, Segini Ternyata Selama Ini: Pakai Uang Rakyat!

Pengakuan Permadi Arya alias Abu Janda yang dibayar mahal untuk jadi influencer Jokowi menjadi viral

Tayang:
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Permadi Arya alias Abu Janda usai diperiksa penyidik Bareskrim Polri dalam dugaan kasus ujaran SARA terkait cuitan Islam Arogan, Senin (1/2/2021) 

TRIBUNBATA,id -  Pengakuan Permadi Arya alias Abu Janda yang dibayar mahal untuk jadi influencer Jokowi menjadi viral.

Banyak yang bertanya, dari mana dapat uang sebanyak itu untuk membayar Abu Janda.

Dalam video yang diunggah Roy Suryo, Permadi Arya, alias Abu Janda mengaku dibayar cukup besar untuk menjadi influencer atau buzzer Jokowi.

Hal ini pun jadi sorotan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Diketahui, saat ini nama Abu Janda sedang viral lantaran berurusan dengan Bareskrim Polri.

Permadi Arya dilaporkan KNPI dengan dua kasus ujaran kebencian sekaligus, yakni rasis ke Natalius Pigai dan ucapan Islam Arogan.

Sudah dua kali Abu Janda menjalani pemeriksaan di Kepolisian.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara soal kontroversi Pegiat Media Sosial Abu Janda.

Belakangan ini, beredar video Abu Janda yang mengaku direkrut Joko Widodo ( Jokowi) menjadi buzzer pada Pilpres 2019 lalu.

Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda ikut berdemonstrasi bersama massa pengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).
Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda ikut berdemonstrasi bersama massa pengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Abu Janda bahkan mengaku dibayar dengan nominal uang yang cukup besar.

Terkait hal itu, Refly Harun lantas memertanyakan asal uang yang diterima Abu Janda.

Hal itu diungkapkan dalam kanal YouTube Refly Harun, Kamis (4/2/2021).

"Sumber uang untuk membayar itu dari mana?

Apakah uang pribadi atau uang kampanye atau uang negara?," ujar Refly Harun.

"Itu penting dan tentu yang membayar saja yang tahu."

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved