Breaking News:

BINTAN TERKINI

Ternak Babi di Bintan Masih Aman Virus Nipah, DKPP Larang Hewan Luar Kepri Masuk Bintan

Ternak babi di Bintan masih aman dari virus Nipah. DKPP Bintan melarang masuknya hewan luar dari Kepri masuk ke Bintan.

TribunBatam.id/Istimewa
Ternak Babi di Bintan Masih Aman Virus Nipah, DKPP Larang Hewan Luar Kepri Masuk Bintan. Foto petugas kesehatan hewan DKPP Bintan sedang mengecek kesehatan ternak babi di Bintan dan memberikan vitamin di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Foto diambil belum lama ini. 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Bintan menyebut jika ternak babi di Bintan masih aman dari virus Nipah.

Untuk mencegah masuknya virus itu, lalu lintas yang berpotensi menularkan virus salah satunya babi dari luar Provinsi Kepri dilarang masuk ke Bintan.

Larangan ini sejak merebaknya virus African Swine Fever (ASF).

Munculnya virus Nipah menjadi kekhawatiran tersendiri, apalagi saat pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah untuk di Kabupaten Bintan masih aman," ucap Kasi Kesehatan Hewan pada DKPP Bintan, drh Iwan Berri Prima, Jumat (5/2/2021).

Iwan Berri memastikan, bahwa belum ada kasus kematian hewan babi di peternak di Bintan yang diakibatkan virus nipah atau lainnya seperti ASF, flu Babi, Hog Cholera dan penyakit patogen lainnya.

Petugas DKPP Bintan saat mengecek kesehatan ternak babi di sejumlah peternakan babi di Kabpaten Bintan, Provinsi Kepri. Pihaknya mengantisipasi penyakit yang dikhawatirkan menjadi pandemi baru selain virus Corona.
Petugas DKPP Bintan saat mengecek kesehatan ternak babi di sejumlah peternakan babi di Kabpaten Bintan, Provinsi Kepri. Pihaknya mengantisipasi penyakit yang dikhawatirkan menjadi pandemi baru selain virus Corona. (TribunBatam.id/Istimewa)

Sementara itu data yang diperoleh dari DKPP Bintan bahwa jumlah populas babi di Bintan hingga Desember 2020 sekira 1.695 ekor yang tersebar di 4 kecamatan di Kabupaten Bintan.

"Kami selalu koordinasi lalu lintas hewan karena bekerja sama dengan dokter hewan karantina di Balai Karantina Pertanian Klas 2 Tanjungpinang," katanya.

Karantina Pertanian Tanjungpinang Waspada Virus Wuhan

Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang waspada dengan munculnya virus Nipah.

Penyakit yang menyerang peternakan babi di Malaysia ini, menjadi atensi sendiri bagi mereka.

Tim Pengawasan dan Penindakan (P2) Karantina Pertanian Tanjungpinang bergerak melaksanakan Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sabtu (30/01) kemarin.

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh alat angkut yang datang maupun yang akan berangkat.

Tidak hanya itu, media pembawa dan penumpang serta barang tentengan baik yang dari Batam maupun yang akan menuju Batam juga ikut diperiksa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved