Jumat, 24 April 2026

Hati-hati! Akun Facebook Romo Budi di Batam Dibajak, Pelaku Minta Dibelikan Pulsa

Modusnya, pelaku mengirim chat via messenger dengan alasan Romo Budi sedang ada kegiatan dan tidak bisa keluar untuk beli pulsa

Editor: Dewi Haryati
The Pioneer
Hati-hati! Akun Facebook Romo Budi di Batam Dibajak, Pelaku Minta Dibelikan Pulsa. Foto Ilustrasi akun Facebook dibajak 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bagi anda yang mendapat pesan dari akun facebook dengan nama Jean Yanto, berhati-hatilah.

Pasalnya, akun facebook pribadi milik Kepala Pastor Paroki Gereja Katolik  St. Damian Bengkong Batam, Romo Budi SSCC itu dibajak orang.

Pelaku menggunakan akun facebook itu untuk menipu orang dengan cara meminta pulsa.

Modusnya, pelaku mengirim chat via messenger dengan alasan Romo sedang ada kegiatan dan tidak bisa keluar untuk beli pulsa.

Ronn salah satu warga Tanjung Sengkuang yang nyaris menjadi korban penipuan tersebut mengaku marah dengan ulah orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Kesal juga dengan cara oknum itu, untung saja sebelum mengisi pulsa saya terlebih dahulu menelpon Romo Budi via WhatsApp," ujar Ronn, Sabtu, (06/02/2021).

Ia menjelaskan jika awalnya akun atas nama Jean Yanto tersebut terlebih dahulu meminta pertemanan kepada dirinya.

"Selang beberapa menit setelah saya konfirmasi ia langsung chat dan langsung meminta sejumlah pulsa, dengan kata-kata (Bisa Romo titip pulsa sebentar, waktu di cek ternyata pulsanya kosong, mau isi lewat M.banking lagi gangguan jaringan soalnya ada yang mau di hubungi penting, setelah sudah isi secepatnya di ganti uang pulsanya)," cerita Ronn sambil mengulangi kata-kata yang di tulis via Chat antara dirinya dengan pelaku.

KEJAR Pajak, Pemko Batam Bakal Pasang 300 Unit Tapping Box di Tempat Hiburan hingga Restoran

Sementara itu Romo Budi saat dihubungi via WhatsApp membenarkan adanya pembajakan akun Facebook miliknya.

"Ia Akun Facebook saya ada yang bajak dan hingga saat ini saya belum bisa membuka akun Facebook tersebut," kata Romo Budi saat dihubungi via WhatsApp.

Romo juga berpesan kepada siapapun yang mendapatkan chatting via messenger dari akun atas nama Jean Yanto agar jangan diladenin dan segera diblok saja, karena akun tersebut merupakan akun bajakan orang yang tidak bertanggung jawab. 

WhatsApp Kadinkes Anambas Dibajak

Sementara itu, kasus serupa sebelumnya beberapa kali terjadi, ada yang lewat whatsApp. Seperti yang terjadi di Anambas.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto dibuat geram oleh ulah orang tak bertanggung jawab.

Nomor teleponnya diduga dibajak. Oknum yang mengatasnamakan Herianto itu lantas berkirim pesan ke sejumlah kontak pada WhatsApp nya dan meminjam sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Tak ingin kerabat dan relasinya menjadi sasaran, Herianto pun buru-buru mengabarkan bila nomor kontaknya sedang bermasalah.

Ia juga meminta agar tidak perlu merespon dan mengabaikan jika mendapat panggilan dari nomor tersebut.

"Iya, sementara ini WhatsApp saya sedang dibajak. Mohon kalau ada yang dihubungi untuk diabaikan saja," tegasnya, Rabu (29/7/2020).

TribunBatam.id pun mencoba menghubungi nomor WhatsApp yang dibajak itu.

WhatsApp tersebut masih aktif dan saat mengirim pesan pun ada tanda ceklis dua yang menandakan bahwa pesan yang dikirim sudah terkirim.
Hanya saja belum ada ceklis biru yang menandakan pesan WhatsApp sudah dibaca.

Bukan hanya satu dua orang saja yang dikirimi pesan oleh si pembajak nomor Kadinkes Anambas.

Beberapa kontak penting yang ada di WhatsApp Herianto juga dikirimi pesan dengan alasan ingin ditransfer sejumlah uang.

Sebelumnya, nama Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar diduga dibajak dengan modus serupa.

"Sebelumnya maaf, gini pak ada keluarga butuh transferan dana tapi ATM dibawa istri dan belum bisa dihubungi. Bisa gak bantu transfer dulu ke rekening keluarga saya pak, insyaallah besok saya ganti uangnya pak," tulis si hacker kepada salah satu kontak di WhatsApp Herianto.

Dicatut Untuk Minta Bantuan Corona

Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Daerah Sahtiar, SH.MM kembali terulang.

Kali ini kasus penipuan dengan mencatut namanya tersebut terjadi di media sosial Facebook.

Resmi Jabat Gubernur Kepri Isdianto Kunjungi Makam M Sani : Saya Buktikan Mampu Berbuat untuk Kepri

Data Kemenag Karimun, Jumlah Hewan Kurban Tahun Ini Menurun Dibanding Idul Adha Tahun Lalu

Hal ini sangat membuat geram dan resah Sahtiar. Sebab seseorang yang tidak dikenal telah mencatut namanya untuk melakukan perbuatan kejahatan.

Akhirnya Sahtiar mengirim pesan ke grup WhatsApp yang berisikan bantahan.

"Buat teman-teman di WhatsApp sekalian ada yang membuat FB atas nama saya mengajak rekan-rekan untuk berteman dan minta bantuan tentang Covid-19, mohon untuk tidak dilayani modus penipuan, barusan ada yang melapor kepada saya.

Nama dan fotonya sama tapi temannya baru sedikit, itu FB baru dibuat, terimakasih, ini penipuan," ucap Sahtiar di pesan WhatsApp, Kamis (30/4/2020).

Saat ini Sahtiar sudah membuat laporan ke pihak berwajib terkait pencatutan namanya itu.

"Ini sudah perbuatan kejahatan," ungkap Sahtiar kepada wartawan.

Sebelumnya, Sahtiar mendapat informasi ini dari sahabat dekat dan temannya. Pelaku meminta sejumlah uang dan bantuan kepada orang yang menjadi korban.

"Untuk korban yang sudah diminta uang saya tidak tahu. Hal ini sudah saya laporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti," ucapnya.

(TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved