Indonesia Resesi Ekonomi Pertama Sejak Krisis Moneter 1998, Jokowi Siapkan Jurus Untuk Bangkit
Pandemi Covid-19 melumpuhkan otot ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Indonesia mengalami resesi ekonomi pertama sejak tahun 1998
TRIBUNBATAM.id - Pandemi Covid-19 melumpuhkan otot ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Indonesia mengalami resesi ekonomi pertama sejak tahun 1998.
Sepanjang 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di zona merah alias negatif. Tahun 2021 atau Tahun Kerbau Logam, pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5% hingga 5,5%.
Dalam kalender China, pasca Imlek 2021 merupakan Tahun Kerbau Logam.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia tahun lalu berkontraksi atau minus 2,07% year on year (yoy).
Angka ini membawa resesi ekonomi pertama kali sejak tahun 1998.
• Diresmikan Presiden Jokowi, BSI Ingin Bawa Indonesia Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia
Tahun 1998, ekonomi Indonesia -13,16% yoy akibat krisis moneter.
"Pandemi ini betul-betul membawa kontraksi yang sangat buruk," kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers, Jumat (5/2).
Data BPS menunjukkan, hampir semua kelompok pengeluaran pembentuk produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi.
Sumber kontraksi terdalam dari pembentukan modal tetap bruto atau investasi yang -4,95%.
Sepanjang tahun lalu, komponen investasi turun hingga 4,95% yoy.
Penurunan investasi bisa terlihat pada penjualan semen domestik yang merosot hingga 10,38% yoy.
Tak hanya itu, volume penjualan kendaraan untuk barang modal menukik tajam 41,83% yoy.
Lalu, nilai impor barang-barang modal melorot sejauh 16,73% yoy.
Menyusul investasi, konsumsi rumah tangga -2,63%.
Pendorong kontraksinya adalah daya beli masyarakat yang masih rendah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peti-kemas_20180906_212336.jpg)