Selasa, 14 April 2026

Vaksinasi Covid-19 Selebgram Helena Lim Disorot Wagub DKI: Kenapa Dia Bisa Masuk?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti kabar bahwa Helena Lim telah mendapatkan vaksinasi Covid-19

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Selebgram Helena Lim yang dikenal juga sebagai crazy rich Jakarta Utara jadi sorotan banyak pihak.

Salah satu yang menyoroti adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Ahmad Riza Patria menyoroti mengenai kabar bahwa Helena Lim telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dilansir dari Warta Kota (Tribun Batam Gruo) pria yang akrab disapa Ariza itu mempertanyakan alasan jajarannya memberikan vaksin covid-19 kepada Helena Lim.

Pasalnya, program vaksinasi Covid-19 tahap pertama di tingkat DKI Jakarta diprioritaskan bagi kelompok tenaga kesehatan, tokoh masyarakat dan pejabat publik.

Sementara pemilihan pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat berdasarkan hasil survei kepada 180.000 responden di Jakarta.

Para tokoh itu diundang untuk mengkampanyekan, bahwa vaksinasi yang dibeli pemerintah pusat aman digunakan.

“Itu (Helena Lim) selebgram kan? Saya sudah minta dicek ulang kenapa yang bersangkutan bisa masuk? Apa memang sengaja diundang sebagai figur untuk mensosialisasikan atau ada faktor lain,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (9/2/2021).

“Sejauh ini saya belum tahu, nanti kami cek lagi ya,” tambah Politisi Partai Gerindra ini.

Dalam kesempatan itu, Ariza juga terheran mengenai sosok Helena Lim yang mendapat jatah vaksin Covid-19 Sinovac di awal.

Sementara jadwal vaksinasi untuk masyarakat biasa masih dibahas pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Jadi kenapa dapat lebih awal, karena prioritas kita semuanya itu untuk nakes. Kemudian pak Presiden meminta supaya nanti di akhir atau awal bisa ke teman-teman wartawan atau media. Itu yang sedang kami coba urus, jadi terkait vaksin inshallah Jakarta tidak ada masalah,” imbuhnya.

Ariza meyakini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lapangan tidak menemui kendala, pemerintah telah menyiapkan vaksin, fasilitas kesehatan hinga vaksinator atau penyuntik vaksin.

Untuk syaratnya juga ketat, bahwa calon penerima vaksin harus menjawab 16 pertanyaan yang diajukan dan dalam keadaan sehat.

“Syaratnya kan ketat, tidak boleh ada yang sakit, tensinya juga harus baik dan sebagainya. Administrasinya juga harus lebih baik supaya terintegrasi antara data dari kami dan Kemenkes, dan itu cukup memakan waktu untuk validasi serta sinkronisasi data,” imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved