Sabtu, 30 Mei 2026

GEOPARK BELITUNG

Bak Surga yang Jatuh ke Bumi Indonesia, Geopark Belitung Segera Diakui UNESCO

objek wisata yang satu segera diakui UNESCO atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. Atau Organisasi Pendidikan

Tayang:
Traveler/Teguh Nugroho
Ratusan batu granit raksasa di Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Belitung 

TRIBUNBATAM.id - Keberadaan Geopark Belitung di Pulau Belitung, Provinisi Bangka Belitung bak surga yang jatuh ke bumi. 

Bahakn, objek wisata yang satu segera diakui UNESCO atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. Atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Destinasi alamnya meraih skor tertinggi. Seperti apa potensi warisan geologi Pulau Belitung tersebut hingga siap menjadi magnet khalayak dunia itu?

Letak Geopark Belitung

Melansir situs resmi belitonggeopark.net, Geopark Belitung terletak di Pulau Belitung, Provinisi Bangka Belitung.

Lokasi ini berada kurang lebih 400 kilometer di sebelah utara Jakarta atau 500 kilometer di utara Singapura. Kawasan tersebut memiliki total luasan sekitar 4.800 kilometer persegi (daratan) dan 13.000 kilometer persegi (lautan).

Pulau Belitung, tempat geopark ini berada memang kaya akan timah dan memiliki kondisi geologi yang menakjubkan

Melansir pemberitaan Kompas.com pada 12 Juli 2020, ada sejumlah geosite dalam kawasan geopark tersebut yang sayang untuk dilewatkan.

Di antaranya ialah geosite Juru Sebrang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, 5 kilometer dari pusat Kota Tanjung Pandan.

Di daerah bekas penambangan timah itu, terdapat banyak penangkaran ikan kerapu, proyek mitigasi perubahan bencana hingga penanaman pohon bakau.

Juru Sebrang memiliki pantai pasir putih, jalur melintasi hutan bakau dan atraksi memancing tradisional.

Geosite lainnya ialah Bukit Peramun yang berada di Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, sekitar 22 km atau 30 menit dari Bandara HAS Hanandjoeddin.

Nama "Peramun" diambil dari kata ramuan, karena memang terdapat hutan dengan tanaman obat yang berlimpah.

Ada 149 spesies tanaman di hutan tersebut.

Pemandangan hutan itu dapat dinikmati dari puncak bukit batu dengan fasilitas pengamatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved