Senin, 27 April 2026

Pakatan Harapan Tumbang, Mahathir Mohamad: Itu karena Mendukung Anwar Ibrahim, Bukan Saya

Politisi yang kini membentuk partai baru bernama Pejuang itu menyalahkan Pakatan Harapan karena tidak mendukungnya. 

AFP/MOHD RASFAN
Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Muhyiddin Yassin (kiri) pada 1 Juni 2018. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menuding tumbangnya koalisi Pakatan Harapan karena mendukung Anwar Ibrahim, bukan dirinya. 

Pakatan berisikan Partai Aksi Demokratik (DAP), Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Amanah, dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). 

Namun pada Februari 2020, aliansi Pakatan tumbang setelah Mahathir memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai PM Malaysia

Dalam unggahan di blognya Rabu pekan lalu (3/2/2021), Mahathir mengungkapkan dia mundur karena Bersatu meninggalkan Pakatan Harapan di luar kehendaknya. 

Setelah mundur, politisi berjuluk Dr M itu mengaku mencoba membentuk "kabinet bersatu". Berisikan Pakatan dan sejumlah oposisi. 

Partai Islam Malaysia (PAS) dan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) menyuarakan dukungan bagi Mahathir Mohamad

Jika ditotal, dia memperoleh dukungan 62 anggota parlemen. Jadi, Dr M berharap sisanya bisa didapat dari Pakatan. 

Namun seperti dilansir Mothership Selasa, (9/2/2021), Pakatan memilih untuk memberikan dukungan bagi Anwar Ibrahim

Menurut klaim Dr M, Anwar mengeklaim menggalang dukungan yang cukup dari politisi kawasan Sabah serta Sarawak. 

Namun faktanya, mereka hanya meraup 92 dukungan. Karena itu, baik Mahathir dan Anwar tak bisa menjadi PM Malaysia. 

Hasil Penyelidikan Asal-usul Covid-19 Diragukan AS, Tim Ahli WHO Marah

Puncaknya pada 1 Maret 2020, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah mengumumkan pelantikan Muhyiddin Yassin. 

Politisi berusia 95 tahun itu menyalahkan pemimpin veteran DAP, Lim Kit Siang, yang menyerahkan dukungannya untuk Anwar.  

Menurut Dr M, alasan Lim tidak mendukungnya dikarenakan takut jika Perdana Menteri periode 1981 sampai 2003 bakal jadi diktator. 

"Anda bisa membayangkan bagaimana nantinya Malaysia ke depan jika seluruh partai mengedepankan bangsa," keluhnya. 

Politisi yang kini membentuk partai baru bernama Pejuang itu menyalahkan Pakatan Harapan karena tidak mendukungnya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved