Breaking News:

BATAM TERKINI

Warga Batam Ini Tolak Pembangunan Ruko di Atas Buffer Zone, Rumahnya Langganan Banjir

Warga Perumahan Bumi Sarana Indah, Batuaji, Batam menolak pembangunan ruko di atas lahan buffer zone yang terletak di jalan R Soeprapto. Ini alasannya

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Warga Batam Ini Tolak Pembangunan Ruko di Atas Buffer Zone, Rumahnya Langganan Banjir. Foto lokasi saluran drainase induk yang ditutup oleh pengembang di Jalan R Soeprapto Batuaji, Rabu (10/2/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Perumahan Bumi Sarana Indah, Batuaji, Batam menolak pembangunan ruko di atas lahan buffer zone yang terletak di jalan R Soeprapto. Atau tepatnya di samping Perumahan Bumi Sarana Indah atau di seberang jalan Gereja HKBP Mahanaim.

Penolakan itu beralasan. Warga khawatir jika lahan tersebut dibangun, maka tidak ada lagi lahan hijau.

Yang lebih mengkhawatirkan akan terjadi banjir. Pasalnya akses pembuangan air dari perumahan ditutup.

Dari informasi warga, lahan yang seharusnya untuk buffer zone, dan parit besar itu diberikan pihak berwenang kepada pengembang dan rencananya akan dibangun rumah dan rumah dan toko ( ruko).

"Ini daerah buffer Zone. Ini juga saluran drainase induk. Jadi kalau lahan ini akan dibangun Ruko, maka ke depan saluran akan ditutup.

Jadi air dari pemukiman tidak tahu akan dialirkan kemana," kata warga Rt03/Rw 16 Perumahan Bumi Sarana Indah, Rahmat M Manalu, Rabu (10/2/2021).

Rusak Akibat Banjir di Bintan, Jembatan Gesek - Tirta Madu Masih Diperbaiki

40 Program Usulan Warga Baloi Permai untuk 2022, Paling Banyak Minta Drainase Atasi Banjir

Ia mengatakan, selama ini warga sudah beberapa kali menyampaikan persoalan itu kepada pengembang, tetapi tidak ada respon.

Warga, lanjutnya, juga pernah mendatangi kantor Wali Kota Batam. Namun Wali Kota Batam M.Rudi saat itu tidak bertemu dengan warga.

"Kita hanya bertemu dengan Wakil Wali Kota Bapak Amsakar. Katanya akan ditinjau tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan," kata Rahmat.

Ia mengatakan, selama ini wilayah Perumahan Bumi Sarana Indah, kerap langganan banjir.

" Perumahan Bumi Sarana Indah ada dua tahap. Tahap satu daerahnya lebih tinggi, kalau tahap dua daerahnya lebih rendah. Jadi setiap kali hujan deras turun, kami selalu banjir," kata Rahmat.

Samsiar, warga lainnya mengaku, permasahan lahan buffer zone di tepi jalan di samping perumahan mereka tinggal sudah lama dipermasalahkan.

"Bahkan tahun 2008 silam, kami sudah menggugat pengembang, dan masyarakat menang. Tapi sekarang pemerintah kembali memberikan lahan tersebut kepada pengembang," kata Samsiar.

Mereka menilai pemerintah terkesan tidak peduli dengan masyarakat.

"Kita tidak tahu apa rencana pemerintah, kita sudah lama tinggal di daerah ini. Perumahan kami malah ukurannya kecil, tetapi malah kami semakin dikucilkan pemerintah," kata Samsiar.

(Tribunbatam.id/ Ian Sitanggang)

*Baca Juga Berita Tribun Batam Lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved