Breaking News:

Eks Sekjen Demokrat Blak-blakan Partai Lebih Tenang Jika Dipimpin Ibas Yudhoyono, Ungkap AHY Gegabah

Antara kakak beradik Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibas Yudhoyono pun dibandingkan gaya kepemimpinannya.

Editor: Anne Maria
ISTIMEWA
Dua bersaudara Edhie Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono: Eks Sekjen Demokrat Blak-blakan Partai Lebih Tenang Jika Dipimpin Ibas Yudhoyono, Ungkap AHY Gegabah. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Eks sekjen Partai Demokrat baru-baru ini blak-blakan mengungkap jika kondisi partai lebih tenang jika Ibas Yudhoyono yang memimpin.

Antara kakak beradik Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibas Yudhoyono pun dibandingkan gaya kepemimpinannya.

Seperti diketahui,  Partai Demokrat belakangan ini menjadi sorotan publik.

Hal itu karena dilanda isu kudeta yang dituding oleh Demokrat, dimotori kader, eks kader, hingga pejabat pemerintahan. 

Mantan Sekjen  Partai Demokrat  Marzuki Alie adalah satu dari beberapa orang yang dituding ingin menggulingkan kekuasaan Ketua Umum Demokrat  Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Marzuki mengatakan, apabila Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang menjadi Ketum Demokrat, kondisi partai tidak akan segaduh sekarang.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) bersama jajaran pengurus DPP Partai Demokrat saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). KLB Partai Demokrat akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013 di Bali. Terbaru, Marzuki Alie percaya jika Ibas yang menjadi ketum, resistensi tidak akan banyak terjadi.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) bersama jajaran pengurus DPP Partai Demokrat saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). KLB Partai Demokrat akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013 di Bali. Terbaru, Marzuki Alie percaya jika Ibas yang menjadi ketum, resistensi tidak akan banyak terjadi. ((KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN))

Mulanya Marzuki mengungkit perdebatannya dengan kader Demokrat Andi Mallarangeng.

Marzuki bercerita, kala itu Andi tak setuju jika  Partai Demokrat disebut telah menjadi partai keluarga atau dinasti karena hasil survey menunjukkan AHY yang paling tinggi.

Beda pendapat dengan Andi, Marzuki menilai survei tidak bisa dijadikan ukuran untuk menunjuk ketua umum partai.

"Ngelola partai ini bukan survei," kata Marzuki.

"Ngelola partai ada ilmunya, ada pengalamannya, enggak mungkin ujuk-ujuk karena survei tinggi langsung duduk sebagai ketua partai."

"Tetapi menjadi pemimpin partai politik itu dia harus punya pengalaman," sambungnya.

Marzuki sendiri masih tidak ingin buka suara bagaimana sosok AHY sebagai Ketum Demokrat, apakah berhasil atau tidak.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved