IMLEK
Ternyata Begini Asal-usul Kue Keranjang Khas Imlek, Dulu Penyelamat Orang Kelaparan
Ternyata begini asal-usul kue keranjang khas Imlek, dulu penyelamat orang kelaparan.
TRIBUNBATAM.id - Ternyata begini asal-usul kue keranjang khas Imlek, dulu penyelamat orang kelaparan.
Setiap perayaan Imlek, kue keranjang tak pernah luput disajikan.
Kue manis berwarna coklat ini umumnya memang hanya disajikan saat tahun baru China.
Di negara asalnya, China, kue ini dikenal dengan nama Nian Gao.
Terbuat dari beras ketan, kue keranjang memiliki tekstur kenyal mirip jenang ataupun dodol.
Keberadaan kue keranjang telah berusia ribuan tahun.
Lantas, bagaimana sejarah dan asal-usul kue ini? Mengapa selalu dihidangkan saat Imlek?
• Asal-usul dan Makna Lampion, Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek
• Selain Kue Keranjang, Inilah 7 Makanan Khas Imlek Pembawa Hoki, Pangsit hingga Jeruk
• Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dilarang Soeharto, Dihidupkan Gus Dur
Asal-usul kue keranjang
Sejak China masih berbentuk dalam beberapa kerajaan-kerajaan.
Dikutip dari China Highlight kue ini awalnya merupakan persembahan dalam ritual upacara adat, namun perlahan berubah menjadi makanan khas di festival musim seni.
Menurut cerita, pada musim semi dan musim gugur (722–481 SM), China terbagi menjadi beberapa kerajaan kecil dan orang-orang menderita karena perang.
Raja membuat dinding yang kuat dibangun untuk melindungi wilayah dari serangan, raja pun mengadakan jamuan pesta untuk merayakan ide ini.
Rakyat pun tidak lagi dibuat khawatir dengan perang.
Namun tidak dengan Perdana Menteri Wu Zixu.
Menurut Wu, perang tidak bisa dipandang enteng.
Tembok yang kuat memang merupakan perlindungan yang baik, tetapi jika musuh mengepung kerajaan, tembok itu juga merupakan penghalang keras bagi diri kita sendiri.
"Jika keadaan benar-benar buruk, ingatlah untuk gali lubang di bawah dinding," kata Wu.
Bertahun-tahun kemudian, setelah Wu Zixu meninggal, kata-katanya menjadi kenyataan.
Banyak orang mati kelaparan.
Para prajurit pun melakukan apa yang dikatakan Wu Zixu sebelumnya dan menemukan bahwa tembok di bagian bawah dibangun dengan batu bata khusus yang terbuat dari tepung beras ketan.
Makanan ini menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.
Batu bata ini adalah Nian Gao yang pertama kali.
Setelah itu, orang-orang membuat Nian Gao setiap tahunnya untuk memperingati Wu Zixu.
Seiring waktu berlalu, Nian Gao menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai kue Tahun Baru Cina atau di Indonesia disebut kue keranjang.
• 7 Tradisi Khas Imlek 2021, Angpau hingga Pakai Serba Merah
• 7 Bunga Warna Merah untuk Sambut Imlek 2021, Gunakan sebagai Dekorasi Rumah
• 10 Pantangan Saat Tahun Baru Imlek, Dianggap Tabu Karena Berkaitan dengan Kesialan
Makna kue keranjang
Memakan kue ini di perayaan tahun baru, bagi warga Tionghoa memiliki makna positif yang dipercaya secara turun-temurun.
Kue keranjang menjadi simbol atas pendapatan dan jabatan yang lebih tinggi, anak-anak yang berkembang dengan baik, dan secara umum menjanjikan tahun yang lebih baik dari sebelumnya.
Jadi, mereka percaya, mengonsumsi kue keranjang selama perayaan Imlek atau Tahun Baru Kalender Lunar mendatangkan keberuntungan dan nasib baik bagi yang memakannya.
Pada awal Dinasti Liao (907-1125), orang-orang di Beijing memiliki kebiasaan memakan kue di hari pertama bulan pertama.
Lalu dalam perkembangannya, seperti pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911), kue keranjang mulai menjadi santapan sehari-hari orang-orang di China.
Hal ini pun berlangsung hingga hari ini.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kue Keranjang Khas Imlek, Kisah Sejarah dan Maknanya... ".
Baca berita terbaru lainnya di Google!