Rabu, 22 April 2026

Ahok BTP Buka-bukaan di Perayaan Imlek Virtual PDIP, 'Sebenarnya Pendamping Pak Jokowi Bukan Saya'

Ahok merasa tak pernah diharapkan publik jadi pendamping Presiden Joko Widodo dalam kontestasi Pilkada 2012 DKI Jakarta tahun 2012 karena minoritas

PA/BAGUS INDAHONO/Pool
Ahok BTP Buka-bukaan di Perayaan Imlek Virtual PDIP, 'Sebenarnya Pendamping Pak Jokowi Bukan Saya' 

TRIBUNBATAM.id - Ahok BTP Buka-bukaan di Perayaan Imlek Virtual PDIP, 'Sebenarnya Pendamping Pak Jokowi Bukan Saya'.

PDI Perjuangan menggelar perayaan Imlek virtual, Jumat (12/2/2021).

Perayaan Imlek virtual tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota DPR Fraksi PDIP Sofyan Tan, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.

Dalam acara itu politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atau BTP turun hadir.

Baca juga: Dulu Bongkar Isu Perselingkuhan Veronica Tan, Adik Ahok Mendadak Bagi Kabar Duka: Selamat Jalan

Ahok bahkan menceritakan kenangannya kenapa memilih PDIP.

Ia mengaku sebenarnya merasa tak pernah diharapkan publik menjadi pendamping Presiden Joko Widodo dalam kontestasi Pilkada 2012 DKI Jakarta.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tribunews)

Ahok menceritakan, banyak pihak meragukannya sebagai calon wakil gubernur saat itu karena latar belakangnya.

"Saya hanya dengar, ketika itu sebenarnya pendamping Pak Jokowi bukan saya sebetulnya.

Karena kalau saya kan akan menurunkan nilai seorang Pak Jokowi,

saya turunan Tionghoa, agama saya bukan yang mayoritas," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam acara Perayaan Imlek yang diadakan oleh PDIP secara virtual, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Ahok Marah-marah Kepada Anggota DPRD DKI: Kalau Saya Gubernur, Saya Tak Akan Pernah Setuju

Tangakapan layar dibalik pemotretan untuk pernikahan Ahok dengan Puput.
Tangakapan layar dibalik pemotretan untuk pernikahan Ahok dengan Puput. (YouTube FD Photography)

Melalui Pilkada DKI Jakarta 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam dua kali putaran.

Kala itu, Jokowi-Ahok berhasil mengalahkan 5 pasangan calon (paslon) lain,

yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem Benyamin dan Alex Noeedin-Nono Sampono.

Ahok juga mengatakan, keraguan banyak pihak itu terjadi lagi ketika ia kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.

Ahok
Ahok (Kolase TribunNewsmaker - Tribunnews)

Saat itu, kata Ahok, banyak pihak yang memintanya mundur dari pencalonan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved