Selasa, 21 April 2026

Utang Indonesia Melonjak, Menkeu Sri Mulyani Buka Suara Kondisi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia di tengah melonjaknya utang Indonesia

TRIBUNNEWS.com
Utang Indonesia melonjak, bagaimana kondisi ekonomi Indonesia?. Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia ditengah melonjaknya utang Indonesia.

Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat sebesar 417,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.803,2 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS).

Posisi Utang Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal III yang sebesar 413,4 miliar dollar AS.

Dilansir dari Kompas.com, utang Indonesia juga mengalami lonjakan, dengan rasio terhadap PDB di level 38,5 persen.

“Kita perkirakan (utang Indonesia) akan mendekati 40 persen dari PDB namun sekali lagi Indonesia masih relatif dalam posisi yang cukup hati-hati atau prudent,” tegas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan utang Indonesia masih dalam posisi prudent dibandingkan negara maju dan ASEAN seperti Malaysia 66 persen, Singapura 131 persen, Filipina 54,8 persen dan Thailand 50 persen (rasio terhadap PDB).

Ia menuturkan selama ini pemerintah menetapkan langkah-langkah dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Baca juga: Mahathir Pernah Ingatkan Cara China Beri Utang

Baca juga: 8 Negara Ini Terlilit Utang Terbesar ke China, Diprediksi Terancam Bangkrut

Sehingga kontraksi ekonomi cukup moderat dan defisit APBN sebesar 6 persen, juga relatif lebih kecil dibanding negara lain yang di atas 10 persen.

Ia menjelaskan defisit yang semakin tinggi menunjukkan utang yang dimiliki juga semakin banyak seperti defisit negara maju yakni Amerika Serikat (AS) mendekati 15 persen dan Perancis 10,8 persen.

“Ini artinya apa? negara-negara ini hanya dalam satu tahun utang negaranya melonjak lebih dari 10 persen sementara Indonesia tetap bisa terjaga di kisaran 6 persen,” jelas Sri Mulyani.

Tak hanya itu, ia menyebutkan banyak negara maju yang utang pemerintahnya telah melampaui nilai Produk Domestik Bruto ( PDB) seperti AS sekitar 103 persen, Perancis lebih dari 118 persen, Jerman 72 persen dari PDB, China hampir 66 persen, dan India mendekati 90 persen.

Sri Mulyani mengatakan hal itu menunjukkan bahwa pemerintah mampu menangani Covid-19, sekaligus dampaknya sehingga efek yang dialami Indonesia tidak sedalam negara-negara lain.

Sri Mulyani
Sri Mulyani (YOUTUBE)

“Ada negara yang lebih baik dari kita seperti Vietnam, China, dan Korea Selatan. Namun hampir sebagian besar negara G20 atau negara ASEAN mereka jauh lebih dalam dampak perekonomiannya akibat pukulan Covid-19,” kata dia.

Sri Mulyani menyatakan ekonomi Indonesia yang terkontraksi sebesar 2,07 persen (yoy) pada 2020 masih relatif moderat dibandingkan negara-negara yang tergabung pada G20 maupun ASEAN.

“Kalau kita lihat dari sisi kondisi ekonomi Indonesia sebetulnya masih relatif moderat dibandingkan negara-negara baik G20 maupun ASEAN,” kata Sri Mulyani dalam Rapim TNI-Polri 2021 seperti dilansir dari Antara, Selasa (15/2/2021).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved